WNA Korsel Gantung Diri di Kamar Hotel Solo, Sempat Dikira Positif Corona

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 01 Maret 2020
WNA Korsel Gantung Diri di Kamar Hotel Solo, Sempat Dikira Positif Corona

Kapolresta Surakarta, Kombes Andy Rifai (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang WNA Korea Selatan (Korsel) atas nama Jung Eun Hee (57) bunuh diri di salah satu hotel di Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/2). Jung nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi terinfeksi virus corona.

Hal itu didasari dari temuan surat wasiat berbahasa korea yang ditemukan Polresta Surakarta di kamar hotel tempat Jung bunuh diri.

Baca Juga:

Tanggulangi Corona, Pemerintah Hong Kong Perpanjang Penutupan Sekolah

Informasi dihimpun Merahputih.com, peristiwa tersebut bermula saat petugas hotel mengetuk pintu kamar No 611 yang ditempati, Jung, pada Minggu (23/2) pukul 14.00 WIB. Korban dicurigai karena sejak pagi tidak keluar dari kamarnya untuk makan.

Saat pintu kamar diketuk, Jung tidak merespon. Petugas hotel membuka pintu kamar hotel yang tidak dikunci dari dalam. Petugas kaget melihat, Jung sudah dalam kondisi meninggal dunia gantung diri di kamar mandi. Kejadian tersebut langsung di laporkan ke Polsek Pasar Kliwon, Solo. Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Deerah (RSUD) dr Moewardi Solo, Jawa Tengah.

Rumah Sakit Umum Deerah (RSUD) dr Moewardi Solo, Jawa Tengah (MP/Ismail)

Kapolresta Surakarta, Kombes Andy Rifai membenarkan adanya kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan pihak RSUD dr Moewardi Solo negatif virus corona atau COVID-19.

"Memang benar ada kejadian itu. Peristiwa terjadi pada tanggal 23 Februari lalu. Hasil pemeriksaan kejadian Ini murni bunuh diri. Korban juga negatif virus corona," kata Andy kepada Merahputih.com, Minggu (1/3).

Baca Juga:

MWC 2020 Resmi Dibatalkan Akibat Wabah Virus Corona

Hasil autopsi di rumah sakit tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Jenazah juga sudah diambil dari kedubes Korea Selatan untuk dibawa ke negara asal melalui Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/2). (Ism)

#Bunuh Diri #Bom Bunuh Diri #Aksi Bunuh Diri #Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bagikan