Sains

Bumi Lebih Hijau Sejak 20 Tahun Lalu, Terima Kasih untuk Upaya China dan India

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 16 Juni 2019
Bumi Lebih Hijau Sejak 20 Tahun Lalu, Terima Kasih untuk  Upaya China dan India

Foto satelit penghijauan yang terlihat di China dan India (Foto: NASA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NASA punya kabar baik, karena bumi menjadi lebih hijau hari ini ketimbang 20 tahun lalu. Lalu apa yang mendorong hal itu bisa terjadi? Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

1. Nasa Berterima Kasih Kepada China dan India

Bumi Lebih Hijau Sejak 20 Tahun Lalu, Terima Kasih untuk China dan India
Grafik foto penghijauan dari seluruh dunia di muka bumi (Foto: NASA)

Dua dekade terakhir, China dan India memiliki radar eksploitasi berlebih mulai dari atas tanah, air, dan sumber daya untuk keuntungan ekonomi mereka. Kedua negara tersebut memiliki tanggung jawab penghijauan untuk hal tersebut.

Oleh karena itu, kedua negara ini secara ambisius menerapkan program implementasi teknologi dalam bidang pertanian dan penghijauan.

2. India Sering Memecahkan Rekor Dunia dalam Penanaman Pohon

Hanya dengan 800.000 orang India, dalam waktu 24 jam India mampu menanam 50 juta pohon!

3. Terdapat Dua Lain Negara Selain China dan India

Bumi Lebih Hijau Sejak 20 Tahun Lalu, Terima Kasih untuk China dan India
Daftar ranking penghijauan yang terjadi melalui metode MODIS (Foto: NASA)

Sebagaimana NASA melakukan penyelidikan lebih lanjut melalui citra satelit. Penghijauan tidak proporsional berlokasi paling banyak memang di China dan India.

Akan tetapi terdapat dua negara lainnya yang menyusul yaitu Kanada dan negara di Eropa. Dengan metode Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS). NASA berhasil mendapatkan vegetasi global bumi dari waktu ke waktu.

Meski fase deforestasi skala besar di mana menebangi hutan dan membangun perkotaan terjadi pada 1970 dan 1980 dari kedua negara baik China maupun India, Bukan berarti mereka tidak mampu untuk memperbaikinya bukan? (riq)

#NASA #India #China #Penghijauan #Bumi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Amankan Pendanaan Rp 275 Triliun dari AIIB untuk Proyek Pembangunan 2025-2029
Menkeu Purbaya mengamankan komitmen pendanaan USD 17 miliar atau Rp 275 triliun dari AIIB untuk mendukung proyek pembangunan Indonesia hingga 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Indonesia Amankan Pendanaan Rp 275 Triliun dari AIIB untuk Proyek Pembangunan 2025-2029
Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya ke China untuk Penerbitan Panda Bond, Perkuat Ketahanan Fiskal Indonesia
Panda Bond merupakan instrumen surat utang pemerintah berdenominasi Renminbi yang akan dipasarkan kepada investor China.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Menteri Keuangan Purbaya ke China untuk Penerbitan Panda Bond, Perkuat Ketahanan Fiskal Indonesia
Indonesia
PM India Narendra Modi akan Berkunjung, Buka Peluang Kerja Sama Menguntungkan dengan Indonesia
Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia yang direncanakan pada pertengahan tahun ini
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
PM India Narendra Modi akan Berkunjung, Buka Peluang Kerja Sama Menguntungkan dengan Indonesia
Dunia
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
China melarang Gilberto Teodoro Jr, istri, dan anaknya memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, maupun Makau.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
ShowBiz
NASA Ungkap Kru Artemis III, Siap Balik ke Bulan
Kru yang dijadwalkan meluncur paling cepat pada akhir 2027 itu terdiri dari tiga astronaut NASA dan satu astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA).
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
 NASA Ungkap Kru Artemis III, Siap Balik ke Bulan
Dunia
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Pemerintah China mengecam AS yang memasukkan Alibaba, BYD, dan Baidu ke daftar hitam Pentagon sebagai perusahaan pendukung militer. Daftar kini mencakup 188 entitas.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Indonesia
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor dari China, baik secara absolut maupun relatif.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Dunia
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Terkait keinginan Iran yang mengajukan penundaan (moratorium) pengayaan uranium selama dua dekade, Donald Trump menuntut kepastian yang mutlak.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Dunia
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Selain isu nuklir, Trump menyoroti ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan global
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Bagikan