Waspada Daging Antraks, Begini Ciri-cirinya

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 12 Juli 2023
Waspada Daging Antraks, Begini Ciri-cirinya

Daging yang sehat adalah keharusan untuk menghentikan penyebaran antraks. (freepik/bublikhaus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEMENTRIAN Kesehatan RI (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit antraks. Seperti yang diketahui, dalam beberapa hari ini, penyakit antraks kembali menjadi sorotan karena telah menimbulkan korban jiwa di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi, karena saking bahayanya, antraks bisa dijadikan senjata biologis. "Mungkin teman-teman pernah dengar antraks bisa digunakan teroris untuk meneror suatu wilayah," ungkap Imran dalam konferensi pers virtual (6/7).

Baca Juga:

Harus Tahu Cara Mengolah Daging Sapi yang Baik dan Benar

daging
Daging yang terkontaminasi antraks biasanya berwarna agak kehitaman, maka pilih yang masih berwarna kemerahan. (freepik/alexandarlittlewolf)

Karena hal itu, Imran meminta masyarakat agar kewaspadaan perlu ditingkatkan bersama. Melansir laman CDC, berikut ciri-ciri daging hewan yang terjangkit penyakit antraks.

Pertama, daging yang terkontaminasi antraks biasanya berwarna agak kehitaman. Bakteri antraks tadi berada di pembuluh darah, jadi merusak pembuluh darah, sehingga menyebabkan daging gelap.

Kedua, antraks pada sapi juga bisa dilihat dari limpa yang berwarna gelap dan rapuh. Penampakan limpa seperti terbakar, jadi gelap, rapuh dan seperti terbakar.

Ketiga, pada hati terdapat cacing. Spora dari bakteri tersebut menyerang hati dan memunculkan adanya cacing yang menyerang dan menggerogoti hati.

Baca Juga:

Cara Mengolah Daging Agar Tidak Terpapar Virus PMK

daging
Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan seperti memasak daging yang hendak dikonsumsi hingga matang. (freepik/freepik)

Pencegahan penularan antraks ini dilakukan baik dari sisi manusia maupun dari sisi kesehatan hewan. Pada hewan, sebaiknya dilakukan vaksinasi agar kontaminasi tidak terjadi, sementara pada manusia, tindakan pencegahan yang bisa dilakukan seperti memasak daging yang hendak dikonsumsi hingga matang pada suhu tinggi agar bakteri bisa mati.

Bisa juga dengan mengukus atau merebus daging pada suhu tinggi, atau direndam dalam larutan garam hipertonik. Selalu jaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri, salah satunya adalah dengan mencuci tangan sampai bersih sebelum makan, setelah beraktivitas, dan setelah menggunakan toilet.

Jangan lupa, pastikan daging sapi yang kamu beli berasal dari sapi sehat dan telah divaksin, serta dipelihara dan dipotong dalam lingkungan yang sehat pula. Antraks bisa dicegah dengan membiasakan pola hidup sehat dan bersih. Jaga kesehatan ya! (dgs)

Baca Juga:

Begini nih Kaitan antara Daging Kambing dan Kolesterol Tinggi

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan