Wiranto: Indonesia-Myanmar Perlu Perdalam Hubungan Bilateral

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 04 Januari 2018
Wiranto: Indonesia-Myanmar Perlu Perdalam Hubungan Bilateral

Menko Polhukam Wiranto. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menilai Indonesia dan Myanmar perlu memperdalam hubungan bilateral dalam sektor-sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan ke depan.

"Dari kunjungan saya ke Naypyidaw bulan lalu, saya menyadari bahwa Indonesia dan Myanmar perlu memperdalam hubungan bilateral dalam beberapa sektor seperti pertanian, industri, peternakan, tekstil, manufaktur, dan produk makanan," ujar Wiranto dalam Peringatan Hari Kemerdekaan Myanmar yang ke-70 di Jakarta, Kamis (4/1) malam.

Mewakili pemerintah dan masyarakat Indonesia, Wiranto mengucapkan selamat atas Peringatan Hari Kemerdekaan Myanmar yang ke-70 serta berharap pemerintah dan rakyat Myanmar berbahagia, sukses, dan sejahtera.

Wiranto mengatakan, Indonesia dan Myanmar memiliki hubungan pertemanan yang lama serta saling menguntungkan selama bertahun-tahun.

"Myanmar pun merupakan rekan Indonesia dalam berbagai bidang, juga rekan sesama anggota ASEAN," katanya.

Selain hubungan bilateral, kata Wiranto, kedua negara juga bekerja sama di bidang keamanan, khususnya dalam hal melawan perdagangan manusia.

"Pemerintah Indonesia memfasilitasi institusi untuk mencapai target perlawanan terhadap perdagangan manusia dengan memberikan bantuan melalui Kedutaan Myanmar," ucap Wiranto.

Pemerintah Indonesia, kata dia, juga bekerja sama dengan Pemerintah Myanmar dalam mengatasi situasi di Rakhine, di antaranya membangun sekolah dan rumah sakit serta menyediakan pendampingan kemanusiaan.

Indonesia mendukung Myanmar untuk memaksimalkan potensi kekuatannya, tidak hanya untuk rakyat, melainkan juga untuk ASEAN dan dunia.

"Bersama anggota ASEAN kita perlu terus memainkan peran yang signifikan dalam mengeratkan komunitas ASEAN, bersama kita bangun ASEAN yang lebih kuat," katanya. (*)

#Wiranto #Menkopolhukam #Myanmar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ada Kericuhan di Aceh dan Papua Tengah, Menko Polkam Ingatkan Simbol Negara Wajib Dihormati
Kemenko Polkam juga mengoordinasikan langkah bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait untuk mencegah eskalasi
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Ada Kericuhan di Aceh dan Papua Tengah, Menko Polkam Ingatkan Simbol Negara Wajib Dihormati
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Kementerian Luar Negeri mengungkap dua WNI berinisial AE dan S diduga disandera di Myanmar dengan tuntutan tebusan Rp 200 juta.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Dunia
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dua kapal pengungsi Rohingya tenggelam di Myanmar. UNHCR dan IOM menduga lebih dari 500 orang tewas. Mayoritas berasal dari Cox’s Bazar, Bangladesh.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dunia
Ledakan Dahsyat Gudang Peledak Myanmar Tewaskan 45 Orang, Warga Diimbau Donorkan Darah
Lokasi ledakan berada sekitar 3 kilometer di selatan perbatasan China yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), kelompok bersenjata yang memperjuangkan otonomi di Myanmar.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Ledakan Dahsyat Gudang Peledak Myanmar Tewaskan 45 Orang, Warga Diimbau Donorkan Darah
Dunia
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Lokasi Dirahasiakan Junta Myanmar
Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Lokasi Dirahasiakan Junta Myanmar
Indonesia
ASEAN Sambut Rencana Myanmar Lepaskan Tahanan Politik
SEAN hanya mencatat bahwa Myanmar telah menggelar pemilu bertahap hingga Januari yang menempatkan mantan kepala militer Min Aung Hlaing sebagai presiden.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
ASEAN Sambut Rencana Myanmar Lepaskan Tahanan Politik
Indonesia
43.363 Orang Berencana Berangkat Umrah, Pemerintah Minta Ditunda
Calon jemaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji pada 18 April 2026 berjumlah 43.363 orang yang berasal dari 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Maret 2026
43.363 Orang Berencana Berangkat Umrah, Pemerintah Minta Ditunda
Indonesia
Wiranto Sebut Mendiang Try Sutrisno Layak Disebut Negarawan Sejati, Taat Konstitusi
Try Sutrisno merupakan figur yang selalu memikirkan langkah terbaik untuk masyarakat selama menjalankan tugas kenegaraan.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Wiranto Sebut Mendiang Try Sutrisno Layak Disebut Negarawan Sejati, Taat Konstitusi
Dunia
Keluarga Geng Judol China Minta Maaf Sebelum Dieksekusi Mati di Myanmar
11 terdakwa dari keluarga Ming dan 4 terdakwa dari keluarga Bai dijatuhi hukuman mati sejak 2025. Eksekusi mati mereka dilakukan akhir Januari 2026 lalu.
Wisnu Cipto - Kamis, 12 Februari 2026
Keluarga Geng Judol China Minta Maaf Sebelum Dieksekusi Mati di Myanmar
Berita
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Parlemen Myanmar, yang terdiri atas dua majelis, memiliki jumlah total kursi sebanyak 664, tetapi dengan 25 persen kursi dialokasikan untuk perwira militer.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 31 Januari 2026
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Bagikan