Wisata Low Budget, Tren di Kalangan Milenial

Muchammad YaniMuchammad Yani - Minggu, 07 Juli 2019
Wisata Low Budget, Tren di Kalangan Milenial

Wisata minim budget (Sumber: Pixabay/SplitShire)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT ini melakukan berjalanan wisata tidak lagi terdengar mewah. Hal itu karena siapapun bisa berwisata ke luar daerah dengan biaya murah dan sudah mencangkub akomodasi dan transportasi. Tren tersebut biasa disebut 'budget travel'.

Bagi milenial, melakukan perjalanan wisata dengan spot menatir dan instagenic adalah gaya hidup. Biasanya, wisatawan milenial akan mencari destinasi petualangan, eksplorasi dan perjalanan darat.

Wisata minim budget populer kalangan milenial karena mereka biasanya belum kuat secara finansial namun punya banyak waktu. Tren 'budget travel' pada akhirnya membentuk tren ekonomi digital dimana kenang-kenangan dan petualangan mengalahkan barang-barang bermerek.

Perencanaan itu sangat penting

Perencanaan sangat penting (Sumber: Pixabay/rawpixel)
Perencanaan sangat penting (Sumber: Pixabay/rawpixel)

Dilansir dari Antaranews, Minggu (7/7) Travel Blogger, Famega Syavira Putri, mengatakan kalau perencanaan sangatlah penting untuk melakukan wisata low budget. Perencanaan ini juga termasuk riset rute perjalanan dan persiapan dokumentasi. Terutama jika ingin berwisata ke luar negeri.

Dengan melakukan riset rute perjalanan, maka kamu bisa melakukan pemilihan moda transportasi hingga tempat menginap Fame, panggilan akrabnya menilai kalau perjalanan darat relatif lebih murah dibandingkan melakukan perjalanan udara.

Soal penginapan, biasanya Fame memilih menginap di motel atau homestay. Saat ini banyak warga di lokasi wisata yang menjadikan rumah mereka sebagai penginapan. Namun, jangan sampai karena ingin mendapatkan harga murah, kamu melupakan faktor lain yakni kenyamanan dan keamanan dalam menginap.

Dukungan teknologi

Didukung teknologi (Sumber: Pixabay/DariuszSankowski)
Didukung teknologi (Sumber: Pixabay/DariuszSankowski)

Perkembangan zaman yang sangat pesat membuat wisata low budget lebih mudah. Banyak platform digital untuk membantu mengatur itu semua. Dengan berselancar di telepon pintar, kamu dengan mudah membuat rencana perjalanan seperti memesan tiket perjalanan, kamar dan tiket masuk lokasi wisata.

Misalnya saja perusahaan bernama Airy. Di sana kamu akan mudah melakukan pencarian kamar bagi wisatawan di Indonesia. Airy gencar melakukan kerjasama dengan hotel dan penginapan berbiaya murah dari sejumlah daerah untuk segi pemasaran.

"Banyak orang dengan 'budget' minimum ingin melakukan perjalan wisata. Artinya, mereka 'traveling' tidak mencari hotel mewah, kita membantu pemasaran homestay atau hotel budget di daerah," kata Vise President Commercial Airy, Viko Gara.

Wisata menjadi kebutuhan

Menjadi kebutuhan (Sumber: Pixabay/freephotocc)
Menjadi kebutuhan (Sumber: Pixabay/freephotocc)

Bukan hanya sebagai gaya hidup, wisata juga sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indoensia. Setiap tahunnya perkembangan pariwisata terus tumbuh. Berdasarkan data BPS, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara sejak 2002 hingga 2018 mengalami peningkatan.

Selama 2018 orang-orang yang melakukan perjalanan wisata didominasi kaum muda. Wisatawan usia 15 tahun porsinya mencapai 24,2 persen dan cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara kelompok usia 25 hingga 34 tahun mencapai 15,3 persen.

#Wisata #Traveling
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Fun
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Survei SiteMinder 2026 mencatat 59% wisatawan RI menginginkan layanan hotel berbasis AI untuk pengalaman menginap lebih efisien.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Bagikan