Merahputih.com - Mentari pagi baru saja meninggi saat 100 personel gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Satpol PP, PPSU, hingga Gulkarmat Jakarta Pusat mulai mengepung aliran air di depan Plaza Indonesia, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (10/4) pagi.
Bukan mencari harta karun, para petugas gabungan tengah memburu sosok legam bersisik keras penghuni dasar lumpur dalam aksi penangkapan ikan sapu sapu.
Baca juga:
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Operasi pembersihan ini menyasar spesies invasif penghuni Kali Cideng guna memastikan aliran air kembali sehat serta bebas dari gangguan organisme merugikan. Petugas menyisir area tersebut juga sebagai tindak lanjut atas aspirasi warga yang resah akan ledakan populasi ikan invasif.
“Hasilnya 41 ekor ikan sapu sapu berukuran besar berhasil ditangkap,” ujar Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok.
Metode Manusiawi dan Pemusnahan Total
Operasi lapangan tersebut mengedepankan cara penangkapan baik tanpa menyakiti fisik hewan tersebut, namun tetap berorientasi pada pengendalian tuntas.
Keberhasilan aksi di Kali Cideng ini menambah daftar panjang kesuksesan serupa setelah sebelumnya petugas membersihkan area Kali Ciliwung.
Seluruh hasil tangkapan segera dikirim menuju Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPSHP) Dinas KPKP DKI Jakarta.
Petugas memilih metode penguburan sebagai cara pemusnahan karena daya tahan hidup spesies ini sangat tinggi walau tanpa air dalam waktu lama.
“Kami berharap pascapenangkapan ikan sapu sapu di aliran Kali Cideng lebih sehat karena ikan invasif mengganggu ekosistem dan susah dikendalikan,” kata Hasudungan.
Edukasi Larangan Konsumsi Ikan Limbah
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menegaskan bahwa langkah ekstrem pemusnahan ini memuat misi edukasi penting bagi masyarakat.
Ikan sapu-sapu hidup di perairan tercemar menyerap berbagai zat berbahaya dari limbah buangan saluran kota. Mengonsumsi ikan tersebut berisiko fatal bagi kesehatan manusia akibat akumulasi bakteri serta logam berat.
Baca juga:
“Sisa limbah buangan ke Kali Cideng menjadi santapan ikan sapu sapu sehingga jika warga mengkonsumsi ikan ini dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan tubuh,” tutur Arifin.
Pemerintah Kota Jakarta Pusat berjanji akan terus menyisir sungai atau saluran air lain di wilayahnya. Penangkapan serupa bakal kembali digelar guna menekan populasi ikan invasif demi menjaga keseimbangan lingkungan air Jakarta.