Kesehatan

Yuk, Tidur biar Berat Badan Turun

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 24 Januari 2022
Yuk, Tidur biar Berat Badan Turun

Tidur cukup baik untuk menurunkan berat badan. (unsplash alexagorn)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU bisa mati-matian berdiet dan berolahraga sampai pegal untuk kurus, tapi kalau jadwal tidurmu berantakan, segala usaha itu jadi nihil hasil. Memang tidak banyak yang tahu bahwa ada faktor lain yang bisa membantu untuk penurunan berat badan selain mengatur pola makan dan olaharga. Faktor lain seperti tidur yang cukup dan berbagai kebiasaan lainya nyatanya memiliki peran penting untuk penurunan berat badan.

Tidur yang cukup juga bisa membantu seseorang untuk menurunkan berat badan. Hampir 30 persen-40 persen orang dewasa tidur hanya kurang dari 7 jam setiap malam. Kurang tidur bisa mendorong perubahan suasana hati dan memengaruhi sistem pencernaan tubuh. Kurang tidur juga bisa dikaitkan dengan penambahan berat badan. Orang yang tidur kurang dari 7 jam cenderung mengalami kenaikan berat badan.

Faktanya, jika kamu mencoba menurunkan berat badan, jumlah tidur yang kamu dapatkan sama pentingnya dengan diet dan olahraga yang kamu jalankan. Seperti dilansir Healthline, inilah beberapa alasan kamu perlu memiliki waktu tidur yang cukup agar dapat membantu menurunkan berat badan.

BACA JUGA:

Mau langsing? Yuk Coba Diet Kopi Hitam!


1. Menurunkan Nafsu Makan

makan
Tidur yang cukup bisa menekan rasa lapar. (unsplash thoughtcatalog)


Ketika kamu tidak memiliki waktu tidur yang cukup, tubuh akan membuat lebih banyak hormon glerin dan lebih sedikit leptin. Hal itu kemudian membuat kamu lapar dan nafsu makan menjadi meningkat. Glerin berfungsi memberi sinyal rasa lapar di otak, sedangkan leptin merupakan zat yang dilepaskan dari sel-sel lemak untuk menekan rasa lapar dan memberi sinyal rasa kenyang di otak.

Tidur yang cukup dapat membantu mencegah peningkatan asupan kalori dan nafsu makan yang bisa terjadi saat kamu kurang tidur. Sebuah studi menunjukkan kurang tidur menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam rasa lapar, mengidam makanan, ukuran porsi, dan asupan cokelat dan lemak. Banyak penelitian yang menemukan orang yang kurang tidur memiliki nafsu makan yang meningkat dan asupan kalori harian yang lebih tinggi.


2. Mencegah Ngemil saat Larut Malam

ngemil
Saat tidak tidur di malam hari, seseorang biasanya akan memilih makan. ( pexels Eren Li)


Orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori. Hal itu disebabkan meningkatnya nafsu makan dan keinginan untuk mengasup makanan tinggi kalori dan lemak.


Jika sering begadang, kamu mungkin akan merasakan lapar di beberapa titik antara waktu makan malam dan waktu tidur. Saat tidak bisa tidur, biasanya seseorang cenderung memiliki keinginan untuk mengunyah beberapa makanan atau camilan sambil menonton TV, membaca ataupun mengerjakan sesuatu. Baiknya kamu membatasi asupan makanan 2-3 jam sebelum tidur. Jika kamu lapar, pertimbangkan untuk mengunyah camilan kecil yang kaya protein seperti yogurt atau keju cottage.


3. Tidur Cukup Meningkatkan Aktivitas Fisik

tidur
Tidur cukup akan membuat kamu lebih semangat untuk menjalani aktivitas fisik seharian. ( pexels Michelle Leman)


Tidur dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang erat. Kurang tidur dapat menurunkan aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik dapat menganggu kualitas tidur seseorang. Kurang tidur menyebabkan kelelahan di siang hari, yang kemudian membuat seseorang kurang termotivasi untuk berolahraga dan cenderung menjadi tidak banyak bergerak. Saat masa diet, tentunya kamu memerlukan energi yang cukup untuk berolahraga.

Memiliki waktu tidur yang cukup dapat memotivasi kamu untuk tetap aktif melakukan aktivitas fisik dan meningkatkan kinerja atletik. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kualitas tidur, begitu pula sebaliknya. Keduanya saling berkontribusi untuk penurunan berat badan.

4. Membantu Berpikir Lebih Baik

berpikir
Tidur yang cukup dapat membuatmu berpikir lebih baik. (pexels KoolShooters)

Kurang tidur menyebabkan otak mengubah cara kerja yang dapat memengaruhi pengambilan keputusaan, termasuk untuk keputusan pilihan makanan. Satu penelitian menemukan peserta yang kurang tidur memiliki otak terkait hadiah yang lebih besar setelah melihat gambar makanan berkalori tinggi. Menariknya, mereka juga lebih cenderung membayar lebih untuk makanan daripada mereka yang tidur cukup.

Sebuah studi menunjukkan kurang tidur menyebabkan peningkatan kepekaan bau terhadap makanan berkalori tinggi dan konsumsi makanan yang jauh lebih besar. Kurang tidur juga dapat menyebabkan pilihan makanan yang buruk seperti makanan tinggi kalori, gula, lemak, untuk mengimbangi perasaan kekurangan energi. Oleh karena itu, tidur malam yang cukup sangat membantu kamu untuk membuat pilihan makanan yang sehat.(pid)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan