Kapolda Metro Minta Warga Tak Liburan di Akhir Bulan Ini

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 22 Oktober 2020
Kapolda Metro Minta Warga Tak Liburan di Akhir Bulan Ini

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (kiri) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdu Rachman di Jakarta Pusat, Selasa (20/10). (ANTARA/Livia Kristianti)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menjelang libur panjang pada 28-30 Oktober 2020, potensi kenaikan kasus COVID-19 cenderung tinggi. Hal ini karena adanya pergerakan warga untuk berwisata.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menuturkan, dengan ada pelonggaran PSBB, warga diharapkan tidak terlena dengan kondisi tersebut.

Nana mengimbau agar warga tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga pola hidup sehat dan bersih di tengah pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Bamsoet Minta Pemerintah Antisipasi Kenaikan Kasus COVID-19 saat Libur Panjang

"Upaya pencegahanlah yang paling terbaik, dengan mematuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," tuturnya kepada awak media yang dikutip Kamis (22/10).

Nana meminta warga DKI Jakarta untuk tidak berpergian ke luar kota. Pasalnya, tingkat penyebaran COVID-19 di Jakarta masih terbilang tinggi.

"Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, khususnya DKI, perkembangan penyebaran COVID-19 saya sampaikan masih tinggi. Menurut WHO-pun untuk di Jakarta dan sekitarnya berisiko tinggi," kata Nana.

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta sudah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan kembali mengizinkan tempat wisata beroperasi. Oleh karena itu, lebih baik warga berlibur di Jakarta tanpa harus ke luar kota.

Ilustrasi kemacetan di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Foto: ANTARA
Ilustrasi kemacetan di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Foto: ANTARA

Menurutnya, warga lebih baik menghabiskan waktu liburnya dengan berada di rumah, mengingat penyebaran COVID-19 yang meluas.

Terlebih Pemprov DKI Jakarta kini sudah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sehingga tempat wisata dibuka dengan sejumlah ketentuan.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo mengajak semua komponen untuk terus belajar dari libur panjang sebelumnya.

“Memang kita harus belajar banyak dari apa yang telah terjadi pada masa selama pandemi ini, ada banyak misteri yang belum terungkap, ada banyak teka-teki yang juga masih belum terjawab,” ucapnya.

Doni mengatakan, semua pihak harus mau belajar dari apa yang terjadi pada masa-masa sebelumnya.

Pertama saat Idulfitri. Pemerintah dengan tegas dan mengajak semua komponen untuk bisa menahan diri, guna bisa bersabar agar tidak mudik, agar tidak pulang ke kampung dulu.

“Alhamdulillah setelah lebaran Idulfitri kasus yang terjadi tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan, walaupun ada peningkatan,” katanya.

Baca Juga:

Libur Panjang, Masyarakat Tidak Berangkat di 28 Oktober

Selanjutnya pada akhir Juli yakni peringatan Iduladha. Namun, kata Doni, di sini mulai ada pelonggaran dan upaya-upaya bersama untuk mengingatkan masyarakat agar bisa mematuhi protokol kesehatan tidak sekencang saat Idulfitri.

“Kemudian dilanjutkan liburan 17 Agustus dan juga libur panjang bersama pada minggu ketiga akhir Agustus. Apa yang terjadi? Kasus mengalami peningkatan pada akhir Agustus dan juga awal September,” tutur jenderal TNI bintang tiga ini.

Sampai akhirnya, kata Doni, Gubernur DKI Anies mengumumkan kekhawatiran pemerintah DKI atas kenaikan kasus termasuk jumlah bed occupancy rate (BOR) ICU di rumah sakit Jakarta yang diperkirakan akan penuh pada 17 September yang akan datang. Termasuk juga mengubah kebijakan dari PSBB transisi kembali ke PSBB yang ketat.

“Nah, apa yang disampaikan Pak Gubernur bukanlah tanpa alasan. Data-data yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan DKI menunjukkan tren peningkatan kasus positif COVID-19, termasuk juga keterbatasan ruang ICU di sejumlah rumah sakit di Jakarta,” jelas mantan Danjen Kopasuss ini. (Knu)

Baca Juga:

Korlantas Polri Antisipasi Lonjakan Kendaraan saat Libur Panjang Akhir Oktober

#Virus Corona #Libur Panjang #Polda Metro Jaya
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan dr. Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan ke Kejari Jaksel. Hal itu terkait babak baru kasus ijazah Jokowi.
Soffi Amira - 27 menit lalu
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan dr. Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
Indonesia
Kapolri Pastikan Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Sesuai Prosedur Hukum
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo yaitu Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias dr Tifa, Jumat, 19 Juni 2026 pagi.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Kapolri Pastikan Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Sesuai Prosedur Hukum
Indonesia
Polda Metro Jaya: Roy Suryo dan dr Tifa Dicek Kesehatan Sebelum Dilimpahkan ke Kejaksaan
Polda Metro Jaya tangkap Roy Suryo dan dr Tifa karena berkas kasus ijazah Jokowi dinyatakan lengkap. Keduanya diperiksa kesehatan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Polda Metro Jaya: Roy Suryo dan dr Tifa Dicek Kesehatan Sebelum Dilimpahkan ke Kejaksaan
Indonesia
Kecewa Roy Suryo Ditangkap, Pengacara: Hukum Tunduk pada Atensi
Kemunculan Roy Suryo sebagai narasumber di sejumlah stasiun televisi merupakan hak konstitusionalnya.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Kecewa Roy Suryo Ditangkap, Pengacara: Hukum Tunduk pada Atensi
Indonesia
Akhirnya, Polda Metro Jaya Buka Suara Alasan Penangkapan dr Tifa dan Roy Suryo
Polda Metro Jaya jelaskan penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa terkait kasus ijazah Jokowi. Penangkapan disebut bagian dari proses hukum P21, bukan vonis.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Akhirnya, Polda Metro Jaya Buka Suara Alasan Penangkapan dr Tifa dan Roy Suryo
Indonesia
Dr Tifa Ditangkap Polisi, Ikut Ujian Doktor FK UI di Polda Metro Jaya
Dokter Tifa dikabarkan ditangkap di apartemennya sekitar pukul 06.47 WIB.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Dr Tifa Ditangkap Polisi, Ikut Ujian Doktor FK UI di Polda Metro Jaya
Indonesia
Kasus Hoaks Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Dr Tifa Dikabarkan Diamankan Polda Metro Jaya
Roy Suryo dan dr Tifa dikabarkan ditangkap penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan hoaks ijazah Jokowi. Polisi masih belum memberikan keterangan resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Kasus Hoaks Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Dr Tifa Dikabarkan Diamankan Polda Metro Jaya
Indonesia
Eksekusi Eks Hotel Sultan di GBK Dimulai, Ribuan Personel Polisi Dikerahkan
Eksekusi eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK resmi dimulai. Sebanyak 3.161 personel diterjunkan untuk mengamankan proses pengosongan berdasarkan penetapan PN Jakarta Pusat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Eksekusi Eks Hotel Sultan di GBK Dimulai, Ribuan Personel Polisi Dikerahkan
Indonesia
Jaga Demo Serentak, Polda Metro Larang Anggotanya Bawa Senjata Api dan Harus Humanis
Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Jaga Demo Serentak, Polda Metro Larang Anggotanya Bawa Senjata Api dan Harus Humanis
Indonesia
Polisi Pastikan tak ada Penutupan Jalan di Jakarta Selama Presiden Jerman Melintas
Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan pengawalan ketat dan rekayasa lalu lintas sementara di ruas jalan protokol.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Polisi Pastikan tak ada Penutupan Jalan di Jakarta Selama Presiden Jerman Melintas
Bagikan