Kesehatan

Foot Selfies Tingkatkan Pemantauan Pasien Diabetes

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 18 November 2021
Foot Selfies Tingkatkan Pemantauan Pasien Diabetes

Pasien diabetes perlu memeriksa kaki setiap hari untuk mencegah luka berkepanjangan. (Pxhere/Girlfeet)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TEKNOLOGI Foot Selfies bisa menjadi solusi sederhana untuk mengawasi pasien yang berisiko tinggi mengalami komplikasi kaki diabetik.

Pasien diabetes dengan luka kaki berkepanjangan, atau yang berisiko mengalaminya, diberitahu untuk memeriksa kaki mereka secara teratur di rumah, tetapi hal itu bisa sulit bagi individu yang tidak fleksibel atau yang memiliki masalah penglihatan.

Orang dengan diabetes yang tinggal sendiri mungkin tidak dapat meminta orang lain untuk memeriksa kaki mereka. Ada yang bisa menggunakan cermin tangan, tetapi itu bisa sulit untuk bisa mengeceknya dengan lebih teliti dan tidak ada yang bisa memastikan pemeriksaannya.

BACA JUGA:

Pentingnya Pencegahan dan Deteksi Dini Diabetes

Untuk mengatasi masalah ini, Mark Swerdlow, sekarang mahasiswa kedokteran tahun keempat di University of Southern California, Keck School of Medicine, Los Angeles, AS, membangun perangkat cetak 3D sederhana yang memungkinkan pasien untuk mengambil foto standar dari seluruh permukaan bawah kaki mereka sendiri. Alat ini pun terhubung dengan aplikasi ponsel dengan perintah suara.

Foot Selfie System ini menghilangkan kebutuhan akan bantuan orang lain dan memungkinkan gambar dikirim ke dokter.

Swerdlow baru-baru ini memberikan demonstrasi langsung perangkat selama pertemuan virtual Diabetes Technology Society. Hasil dari studi kelayakan terhadap 15 pasien juga dipublikasikan secara daring pada 31 Oktober di Journal of Diabetes Science and Technology.

“Intinya ini merupakan alat yang sangat sederhana yang pada dasarnya dapat digunakan siapa saja,” kata Swerdlow seperti diberitakan WebMD.

Masih Butuh Pengembangan

foot selfies
Dengan Foot Selfie System, bantuan tidak lagi dibutuhkan dan gambar bisa dikirim ke dokter. (medscape.com)

Sementara itu, ketika dimintai komentar, Jan S. Ulbrecht, MD, dokter spesialis penyakit dalam di Reedsville, Pennsylvania, AS, menyebut alat ini “ide yang sangat bagus.”

Namun, Ulbrecht mencatat bahwa ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. Misalnya, akankah orang bersedia mengeluarkan uang untuk membeli gadget ini? Dia juga mempertanyakan siapa, di klinik, yang akan melihat banyak gambar kaki itu.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ulbrecht memngatakan, "Labih jelasnya mungkin dibutuhkan filter kecerdasan buatan (AI) dan pasien dapat diajari untuk tidak bergantung pada seseorang yang melihat melainkan melaporkan kekhawatiran dan orang akan melihat gambarnya."

Ulbrecht yang merupakan direktur medis Klinik Kaki Diabetes di Mount Nittany Health System, State College, Pennsylvania, AS, mengatakan pasien yang menggunakan perangkat ini mengaku menyukainya.

Sistem Selfie Kaki terdiri dari platform tumit, dudukan ponsel, dan alas yang menghubungkan keduanya melalui batang teleskop. Aplikasi ponsel pintar Foot Selfie, untuk iOS dan Android, mengarahkan pengguna untuk mengambil foto yang diaktifkan dengan suara, melihatnya, dan mengunggahnya ke server penyimpanan yang dilindungi untuk ditinjau oleh penyedia layanan kesehatan. Aplikasi ini mengingatkan pasien untuk memotret kaki mereka jika mereka tidak melakukannya dalam 24 jam terakhir.

Perangkat diletakkan di lantai di depan pasien yang duduk. Pasien lalu membuka aplikasi ponsel ke layar 'ambil foto', lalu meletakkan ponseldi dudukannya baik sebelum atau sesudah meletakkan perangkat. Pasien kemudian menempatkan tumit mereka ke platform sehingga seluruh bagian bawah kaki menghadap ponsel. Perintah suara memicu pengambilan gambar. Aplikasi kemudian dengan jelas memberi tahu pasien untuk beralih ke kaki lainnya untuk foto berikutnya.

Pasien kemudian dapat menggunakan ponsel untuk melihat foto, yang dapat diperbesar, dan masalah apa pun ditandai. Saat siap, pasien menekan tombol unggah untuk mengirim gambar ke penyedia layanan kesehatan mereka.

Penelitian Awal

foot selfie
Pasien diabetes yang tinggal sendiri tidak dapat meminta orang untuk memeriksa kaki mereka. (patientpop.com)

Populasi penelitian ialah 10 laki-laki dan 5 perempuan, dengan usia rata-rata 57,4 tahun. Semuanya adalah American Diabetes Association Diabetic Foot Risk Category 3, yang didefinisikan sebagai adanya diabetes dengan, misalnya, riwayat ulkus atau amputasi ekstremitas bawah sebelumnya.

Pada awal penelitian, tiga pasien memiliki lima luka aktif yang berbeda, dan sembilan memiliki 13 lesi pra-ulseratif yang berbeda.

Peserta diinstruksikan untuk memotret kaki mereka setiap hari dan diikuti selama rata-rata 5 bulan. Menginstruksikan pasien untuk menggunakan sistem membutuhkan waktu rata-rata 5 menit per pasien.

Para peneliti memeriksa gambar-gambar itu setiap minggu selama Foot Selfie Rounds. Mereka mengidentifikasi tujuh luka baru dan 26 lesi pra-ulseratif baru, sementara juga mencatat penyembuhan tujuh luka dan pembalikan 20 lesi pra-ulseratif.

Peserta mengunggah gambar rata-rata 76 persen dari hari yang memenuhi syarat, dan semua kecuali satu orang mencitrakan kaki mereka setidaknya 50 persen dari hari yang memenuhi syarat.

Dari lima orang yang dirawat di rumah sakit selama penelitian, masalah luka kaki adalah alasan hanya pada satu pasien.

Dalam kuesioner, sebagian besar peserta melaporkan bahwa mereka akan terus memotret kaki mereka setiap hari, atau setiap hari, di luar penelitian. Pada skala 1 hingga 10 untuk kemudahan penggunaan, mereka memberi perangkat skor median 10 (sangat mudah).

Semua menjawab 'benar' untuk pernyataan 'sistem merupakan alat yang berguna dalam memantau kaki saya'. Sebagai tanggapan terhadap 'Seberapa berguna sistem ini bagi Anda dalam membantu mencegah ulkus kaki?', skor median naik dari 8 saat pendaftaran, menjadi 9,5 pada 6 bulan.

Proporsi yang mengatakan mereka lebih suka Foot Selfie System dibandingkan metode pemeriksaan kaki sebelumnya adalah 80 persen pada satu minggu dan 90 persen pada 6 bulan. Dan di semua titik waktu, semua pengguna mengatakan bahwa mereka akan merekomendasikan sistem tersebut kepada orang lain yang khawatir akan terjadinya luka di kaki.

Ditanya dari skala 1 (tidak sama sekali) sampai 10 (benar-benar) jika manfaat dari menggunakan sistem lebih besar daripada kerugiannya, skor rata-rata adalah 10 selama penelitian.

Foot Selfie System belum tersedia secara komersial, tetapi Swerdlow dan rekannya sedang mencari cara untuk memproduksi perangkat secara massal dan berniat untuk melakukan penelitian yang lebih besar. (aru)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Indonesia
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Masyarakat perlu memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Lifestyle
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Ramalan shio besok 19 Juni 2026: prediksi asmara, karier, keuangan, hingga 5 shio paling beruntung dengan peluang rezeki dan keberuntungan besar.
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Lifestyle
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Ramalan shio besok 16 Juni 2026 lengkap. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan 12 shio serta 5 shio paling beruntung hari ini.
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang diderita seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Lifestyle
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Ramalan shio besok Minggu, 14 Juni 2026 lengkap untuk 12 shio. Simak peruntungan asmara, karier, keuangan, kesehatan serta 5 shio paling beruntung yang diprediksi banjir hoki
ImanK - Sabtu, 13 Juni 2026
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Lifestyle
Ramalan Shio 13 Juni 2026: Naga Panen Keberuntungan, Ular Waspada Pengeluaran Mendadak
Ramalan shio besok 13 Juni 2026 lengkap untuk Tikus hingga Babi. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan, masalah yang muncul dan saran terbaik.
ImanK - Jumat, 12 Juni 2026
Ramalan Shio 13 Juni 2026: Naga Panen Keberuntungan, Ular Waspada Pengeluaran Mendadak
Lifestyle
Ramalan Shio 12 Juni 2026: Bagaimana Asmara dan Keuangan Anda Hari Ini?
Ramalan shio hari ini 12 Juni 2026 untuk Tikus hingga Babi. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan, masalah yang perlu diwaspadai, dan shio paling beruntung
ImanK - Kamis, 11 Juni 2026
Ramalan Shio 12 Juni 2026: Bagaimana Asmara dan Keuangan Anda Hari Ini?
Lifestyle
Hati Hati Sakit Kepala Terus Terusan Saat Bangun Pagi, Bisa Jadi Gejala Tumor Otak
Pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak yang dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala, serta menimbulkan berbagai keluhan dan masalah kesehatan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Hati Hati Sakit Kepala Terus Terusan Saat Bangun Pagi, Bisa Jadi Gejala Tumor Otak
Indonesia
Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 400 RS dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas dalam 3 Tahun
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyusun rencana besar untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kesehatan nasional, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan penguatan layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 400 RS dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas dalam 3 Tahun
Lifestyle
Ramalan Shio 11 Juni 2026, Naga Paling Hoki, Bagaimana dengan Anda?
Ramalan shio besok 11 Juni 2026 lengkap untuk Tikus hingga Babi. Simak peruntungan asmara, karier, keuangan, kesehatan dan shio paling beruntung besok.
ImanK - Rabu, 10 Juni 2026
Ramalan Shio 11 Juni 2026, Naga Paling Hoki, Bagaimana dengan Anda?
Bagikan