Wow, Semua Warga Komplek Ini Punya Pesawat di Garasi
The real komplek 'sultan', di komplek ini setiap penghuni memiliki pesawat di garasinya (foto: instagram @nonaairpark)
SEBUAH komplek perumahan dengan jajaran mobil mewah di garasi mungkin sudah biasa, tapi bagaimana bila ada sebuah komplek setiap warganya punya pesawat yang terparkir di garasi?.
Komplek tersebut ialah Airpark, sebuah lingkungan perumahan yang dirancang khusus untuk orang-orang yang memiliki pesawat ringan sendiri, dan ingin tetap memarkirkan pesawat di garasi rumahnya.
Baca Juga:
Rata-rata warga di komplek tersebut memiliki pesawat pribadi, karena desain rumah di komplek itu dibuat untuk parkir pesawat.
Ada sekitar 650 Airpark di seluruh dunia. Menariknya, Airpark memiliki landasan pacu bersama yang bisa digunakan para penghuninya.
Kendati Airpark cukup banyak, tapi masih sedikit orang yang mengetahui bahwa ada komplek perumahan yang ditinggali oleh orang-orang yang memiliki pesawat pribadi, dan memarkirkan di garasi rumahnya.
Untuk bisa tinggal di salah satu pemukiman Airpark, tentunya kamu harus memiliki persiapan matang, khususnya persiapan dana yang cukup banyak.
Seperti yang dilansir dari laman odditycentral, situs jual beli real estate, Zillow, menyebutkan bahwa sala hsatu properti di airpark Cameron Airpark Estates di California, Amerika Serikat, dijual senilai US$1,5 juta atau sekitar Rp21 miliar.
Perbedaan Airpark dengan komplek pemukiman lainnya, yakni memiliki halaman dan garasi yang sangat luas. Sebagian besar properti di pemukiman itu, biasanya memiliki paling tidak satu unit pesawat pribadi.
Adapun ukuran garasinya hampir sama dengan ukuran hangar kecil di bandara. Kemudian, jalannya pun cukup lebar untuk menyesuaikan dengan lebar sayap pesawat ringan.
Baca Juga:
Boeing Targetkan Pesawat Berbahan Bakar Berkelanjutan di 2030
Menariknya, ada sejumlah beberapa Airpark yang memiliki jalan yang lebih lebar dibanding landasan pacu bersama dari Airpark tersebut. Lebar jalan sengaja dirancang agar pesawat bisa berpapasan atau melewati satu sama lain dengan aman.
Kemudian, rambu-rambu di jalan serta kotak surat pun ditempatkan sangat rendah dengan tanah, hal itu guna menghindari diserempet sayap pesawat terbang.
Selain itu, Airpark pun memfasilitasi orang-orang yang memiliki pesawat pribadi dan ingin mengoperasikan pesawat mereka sebebas mungkin.
Bila ingin bepergian dengan pesawatnya, para penghuni Airpark biasanya hanya perlu naik kokpit pesawatnya, menyalakan mesin, mengemudikan ke landasan pacu, kemudian menerbangkannya. Penghuni yang tinggal di Airpark tak perlu repot-repot menggunakan bandara untuk menerbangkan pesawatnya.
Komplek perumahan tersebut kabarnya dipenuhi oleh sejumlah pilot serta para 'sultan' yang menyukai pesawat terbang.
Menurut Insider Megazine, ada sekitar 50% komunitas mereka yang terdiri dari penggemar mobil yang menyukai garasi ekstra besar.
Karena, mereka bisa memuat seluruh koleksi mobil mereka di dalamnya. Tak sedikit dari para kolektor mobil tersebut yang mengeluh lantaran kebisingan pesawat, tapi mereka tetap menjadi komunitas yang erat. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Geger Tukang Es Gabus Spons Ngaku Dipukul, Polda Metro Jaya Bongkar Fakta Asli Bhabinkamtibmas
Lirik Lagu “Gong Xi Gong Xi” yang Selalu Mengiringi Perayaan Imlek
Polisi Temukan Tabung Pink dan Bercak Darah di Apartemen Lula Lahfah
Pedagang Es Gabus Terima Bantuan TNI usai Difitnah Pakai Spons, Dapat Kulkas hingga Dispenser
Polisi Ungkap Alasan Lepas Pasutri Viral yang Pukul Pengendara Motor di Palmerah, Identitas 'Pak Joko' Perlahan Mulai Terendus
Komisi III DPR Desak Kasus Jambret Mati Karena Dikejar Hogi Minaya Dihentikan, Bukan Restorative Justice
Buntut Kasus Es Gabus Viral di Medsos, Kapolres Jakpus Perketat Pembinaan Bhabinkamtibmas
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Abu Rokok Kena Orang, Disiram Air Malah Ngamuk: Pasutri di Palmerah Lupa Pakai Helm Tapi Ingat Cara Memaki dan Memukul
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif