Headline

YLKI Sebut Kenaikan Tarif Tol Makin Tidak Masuk Akal

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 06 Desember 2017
YLKI Sebut Kenaikan Tarif Tol Makin Tidak Masuk Akal

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi. (Foto: YouTube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Terhitung mulai tanggal 8 Desember mendatang, PT Jasa Marga akan menaikan tarif tol dalam kota. Kenaikan tersebut dinilai tidak masuk akal sebab dengan pemberlakuan e-toll ada sebagian anggaran operasional yang dipangkas.

PT Jasa Marga berencana menaikkan tarif tol dalam kota Jakarta berlaku mulai Jumat (8/12). Kenaikan tarif tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 973/KPTS/M/2017.

Dengan kenaikan tersebut, maka tarif tol dalam kota Jakarta menjadi Rp 9.500 (kendaraan golongan I), Rp 11.500 (golongan II), Rp 15.500 (golongan III), Rp 19.000 (golongan IV) dan Rp 23.000 (golongan V).

Menurut Ketua YKLI Tulus Abadi, kenaikan tarif tol tersebut tidak adil masyarakat sekaligus tidak masuk akal.

"Kenaikan tarif tol dalam kota tidak adil bagi konsumen karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat hanya mempertimbangkan kepentingan operator jalan tol, yaitu aspek inflasi saja," kata Tulus melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Rabu (6/12).

Apalagi, Tulus menilai kenaikan tarif tersebut tidak sejalan dengan kualitas pelayanan jalan tol dan berpotensi melanggar standar pelayanan jalan tol. Kenaikan tarif tol seharusnya diikuti dengan kelancaran lalu-lintas dan kecepatan kendaraan di jalan tol.

"Saat ini fungsi jalan tol justru menjadi sumber kemacetan baru seiring dengan peningkatan volume kendaraan dan rekayasa lalu lintas yang rendah untuk pengendalian kendaraan pribadi," tuturnya.

Karena itu, YLKI mendesak Kementerian untuk memperbaiki dan meningkatkan peraturan tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol. Menurut Tulus Abadi sebagaimana dilansir Antara, selama ini SPM itu tidak pernah diubah dan diperbaiki sehingga menjadi hal yang tidak adil bagi konsumen.

"YLKI juga mendesak Kementerian PUPR untuk transparan dalam hasil audit pemenuhan SPM terhadap operator jalan tol," pungkas Tulus Abadi.(*)

#PT Jasa Marga #Tarif Tol #Ketua Umum Harian YLKI Tulus Abadi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pembangunan Tol Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani Tinggal 2 Persen
Sesuai dengan arahan Gubernur DIY, bahwa pembangunan ruas jalan pada koridor Maguwoharjo sampai Jombor akan dilakukan percepatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Pembangunan Tol Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani Tinggal 2 Persen
Indonesia
Jasa Marga Hadirkan Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek
PT Jasa Marga mulai menyediakan Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek sebagai dukungan terhadap program biodiesel nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Jasa Marga Hadirkan Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek
Indonesia
Jasa Marga Bantah Kabar 28 Gerbang Tol Jakarta Kena Ganjil Genap, Begini Faktanya
Jasa Marga membantah kabar soal 28 gerbang tol di Jakarta kena ganjil genap. Penerapan tersebut tidak diberlakukan di jalan tol.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Jasa Marga Bantah Kabar 28 Gerbang Tol Jakarta Kena Ganjil Genap, Begini Faktanya
Indonesia
Jasa Marga Gaet UMKM Buka Booth di Jakarta Fair 2026, Tuai Apresiasi dari Menteri Maman
Pemberdayaan UMKM merupakan salah satu fokus Jasa Marga dalam menciptakan nilai tambah sosial dan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Jasa Marga Gaet UMKM Buka Booth di Jakarta Fair 2026, Tuai Apresiasi dari Menteri Maman
Indonesia
Kemenkeu Tegaskan PPN Jalan Tol Masih Wacana, Belum Ada Aturan Resmi
Isu PPN jalan tol kini makin menguat. Kementerian Keuangan memastikan, bahwa belum ada aturan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Kemenkeu Tegaskan PPN Jalan Tol Masih Wacana, Belum Ada Aturan Resmi
Indonesia
Mulai Hari Ini, Gerbang Tol Sadang Cipularang Geser Imbas Proyok Tol Japek II
GT Sadang Baru yang telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung transaksi yaitu empat gardu transaksi keluar, empat gardu masuk.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Mulai Hari Ini, Gerbang Tol Sadang Cipularang Geser Imbas Proyok Tol Japek II
Indonesia
Volume Kendaraan Masih Tinggi, Arus Balik Masih Dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek
Berdasarkan data pemantauan Jasa Marga, volume lalu lintas keluar Jakarta mencapai 3,25 juta kendaraan atau meningkat 18,4 persen dibanding kondisi normal dan 2,3 persen dibandingkan Lebaran 2025
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Volume Kendaraan Masih Tinggi, Arus Balik Masih Dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek
Indonesia
Volume Kendaraan Melintas Tol Cikampek Utama Mulai Turun ke Jakarta Mulai Menurun
Pada tanggal 28 dan 29 Maret menjadi perhatian utama yang diproyeksikan menjadi puncak arus balik Lebaran 2026 yang kedua.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 29 Maret 2026
Volume Kendaraan Melintas Tol Cikampek Utama Mulai Turun ke Jakarta Mulai Menurun
Indonesia
Arus Balik Jakarta Membeludak, Skema Contraflow Tol Jakarta-Cikampek KM 70-47 Resmi Berlaku
Selain pengaturan jalur, Jasa Marga menekankan pentingnya kesiapan fisik pengendara dan kelaikan kendaraan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Maret 2026
Arus Balik Jakarta Membeludak, Skema Contraflow Tol Jakarta-Cikampek KM 70-47 Resmi Berlaku
Indonesia
Jasa Marga Catat 1,1 Juta Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta Buat Mudik 2026
Angka tersebut 32 persen dari total proyeksi kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
Jasa Marga Catat 1,1 Juta Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta Buat Mudik 2026
Bagikan