Sekolah

Mengintip Suasana Hari Pertama Sekolah di SMA Pahoa

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 15 Juli 2019
Mengintip Suasana Hari Pertama Sekolah di SMA Pahoa

Hari pertama sekolah siswa kelas 10 SMA Pahoa (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI ruangan ini terlihat para pelajar SMA itu berkumpul memenuhi ruangan. Mereka tampak rapi mengenakan seragam sekolah lengkap. Tidak lupa mereka mengalungi nametag sebagai penanda mereka siswa baru kelas 10 SMA.

Begitulah suasana di lobi Sekolah Pahoa, Gading Serpong, Tangerang Selatan, pagi ini, Senin (15/7). Beranjak dari ruangan itu, para siswa langsung menuju ke lapangan untuk mengikuti upacara bendera. Khusus siswa kelas 10 yang mengikuti upacara hari ini yang sekaligus menjadi acara penyambutan mereka.

Upacara bendera itu berjalan begitu hikmat. Pembinanya langsung Kepala SMA Pahoa, Lia Soleman. Saat memasuki sesi pemberian amanat, Ibu Lia pun menyambut para siswa baru itu. "Selamat datang semuanya di Sekolah Pahoa. Tetap semangat di hari pertama sekolah ini ya," kata Ibu Lia di atas podium.

Para siswa tahun ajaran baru berjalan menuju lapangan upacara (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Baca juga:

Mengintip Keseruan Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

Lia juga berpesan kepada para siswa baru. Supaya mereka bisa segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Baik dalam mengenal teman baru hingga menyesuaikan diri dengan kurikulum baru. "Jangan sungkan bertanya kepada kakak osis jika ada pertanyaan," tuturnya.

Hari pertama sekolah bisa menjadi pengalaman menyenangkan bagi siswa. Meskipun ada yang sempat gugup di malam sebelumnya karena harus menghadapi suasana baru. Proses adaptasi memang tidak bisa langsung. Merahputih.com pun mewawancarai seorang siswa bernama Nayaka usai upacara bendera.

Suasana upacara bendera (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Siswa jurusan IPA ini mengaku sempat gugup menjelang masuk sekolah. Namun, karena percaya diri, ia yakin bisa menghadapi hari pertama sekolah dengan lancar. "Persiapan aku doa sih terus harus yakin kalau SMA ini bakalan semuanya oke. Pokoknya harus yakin dan siap deh," kata Nayaka.

Meskipun sebelumnya Nayaka sekolah di SMP Pahoa. Bagi dia suasana SMA Pahoa ini tetap baru walau gedungnya sama. Karena bagi dia pergaulan dengan teman-teman tetap baru. Terlebih kurikulum yang harus dia hadapi berbeda dengan kurikulum SMP.

Baca juga:

Tips dan Cara Menghadapi 'Bullying' di Sekolah

Nayaka juga bertekad akan belajar dengan sungguh-sungguh di jenjang SMA ini. Orangtuanya berpesan agar dia selalu menyeimbangkan pelajaran dengan pergaulan. "Kalau SMA kata orangtua bakal jadi masa yang enggak terlupakan. Jadi selain belajar sungguh-sungguh harus enjoy juga," tambah siswa berkacamata itu.

Micahel dan Nayaka (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Senada dengan Nayaka, siswa bernama Michael merasakan hal sama. Dia merasakan perbedaan sejak beranjak dari siswa SMP menjadi siswa SMA. Salah satunya ia merasa harus lebih mandiri.

Menurut Michael, belajar di bangku SMP lebih mudah karena ia masih bisa mengandalkan bantuan dari guru dan teman. Berbeda dengan belajar di bangku SMA. Ia merasa semua hal menjadi tanggung jawabnya. "Lebih ke mandiri sih, sekarang apa-apa harus sendiri. Jadi enggak ada bantuan dari guru lagi," kata Michael.

Bisa dibilang Michael cukup cerdas. Sebab, meskipun baru masuk SMA ia sudah memiliki cita-cita ketika lulus SMA nanti. Ia berencana mengambil kuliah kedokteran di Universitas negeri. "Saya sudah kepikiran PTN UI kedokteran, pasti akan saya usahakan," tutur Michael.

Baca juga:

Membawa Bekal ke Sekolah Bikin Anak lebih Fokus Belajar

Suasana MPLS di auditorium (Foto:MP/Ikhsan Digdo)

Setelah upacara bendera selesai, para siswa langsung menuju ke lantai 9. Di lantai tersebut mereka berkumpul di ruangan auditorium untuk menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Metode MPLS di sekolah ini edukatif. Para siswa berkumpul dengan tertib di ruangan auditorium. Kemudian mereka diberikan penyuluhan oleh anggota Osis dan para staf pengajar. Mulai dari visi misi sekolah, hingga tata tertib sekolah.

Prawira, Ketua Osis SMA Pahoa mengatakan, selama tiga hari MPLS, para siswa baru akan diberikan edukasi mengenai tata tertib sekolah. "Hari ini kita mau kasih tahu visi misi sama tata tertib sekolah. Baru di hari terakhirnya kita akan ada demo ekskul," papar Prawira kepada merahputih.com.

Selama masa orientasi, Prawira juga menegaskan akan selalu mendampingi siswa baru. Ia menjamin tim osis akan memberikan bimbingan semaksimal mungkin kepada para siswa baru pada masa pengenalan ini. "Kita pasti ngedampingin mereka dan kalau ada pelanggaran kita akan kasih tahu ke mereka," jelas Prawira. (ikh)

#Hari Pertama Sekolah #Anak Sekolah #Pahoa #Ospek
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Siswa SD di Pemalang Diisukan Dikeluarkan dari Sekolah karena Orangtuanya Kritik MBG, ini Kronologinya
Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah secara tegas mengatakan informasi tersebut tidak benar dan merupakan kesalahpahaman yang telah diselesaikan pihak sekolah.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Siswa SD di Pemalang Diisukan Dikeluarkan dari Sekolah karena Orangtuanya Kritik MBG, ini Kronologinya
Indonesia
Anak Indonesia Wajib Sekolah Lebih Awal, DPR RI Dorong Standarisasi Fasilitas PAUD Nasional
Melalui integrasi PAUD ke dalam skema wajib belajar, target besar pemerintah adalah menciptakan pemerataan kualitas pendidikan yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia demi menyambut generasi emas
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2026
Anak Indonesia Wajib Sekolah Lebih Awal, DPR RI Dorong Standarisasi Fasilitas PAUD Nasional
Indonesia
Prabowo Senang 218 Jembatan di Berbagai Daerah Rampung, Anak Sekolah Tidak Lagi Duduk di Kelas Dengan Pakaian Basah
Presiden menuturkan ratusan jembatan itu dibangun untuk membantu masyarakat di daerah terdampak bencana dan wilayah-wilayah yang membutuhkan akses penghubung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Prabowo Senang 218 Jembatan di Berbagai Daerah Rampung, Anak Sekolah Tidak Lagi Duduk di Kelas Dengan Pakaian Basah
Indonesia
Bocoran 63 Sekolah Swasta di Jakarta yang Bakal Gratis Tahun Ini
Hingga saat ini, sekolah-sekolah unggulan seperti SMA Plus Khadijah Islamic School dan SMK Cyber Media telah membuktikan efektivitas program ini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 27 Februari 2026
Bocoran 63 Sekolah Swasta di Jakarta yang Bakal Gratis Tahun Ini
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir dengan bantuan konkret agar anak-anak tidak berlama-lama terjebak dalam situasi pendidikan yang tidak layak
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Indonesia
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Lalu Hadrian menegaskan bahwa hambatan pendidikan di Papua memang nyata adanya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Kasih Bantuan Sembako Selain Uang untuk Membeli Perlengkapan Sekolah
Informasi ini diunggah akun Facebook “Cek Tanggal Pencairan PKH Hari ini”, yang membagikan foto Presiden Prabowo berisi narasi.
Frengky Aruan - Minggu, 30 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Kasih Bantuan Sembako Selain Uang untuk Membeli Perlengkapan Sekolah
Indonesia
Detik-Detik Tembok Sekolah Ambruk Timpa 4 Motor, Warga Kehilangan Mata Pencaharian dan Tempat Istirahat
Reruntuhan tembok yang sudah dipasangi garis polisi masih menutup total akses gang dan dua rumah warga
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Detik-Detik Tembok Sekolah Ambruk Timpa 4 Motor, Warga Kehilangan Mata Pencaharian dan Tempat Istirahat
Bagikan