MerahPutih.com - Upaya mencegah kekisruhan di Papua merembet ke Jakarta terus dilakukan. Salah satunya dengan mengadakan dialog dengan warga asal Bumi Cenderawasih itu di ibu kota.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dan Dandim 0501/ JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana bertemu dengan elemen masyarakat Papua di Hotel Oeasis Amir, Senen, Rabu (21/8) malam tadi. Sekitar 60 orang hadir dalam kegiatan ini.
Baca Juga: Wiranto Kobarkan Semangat Kedamaian di Papua
Harry mengatakan, ciri khas masyarakat Indonesia adalah keramah tamahan dan saling memaafkan. Harry menceritakan saat kejadian konflik di sana beberapa waktu lalu. Ketika itu, warga di mayoritas Papua dan daerah lain tak terkena imbas karena mereka memiliki rasa nasionalisme luar biasa.
"Lebih banyak warga Papua yang menginginkan menjadi rakyat Indonesia seutuhnya," kata Harry dalam keterangannya kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (22/8).
Harry menegaskan kepolisian dan TNI siap melindungi segenap warga tak terlepas apa suku dan agamanya.
"Di Jakarta Pusat apabila ada intimidasi laporkan segera kepada kami karena Kami TNI Dan Polri hadir untuk menjaga rasa aman semua warga negara Indonesia," jelas Harry.
Sementara itu, Wahyu mengatakan Papua adalah tempat yang indah dan mengalami kemajuan luar biasa. Wahyu menjelaskan semua warga mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
"Dan yang terutama, warga Papua cinta damai. Warga Papua bebas beraktifitas di Jakarta Pusat, karena ini rumah kita bersama," terang Wahyu.
Baca Juga: Bamsoet Minta Semua Pihak Tahan Diri Hadapi Kasus Papua
Ketua Nelayan se-Papua Feri Fernando Yensenem mengaku kecewa dengan semua konflik yang yang terjadi di Papua Barat.
"Kami sesali pelaku pelaku yang ingin memecah belah NKRI karena kami ingin Papua Aman dan damai," jelas dia.
Hal yang sama diucapkan tokoh pemuda Papua, Jhon Maury. Ia memastikan rasa nasionalisme warga Papua sangat tinggi dan tak perlu diragukan lagi.
"Kami adalah masyarakat asli Indonesia dan kita penduduk asli NKRI, kalau ada yang kurang paham dengan Pancasila tanya pada kami," pungkas Jhon.
Baca Juga: Warga Papua: Kekayaan Alam Kami Dicuri Terus
Polri mengklaim situasi di wilayah Jayapura, Papua dan Manokwari, Papua Barat hari ini mulai berangsur kondusif. Situasi di dua wilayah itu sempat memanas, Senin (20/8) kemarin.
Selain di Manokwari dan Jayapura, aksi protes juga terjadi di Sorong. Selasa (20/8) lalu, masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Sorong kembali turun ke jalan melakukan aksi protes terkait insiden pengepungan asrama mahasiswa di Surabaya dan kejadian bentrok di Malang, Jawa Timur. (Knu)