Hobi

Mainan Pancing Magnet DIY, Alternatif Hiburan Seru untuk Anak di Rumah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 20 Mei 2020
Mainan Pancing Magnet DIY, Alternatif Hiburan Seru untuk Anak di Rumah

Pancingan magnet, alternatif mainan seru buat anak #DiRumahAja (Foto: Kalia Silva-Phillips/EHow)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WALAU kamu dan keluarga diimbau untuk meminimalisir aktivitas di luar rumah, tapi kamu tetap dapat berkreasi agar bisa melaksanakannya di dalam rumah lho. Memancing misalnya. Tapi, memangnya bisa memancing #DiRumahAja? Tentu saja! Jawabannya adalah dengan mambuat kreasi mainan pancingan dengan magnet.

Baca juga:

Tetap Produktif Semasa Karantina ala Mick Jagger

Kegiatan ini akan menjadi solusi menyenangkan agar anak enggak cepat bosan di rumah. Selain itu pancingan magnet ini juga akan membantu melatih kemampuan motoriknya dan pastinya mudah untuk dibuat. Seperti dikutip dari laman EHow, ini dia tutorialnya.

Perlatan yang dibutuhkan

Mainan Pancing Magnet DIY, Alternatif Hiburan Seru untuk Anak di Rumah
Bahan yang dipakai sederhana dan mudah didapatkan (Foto: Kalia Silva-Phillips/EHow)

Dalam membuat mainan yang satu ini kamu membutuhkan kontainer atau ember besar yang nantinya akan dipakai sebagai 'kolam'. Kemudian untuk membuat ikannya kamu memerlukan kertas foam karena bahannya tahan air dan cukup tebal sehingga nantinya bisa diambil. Beberapa paper clips, segulung benang, gunting, lem tembak, tongkat kayu, dan magnet pastinya.

Baca juga:

Buat Sendiri Barbel untuk Berolahraga di Rumah

Langkah pembuatannya

Mainan Pancing Magnet DIY, Alternatif Hiburan Seru untuk Anak di Rumah
Berikan lubang ikan kertas dan masukkan paper clip (Foto: Kalia Silva-Phillips/EHow)

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat ikannya. Ambil kertas foam dan gambar ikan kemudian gunting satu-satu.

Jumlahnya tergantung dengan berapa banyak anak yang akan berpartisipasi dalam permainan ini. Orangtua juga bisa mengajak anak untuk menghias ikannya dengan mata, sirip, ekor, dan sebagainya.

Kemudian, lubangi ikan-ikan yang sudah jadi di bagian wajah ikan. Setelahnya masukkan paper clip ke dalamnya. Nah, paper clip ini yang nantinya akan ditangkap sama magnet yang berada di pancingan.

Selanjutnya siapkan tongkat kayu dan ikan dengan tali atau benang di bagian ujung tongkat. Sementara ujung tali lainnya yang tidak diikat ditempel dengan magnet.

Terakhir, orangtua hanya tinggal memasukkan air ke dalam kontainer atau wadah dan taruh ikan-ikan di dalamnya. Cara bermainnya bisa dilakukan dengan mengatur timer dalam berapa menit berapa ikan yang bisa ditangkap.

Mudah dan menyenangkan bukan? Daripada anak main gawai atau nonton TV terus bisa dicoba nih pancingan magnet untuk jadi alternatif permainan seru buat anak. (sam)

Baca juga:

5 Tips Memasak Out of the Box yang Sangat Membantumu!

#Mainan Anak-Anak #Anak-anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan, gaya hidup, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Mahir menyusun artikel melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan. Dalam aktivitas profesionalnya, Ananda fokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Setiap artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data yang cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan.

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Indonesia
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Menurut KPAI, tindakan melucuti pakaian siswa tidak bisa dibenarkan dengan alasan penegakan disiplin sekolah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Fun
Liburan Keluarga Makin Seru, Nickelodeon Playtime Paw Patrol Hadir di Carstensz Mall Tangerang
Nickelodeon Playtime Paw Patrol resmi dibuka di Carstensz Mall, Tangerang. Hadir dengan konsep aman, bersih, dan edukatif untuk anak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Liburan Keluarga Makin Seru, Nickelodeon Playtime Paw Patrol Hadir di Carstensz Mall Tangerang
Indonesia
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Kementerian Agama mengungkapkan, bahwa pencatatan pernikahan sangat penting. Hal itu bisa melindungi perempuan dan anak-anak.
Soffi Amira - Selasa, 27 Januari 2026
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Lifestyle
Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
Fokus utama adalah mengawasi tanda dehidrasi dan pola napas anak
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Indonesia
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia dan Ranch Market memotivasi anak-anak TPA Bantar Gebang untuk bermimpi dan beraksi menuju masa depan yang lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 November 2025
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Fun
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Studi dari American Psychological Association temukan bahwa screen time berlebihan berkaitan dengan kecemasan, depresi, dan agresi pada anak-anak. Konten dan dukungan emosional juga berperan penting.
Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 11 Juni 2025
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Lifestyle
Bahaya Gawai Mengintai Si Kecil, Dokter Peringatkan Dampak Buruknya pada Kebiasaan Makan dan Tumbuh Kembang!
Nimaz lebih mengutamakan kebiasaan makan bersama di meja makan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Juni 2025
Bahaya Gawai Mengintai Si Kecil, Dokter Peringatkan Dampak Buruknya pada Kebiasaan Makan dan Tumbuh Kembang!
Bagikan