MerahPutih.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar kompetisi foto dan video 2017. Lomba bertema Infrastruktur PUPR untuk Negeri itu menjanjikan hadiah yang cukup menggiurkan.
"Semua warga negara Indonesia boleh ikut kompetisi ini," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Atmawidjaya di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan tiga kategori Kompetisi Foto dan Video PUPR 2017, yakni pertama, kategori foto berwarna infrastruktur PUPR, di mana juara pertama akan mendapat hadiah uang senilai Rp 20 juta, juara 2 senilai Rp 15 juta, dan juara 3 senilai Rp 10 juta.
Kedua, kategori foto hitam putih infrastruktur PUPR dengan nominal yang sama.
Sedangkan untuk kategori video infrastruktur PUPR (durasi 3-4 menit), juara 1 akan meraih hadiah senilai Rp 30 juta, juara 2 senilai Rp 25 juta, dan juara 3 senilai Rp 20 juta.
Mengenai tujuan Kompetisi Foto dan Video PUPR 2017, dijelaskan bahwa ajang kompetisi fotografi dan videografi itu diselenggarakan untuk mendokumentasikan dan merekam berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Selain itu, menyebarkan manfaat infrastruktur PUPR untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai dan mempertahankan kedaulatan pangan, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta menyediakan perumahan dan infrastruktur permukiman.
“Ini sebagai wadah menghimpun kreativitas sekaligus apresiasi bagi para fotografer dan videografer di Indonesia,” kata Endra.
Ia menjelaskan bagi peminat ajang itu bisa mengisi formulir --termasuk syarat dan ketentuan kompetisi-- yang tersedia di laman https://www.kfvipupr.pu.go.id, dan segera mengirimkannya melalui surat elektronik (email) [email protected] sesuai batas waktu yang telah ditentukan, yakni pada 6 Agustus-7 Oktober 2017.
Dalam ajang itu, katanya, dewan juri yang menilai untuk kompetisi foto adalah Kepala Divisi Museum & Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA) yang juga pendiri organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Oscar Motuloh, Kepala Divisi Foto dan Artistik Media Indonesia Haryanto, dan redaktur foto Majalah TEMPO Ijar Karim.
Dewan juri kompetisi video adalah Wregas Bhanuteja, sutradara film "Prenjak", film pendek terbaik di Semaine de la Critique 2016, Cannes, Prancis dan Citra Award for Best Short Film; Maya Award for Best Short Film 2015.
Selain itu, Dwi Sujanti Nugraheni, pendiri Festival Film Dokumenter Yogyakarta dan pengajar film dokumenter di Jogja Film Academy, serta Kusen Dony, pengajar Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. (*)
Sumber: Antara