Kesehatan

Waspada Santan dan Lemak Tinggi Setelah Libur Lebaran

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 11 Mei 2022
Waspada Santan dan Lemak Tinggi Setelah Libur Lebaran

Kurangi konsumsi makanan bersanta dan berlemak tinggi setelah libur lebaran (Foto: instagram @brambangrawit)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

IDUL Fitri tahun ini sudah berlalu. Yuk jaga lagi pola makan sehat kamu. Tentu selama Lebaran perut kamu sudah kenyang dengan makanan lezat tinggi lemak dan bersantan. Ketupat sayur, opor ayam, rendang, hingga gulai kambing jadi santapan wajib ketika merayakan hari kemenangan.

Nah, menurut ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Fitri Hudayani, makanan tinggi lemak dapat menyebabkan stamina tubuh menurun, hingga membuat kamu menjadi mudah lelah.

Baca Juga:

Lebaran Timbangan Naik? Ini Daftar Minuman Sehat Penurun Berat Badan

Konsumsi makanan bersantan dan berlemak tinggi harus dikurangi setelah lebaran (Foto: pixabay/sharonang)


Selain makanan bersantan, Fitri juga menyatakan bahwa sejumlah makanan lain bisa membuat badan kamu cepat lemas. Seperti halnya makanan digoreng yang juga menjadi menu wajib berbuka puasa selama sebulan kemarin. Oleh karena itu, setelah libur lebaran, batasi kembali asupan makanan-makanan tersebut.

"Makanan yang harus dibatasi adalah makanan yang mengandung tinggi lemak misalnya gorengan, makanan bersantan, makanan berlemak terutama apabila makanan selama libur lebaran memang makanan yang mengandung lemak tinggi," ujar Fitri seperti yang dikutip dari laman Antara.

Selain membuat tubuh kamu mudah lelah, sejumlah makanan tersebut pun bisa memicu penyakit bagi tubuh. Dari mulai hipertensi, diabetes, hingga lemak tubuh tinggi. Fitri juga menyarankan agar kamu tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan serta minuman yang mengandung gula dan tinggi garam.

Baca Juga:

Pentingnya Makanan yang Mengandung Antioksidan Bagi Kesehatan Kulit

Selain menjaga pola makan, olahraga rutin juga penting untuk kebugaran tubuh (Foto: pixabay/pexels)

Setelah pulang dari mudik lebaran, Fitri pun menyarankan kamu untuk mengatur konsumsi kafein. Apabila terlalu banyak mengonsumsi kafein, bisa menggangu proses istirahat. Istirahat jadi tidak maksimal dan hasilnya tubuh lemas serta kurang bertenaga. "Batasi juga konsumsi kafein karena dapat mengganggu proses istirahat misalnya dengan hilangnya rasa kantuk sehingga durasi tidur menjadi berkurang," ujar Fitri.

Kemudian, yang tak kalah penting Fitri menyarankan agar kamu memulai olahraga rutin. Mengolah tubuh secara teratur dan konsisten dapat membantu pembakaran kelebihan konsumsi energi yang lebih, serta menjaga tubuh tetap bugar setelah libur lebaran. (ryn)

Baca Juga:

Pentingnya Asupan Protein Pada Menu Makanan Lansia

#Kesehatan #Makanan Bersantan
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan