3 Tips Lawan Kantuk saat Jam Kerja, Dijamin Ampuh!

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 03 Februari 2020
3 Tips Lawan Kantuk saat Jam Kerja, Dijamin Ampuh!

Mengantuk di Jam Kerja (Foto: Redbook)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU mungkin termasuk satu dari banyak orang yang sering merasakan kantuk saat jam kantor, bukan? Faktor kelelahan menjadi salah satu penyebab orang merasa kantuk, sehingga membutuhkan istirahat sejenak. Selain kelelahan, kesibukan dan antusias banyak orang dalam mencari uang membuat banyak orang tidak bisa mencukupi kebutuhan tidur di malam hari. Akibatnya, rasa kantuk menyerang saat bekerja sehingga menurunkan produktivitas kamu.

Baca juga:

Minum Kopi untuk Hilangkan Kantuk, Seberapa Lama sih Efeknya?

Melansir laman TimesofIndia, sebuah lembaga kesehatan berbasis karyawan di AS baru-baru ini melakukan penelitian terhadap 1.139 karyawan dari tiga perusahaan. Peneliti utama, Jennifer Turgiss, menemukan bahwa 15 persen dari karyawan tertidur di tempat kerja setidaknya sekali seminggu. Rata-rata faktor yang membuat mereka tidak bisa tidur nyenyak, karena khawatir atau stres, aktivitas mental, ketidaknyamanan fisik, dan pengganggu lingkungan.

Laporan lain dari National Sleep Foundation (NSF) menyatakan bahwa 29 persen responden tertidur atau sangat mengantuk saat di tempat kerja. Turgiss menemukan bahwa kelelahan yang dihasilkan mengurangi kemampuan seseorang untuk mengelola kondisi stres.

Hal itu menyebabkan berbagai masalah di tempat kerja, seperti penurunan kemampuan dalam mengambil keputusan, kurangnya konsentrasi, penurunan fungsi kognitif, emosi dan kurang sabar dengan rekan kerja. Namun, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan, melansir dari berbagai sumber, ini dia beberapa tips ampuh yang bisa kamu pakai untuk melawan kantuk saat jam kantor.

1. Tidur Siang Sejenak

3 Tips Lawan Kantuk saat Jam Kerja, Dijamin Ampuh!
Tidur Sianglah Sejenak (Foto: Lifeofpix/Korinna Bognar)

Tidur siang sejenak atau power nap menjadi salah satu cara ampuh dalam menghilangkan rasa ngantuk yang menyerang jam kerja. Seringkali kantuk yang berat sudah tidak tertahankan lagi dengan segala cara. satu-satunya pilihan utama mu adalah power nap.

Tidur siang sejenak membuat tubuh rileks dengan cepat dan lebih dalam. Kamu bisa melakukannya duduk, atau berbaring jika memungkinkan. Durasi tidur siang yang ideal hanya 15-20 menit saja.

Kurang dari rentang tersebut, tubuh kamu tidak akan memperoleh manfaatnya. Sementara tidur siang selama lebih dari 20 menit malah akan membuat anda lesu dan mengantuk lebih lama lagi.

Baca juga:

Usir Kantuk setelah Makan Siang dengan Trik Ini

2. Makan Siang Ringan

3 Tips Lawan Kantuk saat Jam Kerja, Dijamin Ampuh!
Pilih Makanan Sehat dan Rendah Kalori (Foto: Unsplash/ella olsson)

Jika kamu sering mengalami kantuk di siang hari, salah satu penyebabnya adalah perut yang terlalu kenyang. Makan siang yang berat bisa memperparah kondisi ini. Cobalah untuk menghindari camilan manis, soda, atau karbohidrat seperti roti putih dan pasta.

Makan siang yang ringan menjaga agar energimu tetap tinggi. Pilihlah menu dari sumber energi yang sehat, seperti telur rebus, ayam, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran. Untuk kebanyakan orang Indonesia memang sangatlah berat, tetapi jika dicoba, pastinya akan terbiasa.

3. Banyak Bergerak

3 Tips Lawan Kantuk saat Jam Kerja, Dijamin Ampuh!
Jalan Kaki Bisa Menghilangkan Kantuk (Foto: Unsplash/arturo castaneyra)

Bergerak adalah cara yang efektif untuk menghilangkan ngantuk saat kerja sekaligus membuat tubuh anda selalu bugar. Saat mengantuk, cobalah beranjak dari tempat duduk dan berjalanlah mengitari lingkungan kantor selama 10 menit.

Berjalan kaki dinilai mampu memicu jantung memompa lebih banyak darah kaya oksigen menuju pembuluh darah, otak, dan otot. Pasokan oksigen bermanfaat untuk menjaga otak tetap aktif dan waspada sehingga rasa kantuk pun menghilang. (Nic)

Baca juga:

Tips dan Trik Agar Tidak Mudah Kantuk di Kelas

#Usir Kantuk #Menguap Kantuk #Pekerjaan #Pekerja Kantoran
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan, gaya hidup, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Mahir menyusun artikel melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan. Dalam aktivitas profesionalnya, Ananda fokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Setiap artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data yang cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan.

Berita Terkait

Indonesia
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Pendiri LSI, Denny JA mengatakan, bahwa Indonesia sedang menyaksikan kemunculan kelas sosial baru, yaitu Digitally Vulnerable Class (DVC).
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Indonesia
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
PHK 2026 kini sudah menembus 23.470 orang. Komisi IX DPR pun mendesak hak pekerja segera dipenuhi.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
Indonesia
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
PHK Krakatau Osaka Steel menjadi alarm. DPR mendesak pemerintah untuk menyelamatkan industri baja nasional.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
Indonesia
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Jumlah pengangguran di Jakarta kini mencapai 333 ribu orang. Lulusan SMA/SMK paling terdampak.
Soffi Amira - Rabu, 06 Mei 2026
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Indonesia
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Buka Lowongan Kerja Part Time, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Jakarta Fair Kemayoran 2026 membuka lowongan kerja part time. Ada 20 posisi yang dibuka untuk event tersebut.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Buka Lowongan Kerja Part Time, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Indonesia
Program MBG Perkuat Ekonomi Rakyat, Sudah Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Program MBG telah memperkuat ekonomi rakyat. Kini, MBG sudah menyerap sebanyak 1,18 juta tenaga kerja di Indonesia.
Soffi Amira - Kamis, 16 April 2026
Program MBG Perkuat Ekonomi Rakyat, Sudah Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Indonesia
Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH Pekerja Swasta
Penentuan hari pelaksanaan WFH tidak diatur secara baku oleh pemerintah karena kebijakan tersebut bersifat imbauan sehingga fleksibilitas menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH Pekerja Swasta
Indonesia
Menaker Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH Seminggu Sekali, Upah Tetap Dibayar Penuh
Adapun ketentuan dalam SE WFH tersebut meliputi upah atau gaji dan hak lainnya tetap dibayarkan sesuai ketentuan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Menaker Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH Seminggu Sekali, Upah Tetap Dibayar Penuh
Berita Foto
Pemerintah Wacanakan WFH Sehari dalam Sepekan bagi Karyawan Swasta
Sejumlah pekerja berjalan saat jam pulang kerja di Pedestrian Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 31 Maret 2026
Pemerintah Wacanakan WFH Sehari dalam Sepekan bagi Karyawan Swasta
Indonesia
Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun
Kelompok yang sebelumnya yakin untuk pensiun jadi memilih untuk tidak pensiun karena melihat perkembangan situasi yang ada saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Februari 2026
Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun
Bagikan