Headline

Yenny Wahid: Perempuan Desa Perlu Tumbuhkan Rasa Percaya Diri

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 11 Februari 2018
Yenny Wahid: Perempuan Desa Perlu Tumbuhkan Rasa Percaya Diri

Direktur Eksekutif Wahid Foundation Yenny Wahid (kanan) bersama Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius dalam sebuah acara di Jakarta baru-baru ini. (Foto damailahindonesiaku)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Perempuan di pedesaan perlu menumbuhkan rasa percaya dirinya agar bisa keluar dari zona nyaman. Hal ini disampaikan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid.

Menurut Putri Sulung Gus Dur itu kaum perempuan mulai melakukan aktivitas yang berbeda dari yang biasa mereka jalani selama ini dengan menggelar Festival Toleransi Rakyat (Peace Festival 2018).

"Mereka harus belajar bahwa untuk meraih sesuatu mereka harus berani keluar dari zona nyaman," kata Yenny dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (10/2).

Kemajuan dan soliditas mereka diharapkan dapat menciptakan iklim yang kondusif hingga perdamaian dapat dimulai dari lingkungan sendiri dan ditularkan ke lingkungan yang lebih luas.

Festival Toleransi Rakyat (Peace Festival 2018) digelar di Gandaria City, Jakarta pada Jumat (8/2). Festival ini dibuka dengan lomba peragaan busana (fashion show) kaum perempuan desa.

Yenny Wahid sebagaimana dilansir Antara mengatakan suasana damai, guyub dan tentram menjadi kebutuhan semua orang baik di kota maupun di desa. Yenny juga menyampaikan bahwa ia sangat mengapresiasi UN Women yang telah mempercayai Wahid Foundation untuk bermitra dengan mereka dalam melakukan upaya-upaya riil menguatkan harkat dan martabat perempuan di tingkat akar rumput.

Sebagai salah satu juri yang pakar dalam dibidang fashion dan industri kreatif, Amy Atmanto memuji Wahid Foundation yang menggabungkan ajang lomba fesyen dengan perdamaian dan kerukunan. "Acara ini sungguh luar biasa," katanya.

Amy mengaku sangat mendukung apa yang dilakukan Wahid Foundation dalam pemberdayaan perempuan Indonesia yang kuat dan tangguh.

"Saya lihat core-nya adalah perdamaian dalam lingkup mikro ekonomi dan industri kreatif. Semangat untuk menumbuhkan industri kreatif untuk perempuan berdaya yang memberdayakan lingkungan dan untuk tujuan damai, itu sangat luar biasa," ujarnya.

Amy yakin kegiatan Wahid Foundation kian baik dari waktu ke waktu. Hasil-hasil pelatihan yayasan ini, menurut Amy, bisa dijual.

"Ke depan saya rasa orang di daerah tidak lagi dalam bayangan kita sebagai ibu-ibu yang tertinggal. Mungkin saat ini mereka beginner (pemula) tapi suatu saat mereka akan ke tahap advance (lanjut)," kata Amy.

Para juri dalam ajang unjuk busana ini adalah Amy Atmanto - Designer dan Pembina Industri Kreatif pemilik Rumah Internet Atmanto (RIAT) untuk disabilitas, Olga Lidya model dan artis , Nia Dinata - sutradara dan Ai Syarif - fashion expert Femina Group.

Setelah melalui proses penjurian yang cukup menegangkan, akhirnya para juri sepakat menetapkan para jawara. Qoriatul Azizah, asal Batu, Malang, Jawa Timur berhasil meraih juara pertama.(*)

#Yenny Wahid #Aktivis Perempuan #Toleransi Umat Beragama
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Ingatkan Janji Gubernur Pramono soal Toleransi Beragama, Soroti Jemaat HKBP Ciganjur yang masih Kesulitan Ibadah
Jakarta yang sebagai ibu kota harusnya menjadi contoh bagaimana kehidupan toleran dijalankan.
Dwi Astarini - Kamis, 09 April 2026
DPRD DKI Ingatkan Janji Gubernur Pramono soal Toleransi Beragama, Soroti Jemaat HKBP Ciganjur yang masih Kesulitan Ibadah
Tradisi
Tradisi Ngejot di Bali: Cara Warga Berbagi Makanan dan Menjaga Toleransi saat Ramadan
Tradisi Ngejot di Bali menjadi simbol toleransi antarumat beragama saat Ramadan. Warga berbagi makanan kepada tetangga sebagai bentuk silaturahmi dan kebersamaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tradisi Ngejot di Bali: Cara Warga Berbagi Makanan dan Menjaga Toleransi saat Ramadan
Indonesia
Janji Kebut Izin Pembangunan Rumah Ibadah Semua Agama, Menag Singgung Teladan Nabi
Kisah Nabi Muhammad SAW saat berada di Madinah memerintahkan agar pembangunan rumah ibadah umat lain yang mangkrak karena kendala biaya tetap dilanjutkan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Janji Kebut Izin Pembangunan Rumah Ibadah Semua Agama, Menag Singgung Teladan Nabi
Olahraga
Skill Dewa Atlet Panjat Tebing Indonesia Bikin Negara Tetangga Ngiler Ingin Naturalisasi
Yenny mensyukuri loyalitas para atlet yang hingga kini masih memilih bertahan membela Merah Putih
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Januari 2026
Skill Dewa Atlet Panjat Tebing Indonesia Bikin Negara Tetangga Ngiler Ingin Naturalisasi
Indonesia
Yenny Wahid Tidak Bisa Menerima jika Ditawari Jabatan Komisaris BUMD DKI
"Nggak bisa. Karena komisaris bank itu ada pembatasan. Jadi ya sudah jelas," kata putri Gus Dur itu.
Frengky Aruan - Jumat, 22 Agustus 2025
Yenny Wahid Tidak Bisa Menerima jika Ditawari Jabatan Komisaris BUMD DKI
Indonesia
Polri Harus Menjadi Sahabat Umat Beragama, Tanda Negara Hadir Melalui Sentuhan Kemanusiaan
Polri bukan hanya menjadi penjaga keamanan, namun juga sahabat umat dalam keseharian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 14 Juli 2025
Polri Harus Menjadi Sahabat Umat Beragama, Tanda Negara Hadir Melalui Sentuhan Kemanusiaan
Indonesia
Menteri Agama RI Diminta Datang ke New York, Sebut Pemerintah AS Ingin Tiru soal Nilai Toleransi di Indonesia
Menag Nasaruddin Umar beberkan agenda di New York, AS.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Mei 2025
Menteri Agama RI Diminta Datang ke New York, Sebut Pemerintah AS Ingin Tiru soal Nilai Toleransi di Indonesia
Indonesia
Polarisasi Agama bisa Memecah Belah Masyarakat, Spiritualitas Universal Layak Jadi Kurikulum di Kampus
Dapat menumbuhkan generasi yang bukan hanya pintar secara akademik.
Dwi Astarini - Selasa, 15 April 2025
Polarisasi Agama bisa Memecah Belah Masyarakat, Spiritualitas Universal Layak Jadi Kurikulum di Kampus
Indonesia
Anak Gus Dur Tegaskan Muktamar Luar Biasa Hanya akan Memecah Belah NU
Yenny berharap siapapun yang mendalangi wacana dan gerakan MLB NU mengurungkan niatnya
Angga Yudha Pratama - Senin, 23 Desember 2024
Anak Gus Dur Tegaskan Muktamar Luar Biasa Hanya akan Memecah Belah NU
Indonesia
Respons Putri Gus Dur Saat Tahu Ayahnya Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Generasi-generasi ke depannya belajar
Angga Yudha Pratama - Senin, 23 Desember 2024
Respons Putri Gus Dur Saat Tahu Ayahnya Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Bagikan