Yogyakarta Siapkan Wisata Kesehatan Berbasis Seni dan Budaya
Yogyakarta akan buat wisata sehat. (Foto: Unsplash/Agto Nugroho)
WISATA kesehatan kini menjadi tren baru dalam dunia pariwisata. Menangkap fenomena itu Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah menyiapkan paket wisata kesehatan berbasis kearifan lokal seni dan budaya dengan menggandeng Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (Perkedwi).
Ketua Perkedwi dr Mukti Rahadian menjelaskan konsep wisata kesehatan adalah menciptakan destinasi layanan unggulan kedokteran kesehatan di DIY yang dipadukan dengan paket perjalanan wisata budaya dan seni. Tujuannya agar warga negara yang selama ini bepergian ke luar negeri karena mengakses fasilitas kesehatan dapat mengakses layanan kesehatan di Yogyakarta.
"Kami tengah menyiapkan konsep perjalanan wisata berbasis health tourism di DIY," kata dr Mukti di Yogyakarta, Rabu (19/01).
Baca juga:
Pemda dan Perkedwi akan mengangkat tema wisata bertajuk "Tracing the History of Jamu". Paket wisata kesehatan ini akan menjelajah sejumlah destinasi wisata di Jogja Solo Semarang (Joglosemar) yang dapat memberikan pengalaman bagi wisatawan untuk mengetahui sejarah jamu-jamu tradisional.
Sebagai persiapan awal, pihaknya telah berkordinasi dengan sejumlah rumah sakit yang telah terakreditasi nasional dan internasional untuk menyiapkan layanan kesehatan unggulan yang dapat diakses wisatawan.
Layanan unggulan inilah yang nantinya di-branding dan dipromosikan oleh negara kepada calon wisatawan.
Dalam konsep wisata kesehatan nantinya akan disediakan paket wisata di wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) yang substansinya tetap berfokus pada kesehatan dan sejarah Jamu.
Baca juga:
5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi saat Nonton ke Sirkuit Mandalika
"Jadi orang yang datang akan melakukan medical check up dulu di RS tersebut dan diberikan rekomendasi misalnya tidak boleh makan hidangan tertentu sesuai dengan hasil pemeriksaan. Lalu pasien bisa berwisata tapi dipantau atau ditemani dokter," kata dia.
Mukti mengatakan konsep wisata kesehatan tersebut merupakan bagian implementasi dari program kerja (proker) Perkedwi untuk wilayah DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendukung program pariwisata kesehatan di DIY yang mengedepankan budaya dan kearifan lokal.
Ia menegaskan calon wisatawan untuk tidak takut datang ke Yogyakarta lantaran capaian vaksinasi Covid-19 di wilayahnya telah menyentuh di atas 90 persen. Sultan juga menegaskan health tourism ini tetap akan dijalankan sesuai protokol kesehatan. ( Teresa Ika/Yogyakarta)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar