Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

11 Napi Jadi Relawan Cuci Ompreng di Dapur MBG Tangerang

Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026

MERAHPUTIH.COM - SATUAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, Banten, melibatkan 11 narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1 Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng. Kolaborasi ini menjadi gambaran upaya yang menggabungkan pelayanan gizi dan pemberdayaan sosial dalam operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dapur SPPG Babakan berlokasi di dalam area LP Kelas 1 Tangerang. Para warga binaan yang telah mendapatkan remisi dan akan segera kembali ke masyarakat ini bertugas di bagian pencucian ompreng, tanpa terlibat dalam proses pengolahan makanan. Seluruh aktivitas mereka juga berada di bawah pengawasan ketat petugas LP.

Chef kepala dapur SPPG Babakan, chef Kumink, menjelaskan kolaborasi ini dilakukan melalui proses seleksi yang ketat oleh pihak LP.

“Kami bekerja sama dengan LP, dan kami memberikan slot, bukan slot atau tempat yang kemudian diberikan kepada anak-anak LP, binaan LP. Itu sekitar 11 orang," ujar Chef Kumink kepada wartawan di Tangerang, Kamis (23/4).

Ia menegaskan para warga binaan tidak diperkenankan menyentuh makanan maupun menggunakan peralatan tajam selama bekerja. Pengawasan dilakukan secara intensif oleh petugas LP, bahkan hingga larut malam.

"Dari pukul 14.00, bahkan mereka pernah lembur sampai pukul 02.00. Pihak sipir 4-5 orang masih tetap standby di sini. Jaga di pintu depan, di pintu belakang, sama di jendela gitu. Jadi insya Allah aman," jelasnya.

Baca juga:

Berikan Remisi Lebaran 2026 untuk 155 Ribu Lebih Napi, Negara Hemat Anggaran Rp 109 Miliar



Meski para warga binaan berada dalam pengawasan ketat, Chef Kumink menilai kinerja mereka sangat baik, terutama dalam menjaga kebersihan dan kerapian. "Entah gimana, mungkin mereka sudah terbiasa disiplin gitu. Omprengnya ini saya bilang perfect, clean," ungkapnya.

Ia mengaku beberapa kali melihat di SPPG lain pada pagi hari, ompreng masih basah dan harus dilap ulang. Sementara itu, di SPPG Babakan, seluruh ompreng dalam kondisi kering. "Jadi ini luar biasa sih buat binan LP ini. Ini keren," sambungnya.

Chef Kumink menambahkan, sebelum mulai bekerja, para warga binaan terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai standar operasional pencucian ompreng. Mulai dari proses pembilasan, pencucian dengan sabun, pembilasan ulang, pengeringan, hingga sterilisasi dan penataan.

Ia berharap keterlibatan warga binaan ini tidak hanya membantu operasional dapur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pemberdayaan. Upaya ini diharapkan dapat menyiapkan mental dan psikologis warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.(Asp)

Baca juga:

Kemenimipas Berikan Remisi Natal kepada 15.235 Warga Binaan di Seluruh Indonesia



Baca Artikel Asli