Wiranto Sebut Demo Pengepungan Bawaslu Melanggar Hukum
Menko Polhukam Wiranto ditemui di Kantor Presiden usai rapat terbatas pada Senin (22/4/2019). (Bayu Prasetyo/Antaranews)
MerahPutih.com - Menkopolhukam, Wiranto menilai rencana aksi mengepung Komisi Pemilihan Umum, Bawaslu, DPR, dan Istana adalah tindakan yang tak dibenarkan. Bahkan cenderung melanggar hukum.
Ia menyebut, aksi itu adalah suatu kejahatan yang serius yang mengancam kedaultan negara.
Baca Juga:
Wiranto: Timbulkan Ketakutan, Hoaks Merupakan Tindakan Teror
Geram, Wiranto Sindir Prabowo soal Pengalaman dan Dedikasinya untuk TNI
"Maka, siapapun yang melakukan itu harus bertanggung jawab dan akan mendapatkan hukuman yang cukup berat. Jadi saya ulangi, untuk mengepung KPU, Bawaslu, Istana, DPR itu sekali lagi tindakan keliru dan melanggar hukum," katanya di Jakarta, Selasa (21/5).
Wiranto melanjutkan, yang bertanggung jawab siapa harus menanggung akibatnya berhadapan hukum dan akan mendapatkan hukuman cukup berat.
"Pemerintah meminta agar rencana itu dibatalkan saja karena akan menodai proses demokrasi. Dan pada akhirnya nanti rakyat akan menjadi korban mengganggu lalu lintas, mengganggu ekonomi rakyat," ungkap Wiranto.
Pihaknya, lanjut Wiranto, akan konsisten bersikap tegas tanpa pandang bulu untuk menindak siapapun yang nyata-nyata melanggar hukum.
"Pemanggilan dan penangkapan tokoh yang terindikasi melanggar hukum akan terus dilakukan. Ini saya sampaikan bukan tindakan sewenang-wenang dari pemerintah, bukan," pungkasnya. (Knu)
Baca Juga: Butuh Keajaiban, Petinggi Hanura Bilang Wiranto Jahat
Bagikan
Berita Terkait
Pemakaman Istri di Karanganyar, Wiranto Turun Langsung ke Liang Lahat
Jokowi Melayat Istri Wiranto di Lanud Adi Soemarmo tidak Ikut ke Lokasi Pemakaman
Jenderal Wiranto Berduka, Istrinya Tutup Usia Dimakamkan di Solo Hari Ini
Aksi Mahasiswa Gelar Rapat Dengar Pendapat Warga di Gedung DPR Jakarta
Demo Ojol 17 September 2025 di Istana dan DPR, Massa Tuntut Pencopotan Menteri Perhubungan
Kondisi Nepal Memanas akibat Kerusuhan, Kemlu Jamin 134 WNI Tak Ada yang Jadi Korban
DPRD DKI Awasi Perbaikan Fasilitas Rusak Akibat Kericuhan, Pastikan Tak Melenceng dari Tenggat Waktu
Pelaku Aksi Anarkis Terbukti Pakai Narkoba sebelum Merusuh saat Demonstrasi, Polisi: Untuk Tambah Motivasi dan Hilangkan Rasa Takut
Polisi Tembaki Kampus Unpas - Unisba dengan Gas Air Mata, Ketua Komisi X DPR: Kami Sangat Menyesalkan Terjadinya Aksi Kekerasan
Bagikan Mawar Putih dan Pink untuk Polisi hingga Tentara, Ojol: Kami Tak Mau Diprovokasi Lagi