Waspada! Sticker Happy Family Di Belakang Mobil Dapat Memicu Tindak Kriminal

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 19 November 2014
Waspada! Sticker Happy Family Di Belakang Mobil Dapat Memicu Tindak Kriminal

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kriminal - Saat ini sticker Happy Family yang biasa di pasang di kaca belakang mobil memang tengah trend khususnya bagi para pengguna kendaraan roda empat di Ibukota. Namun siapa sangka jika sticker yang di tempel untuk menghiasi mobil keluarga agar telihat unik, alih-alih dapat memicu tindakan kriminal pada pengguna sticker tersebut.

Mungkin anda heran mengapa sticker tersebut dapat memicu tindak kejahatan. Hal tersebut karena secara tak langsung dalam sticker itu anda sudah menyebutkan identitas keluarga anda, dari mulai ayah, ibu, dan anak.

Saat ini memang banyak sekali modus penipuan ataupun penculikan anak dengan mengatasnamakan pihak keluarga demi melancarkan aksi kejahatan. Nah contoh kasus yang mungkin terjadi pada pemiliki sticker Happy Family yaitu, awalnya ketika melihat sticker tersebut pada kaca belakang mobil anda, si pelaku kejahatan secara diam-diam akan membututi kemanapun anda pergi, entah ke sekolah anak anda hingga kerumah anda. Setelah si pelaku kejahatan tau tentang informasi sekolah anak dan jam pulang sekolah anak anda. Maka dengan segala akal bulusnya si pelaku kejahatan tersebut menjelma menjadi pihak keluarga gadungan untuk menculik anak tersebut dengan alasan menjemputnya disekolah karena ibu atau ayah anak tersebut berhalangan untuk menjemputnya. Nah kelancaran aksi kejahatannya tersebut lantaran si pelaku kejahatan telah memiliki informasi tentang nama-nama keluarga dari anak tersebut dari mulai ayah, ibu, adik, hingga kakaknya, untuk meyakinkan si anak.

Kasus lain yang mungkin terjadi akibat Sticker Happy Family yaitu kasus teror terhadap keluarga si pemilik sticker tersebut. Hal ini dapat dilakukan oleh para orang-orang disekeliling anda yang kesal ataupun dendam pada anda hingga melakukan teror melalui telepon rumah ataupun dari ponsel anda. Awal mula si pelaku teror tak sengaja melihat sticker Happy Family yang ada di kaca belakang mobil anda, namun hal itu merupakan informasi yang sangat penting bagi si pelaku teror karena telah mendapat informasi tentang nama-nama keluarga anda. Setelah itu si pelaku teror pun akan memantau seluruh kegiatan anda dan juga anak-anak anda. Nah disaat anda sedang terpisah dari anak anda yang sedang bermain atau berada diluar rumah, si pelaku teror pun langsung melancarkan aksinya, dengan menelpon ke ponsel anda ataupun ke telpon rumah anda dengan mengabarkan informasi palsu, misalnya anak anda dikabarkan mengalami kecelakaan dan kini berada di sebuah rumah sakit, atau anak anda dikabarkan telah meninggal dunia. Dengan adanya teror tersebut, orang tua mana yang tak panik jika mendengar kabar anaknya mengalami kecelakaan atau meninggal dunia.

Nah melihat fenomena ini, ada baiknya bagi anda yang sudah terlanjur menempel sticker tersebut, untuk menghilangkan nama identitas keluarga anda di sticker Happy Family tersebut, demi menghindari tindak kejahatan yang dapat terjadi pada anda kapanpun dan dimanapun. Lalu bagi anda yang ingin mengikuti trend menempel sticker Happy Family di kaca belakang mobil , sebaiknya anda berpikir matang-matang sebelum melakukannya, karena keluarga merupakan harta yang paling berharga.

 

Foto : Kaskus

 

 

 

 

#Kriminal
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Polresta Solo Tangkap 3 Pelaku Teror Pocong, Minta Maaf Telah Bikin Gaduh
Sebelumnya, viral video teror pocong berdurasi 30 detik gegerkan warga Solo.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Polresta Solo Tangkap 3 Pelaku Teror Pocong, Minta Maaf Telah Bikin Gaduh
Indonesia
Begal Marak di Jakarta, Pemprov DKI Harus Ikut Bertindak
Masalah begal ini menyangkut banyak hal, mulai dari keamanan masyarakat sampai dengan citra Jakarta yang berambisi menjadi kota global.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Begal Marak di Jakarta, Pemprov DKI Harus Ikut Bertindak
Indonesia
Polisi Ungkap Penyekapan Anak di Jakut, Ratusan Cartridge Etomidate Ikut Disita
Petugas mendapati seorang perempuan yang diduga menjadi korban penyekapan serta seorang pria warga negara asing berinisial CH, 50, yang diduga sebagai pelaku.
Dwi Astarini - Senin, 27 April 2026
Polisi Ungkap Penyekapan Anak di Jakut, Ratusan Cartridge Etomidate Ikut Disita
Indonesia
Ada Cewek Misterius di Mobil Calya Ugal-ugalan Gunung Sahari, Siapa Dia?
Saat mobil diamankan, polisi mendapati pelaku membawa satu penumpang wanita. Identitas cewek itu juga masih misterius hingga saat ini.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Februari 2026
Ada Cewek Misterius di Mobil Calya Ugal-ugalan Gunung Sahari, Siapa Dia?
Indonesia
Kuasai Duit Rp 70 Miliar di Rekening Dormant, Motivasi para Pelaku Nekat Bunuh Kepala Cabang BRI
Para pelaku membutuhkan otorisasi pihak bank agar dana bisa dipindahkan ke rekening penampungan yang telah disiapkan.
Dwi Astarini - Selasa, 23 September 2025
Kuasai Duit Rp 70 Miliar di Rekening Dormant, Motivasi para Pelaku Nekat Bunuh Kepala Cabang BRI
Indonesia
Sembunyi di Kebon Jeruk, Gembong Kriminal Sri Lanka Kehelbaddara Padme Diringkus di Apartemen
Lima orang buronan kriminal kelas kakap di Sri Lanka yang bersembunyi di Indonesia berhasil diringkus aparat gabungan di kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 September 2025
Sembunyi di Kebon Jeruk, Gembong Kriminal Sri Lanka Kehelbaddara Padme Diringkus di Apartemen
Indonesia
CCTV Rekam Aksi Pencuri Bantal Whoosh, Identitas Pelaku Terungkap dari Data Tiket
Pelaku melepas bantal dari kursi 8D dan 8F dan memasukkannya ke dalam tas miliknya.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 Juli 2025
CCTV Rekam Aksi Pencuri Bantal Whoosh, Identitas Pelaku Terungkap dari Data Tiket
Indonesia
Selain Periksa Orang Dekatnya, Polisi Buka Kemungkinan Ekshumasi Jasad Diplomat Kemenlu yang Tewas Misterius
Apalagi penyebab kematian korban masih misterius.
Dwi Astarini - Jumat, 11 Juli 2025
Selain Periksa Orang Dekatnya, Polisi Buka Kemungkinan Ekshumasi Jasad Diplomat Kemenlu yang Tewas Misterius
Indonesia
Jualan Pipa Rokok Berbahan Gading Ilegal di TikTok, Sindikat Perdangan Satwa Diringkus
Terancam hukuman maksimal 15 tahun.
Dwi Astarini - Senin, 26 Mei 2025
Jualan Pipa Rokok Berbahan Gading Ilegal di TikTok, Sindikat Perdangan Satwa Diringkus
Indonesia
Sindikat Pencurian Aset Kereta Api Beraksi di Stasiun Manggarai, Trafo Gardu Listrik Jadi Sasaran
Aksi pencurian ini terjadi pada Sabtu (17/5) malam.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Mei 2025
Sindikat Pencurian Aset Kereta Api Beraksi di Stasiun Manggarai, Trafo Gardu Listrik Jadi Sasaran
Bagikan