Pentingnya Makanan yang Mengandung Antioksidan Bagi Kesehatan Kulit

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Sabtu, 28 Agustus 2021
Pentingnya Makanan yang Mengandung Antioksidan Bagi Kesehatan Kulit

Makanan yang mengandung antioksidan sangat mudah didapat (Foto: pixabay/ritaE)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAHAN makanan yang mengandung antioksidan rupanya sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Hal tersebut dipaparkan oleh Dokter Arti Indira, spesialis gizi klinik lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Menurut Dokter Arti, beberapa makanan yang mengandung antioksidan sangat mudah didapat di Indonesia. Jadi tidak perlu mencari makanan yang susah didapat.

Baca Juga:

Pentingnya Bangun Pagi Untuk Kesehatan Mental

"Tidak perlu cari makanan yang susah-susah ya, karena antioksidan ini ada di banyak bahan makanan asal Indonesia juga. Seperti nanas, jeruk, dan sayuran hijau. Tidak perlu harus cari golongan berries, soalnya kan agak susah," ujar Dokter Arti, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Sangat mudah mencari makanan yang mengadung antioksidan (Foto: pixabay/domokus)

Selain itu, Dokter arti juga menambahkan, bahwa antioksidan alami biasanya terdapat pada makanan yang mengandung vitamin A, Vitamin C serta Vitamin E

Sementara itu, Nutrisi yang baik untuk kulit pun ada pada bahan yang mengandung polifenol seperti golongan teh, yaitu teh hitam atau teh hijau.

Dokter Arti menyampaikan, tidak perlu ketat atau bingung dalam mencarinya, karena itu ada dikonsumsi makanan sehari-hari.

Sedikit informasi, Antioksidan sendiri merupakan zat baik bagi tubuh, lantaran bisa menangkal partikel radikal bebas, yang kerap kali merusak sel-sel tubuh bahkan DNA, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit kronis.

Baca Juga:

Mengenal 'Zoom Fatigue' dan Bahayanya bagi Kesehatan Mental

Tak hanya itu, radikal bebas pun mengincar serta merusak kesehatan kulit. Maka tak heran bila banyak ditemukan orang yang kekurangan antioksidan mengalami kondisi penuaan dini, memiliki kulit yang kusam dan terlihat tidak sehat.

Hindari kebiasaan minum minuman keras dan merokok (Foto: pixabay/pixel2013)

Namun, apabila mengonsumsi rutin antioksidan, maka kamu bisa memperkecil potensi terpapar radikal bebas. Untuk lebih maksimal, kamu harus menghindari kebiasaan minum-minuman keras, merokok serta yang menjadi sumber partikel radikal bebas lainnya.

Selanjutnya, selain menjaga tubuh agar bisa terlindungi lewat antioksidan alami, kamu pun bisa menjaga kesehatan kulit, dengan menggunakan rangkaian perawatan kulit maupun skin care yang mengandung antioksidan tinggi.

Seperti halnya serum retinol atau vitamin C, yang bisa bermanfaat agar kulit kamu dapat terlindungi maksimal, dan bisa menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar. (Ryn)

Baca Juga:

Tips Membedakan Rasa Sedih Biasa dan Gangguan Mental

#Kesehatan #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan