Warga Papua: Kalau Ada yang Kurang Paham Pancasila Tanya Kami

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 22 Agustus 2019
Warga Papua: Kalau Ada yang Kurang Paham Pancasila Tanya Kami

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dan Dandim 0501/ JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana bertemu denhan elemen masyarakat Papua di Hotel Oeasis Amir, Senen, Rabu (21/8) malam. Foto: MP/

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Upaya mencegah kekisruhan di Papua merembet ke Jakarta terus dilakukan. Salah satunya dengan mengadakan dialog dengan warga asal Bumi Cenderawasih itu di ibu kota.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dan Dandim 0501/ JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana bertemu dengan elemen masyarakat Papua di Hotel Oeasis Amir, Senen, Rabu (21/8) malam tadi. Sekitar 60 orang hadir dalam kegiatan ini.

Baca Juga: Wiranto Kobarkan Semangat Kedamaian di Papua

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dan Dandim 0501/ JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana bertemu denhan elemen masyarakat Papua di Hotel Oeasis Amir, Senen, Rabu (21/8) malam. Foto: MP/Kanu
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dan Dandim 0501/ JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana bertemu denhan elemen masyarakat Papua di Hotel Oeasis Amir, Senen, Rabu (21/8) malam. Foto: MP/Kanu

Harry mengatakan, ciri khas masyarakat Indonesia adalah keramah tamahan dan saling memaafkan. Harry menceritakan saat kejadian konflik di sana beberapa waktu lalu. Ketika itu, warga di mayoritas Papua dan daerah lain tak terkena imbas karena mereka memiliki rasa nasionalisme luar biasa.

"Lebih banyak warga Papua yang menginginkan menjadi rakyat Indonesia seutuhnya," kata Harry dalam keterangannya kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (22/8).

Harry menegaskan kepolisian dan TNI siap melindungi segenap warga tak terlepas apa suku dan agamanya.

"Di Jakarta Pusat apabila ada intimidasi laporkan segera kepada kami karena Kami TNI Dan Polri hadir untuk menjaga rasa aman semua warga negara Indonesia," jelas Harry.

Sementara itu, Wahyu mengatakan Papua adalah tempat yang indah dan mengalami kemajuan luar biasa. Wahyu menjelaskan semua warga mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

"Dan yang terutama, warga Papua cinta damai. Warga Papua bebas beraktifitas di Jakarta Pusat, karena ini rumah kita bersama," terang Wahyu.

Baca Juga: Bamsoet Minta Semua Pihak Tahan Diri Hadapi Kasus Papua

Ketua Nelayan se-Papua Feri Fernando Yensenem mengaku kecewa dengan semua konflik yang yang terjadi di Papua Barat.

"Kami sesali pelaku pelaku yang ingin memecah belah NKRI karena kami ingin Papua Aman dan damai," jelas dia.

Hal yang sama diucapkan tokoh pemuda Papua, Jhon Maury. Ia memastikan rasa nasionalisme warga Papua sangat tinggi dan tak perlu diragukan lagi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dan Dandim 0501/ JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana bertemu denhan elemen masyarakat Papua di Hotel Oeasis Amir, Senen, Rabu (21/8) malam. Foto: MP/Kanu
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dan Dandim 0501/ JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana bertemu denhan elemen masyarakat Papua di Hotel Oeasis Amir, Senen, Rabu (21/8) malam. Foto: MP/Kanu

"Kami adalah masyarakat asli Indonesia dan kita penduduk asli NKRI, kalau ada yang kurang paham dengan Pancasila tanya pada kami," pungkas Jhon.

Baca Juga: Warga Papua: Kekayaan Alam Kami Dicuri Terus

Polri mengklaim situasi di wilayah Jayapura, Papua dan Manokwari, Papua Barat hari ini mulai berangsur kondusif. Situasi di dua wilayah itu sempat memanas, Senin (20/8) kemarin.

Selain di Manokwari dan Jayapura, aksi protes juga terjadi di Sorong. Selasa (20/8) lalu, masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Sorong kembali turun ke jalan melakukan aksi protes terkait insiden pengepungan asrama mahasiswa di Surabaya dan kejadian bentrok di Malang, Jawa Timur. (Knu)

#Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan