Kesehatan

Begini nih Kaitan antara Daging Kambing dan Kolesterol Tinggi

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 11 Juli 2022
Begini nih Kaitan antara Daging Kambing dan Kolesterol Tinggi

Kenali kaitan antara daging kambing dan kolesterol tinggi (Foto: pixabay/blackwolfi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PARA pengidap kolesterol tinggi tentunya harus selektif dalam memilih makanan. Khususnya beberapa makanan tertentu yang mengandung kolesterol seperti jeroan dan daging kambing yang harus dibatasi asupannya.

Seperti dilansir Alodokter, daging kambing mengandung ragam nutrisi yang dbutuhkan tubuh, seperti protein, lemak, kalium, zat besi, zinc, kalsium, selenium, fosfor, folat, vitamin B, vitamin K, dan vitamin E.

Baca Juga:

Cara Memotong Daging Kambing Bisa Memengaruhi Tingkat Keempukan

Jangan mengonsumsi daging kambing secara berlebihan (Foto: pixabay/tomwieden)

Meski mengandung sejumlah nutrisi tersebut, daging kambing merupakan sumber lemak jenuh. Apabila dikonsumsi terlalu banyak, daging kambing bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

Di dalam tubuh ada dua jenis kolesterol, yakni kolesterol ahat (LDL/low density lipoprotein) dan kolesterol baik (HDL/high density lipoprotein).

Mengapa LDL disebut kolestrol jahat? Karena bila kadarnya dalam darah berlebihan, LDL bisa menyebabkan aterosklerosis atau penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Bila terjadi pada pembuluh darah jantung dan otak, aterosklerosis bisa menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, hingga stroke.

Sementara itu, kolesterol HDL disebut kolesterol baik, karena kolesterol ini bisa menghilangkan kolesterol buruk LDL dari darah. Hal itu bisa menjadikan kolesterol HDL dapat mencegah penyakit jantung dan stroke.

Baca juga:

Kenali Cara Mengolah dan Manfaat Daging Kambing Bagi Kesehatan

Lalu bagaimana hubungan kolesterol dan daging kambing? Faktanya, semua makanan yang berasal dari hewan mengandung kolesterol. Zat itu dibutuhkan tubuh untuk membangun dinding sel, mendukung metabolisme, dan membuat berbagai hormon (seperti estrogen dan testosteron).

Kolesterol pada daging kambing tergolong rendah dibanding daging domba dan daging sapi berlemak (Foto: pixabay/ipegasu)

Mengonsumsi daging kambing tidaklah bermasalah, asal tidak secara berlebihan. Hal itu disebabkan kadar kolesterol setiap daging berbeda-beda.

Dalam hitungan 100 gram, daging kambing mengandung 75 mg kolesterol, daging domba 110 mg kolesterol, daging sapi 65-90 mg kolesterol, daging dada ayam tanpa kulit 85 mg kolesterol, paha ayam 135 mg kolesterol.

Apabila dibandingkan dengan daging domba, daging sapi berlemak, dada, atau paha ayam , sebetulnya daging kambing justru kandungan kolesterolnya cenderung lebih sedikit. (Ryn)

Baca juga:

Tips Mengolah Daging Kambing Agar Cepat Empuk

#Kesehatan #Daging Kambing #Kolesterol Tinggi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan