Warga Korsel Sambut Kelahiran Pertama Bayi Panda

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 05 November 2020
Warga Korsel Sambut Kelahiran Pertama Bayi Panda

Ilustrasi--Seekor bayi panda menggelantung di sebuah ranting pohon di Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, provinsi Sichuan, China, 23 Maret 2014. (Reuters)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Warga Korea Selatan menyambut kelahiran pertama panda, hewan nasional Tiongkok, yang kemudian diberi nama Fu Bao berarti "harta karun".

Bayi panda betina berusia tiga bulan itu diperkenalkan ke sekelompok anak-anak yang beruntung dan para wartawan di Everland, taman hiburan terbesar di Korea Selatan, tepatnya berada di Yongin, Seoul selatan, Rabu (4/11).

Fu Bao terlihat sehat, bahagia, dan agak pemalu, terutama saat penjaga kebun binatang memperkenalkan panda berusia 100 hari itu ke anak-anak, yang mengenakan kaos bergambar panda lengkap dengan masker penutup hidung dan mulut.

Baca Juga:

Trump Klaim Raih Banyak Kemenangan

"Kami cinta kamu Fu Bao," ujar anak-anak berseru ke bayi panda itu.

Orang tua Fu Bao adalah Ai Bao, induk panda berusia tujuh tahun dan pasangannya Le Bao, 8 tahun. Keduanya berasal dari Provinsi Sichuan, Tiongkok, habitat terbesar panda/panda raksasa di dunia, dan mereka tiba di Korsel pada 2016 sebagai bagian dari "diplomasi panda".

Pemerintah Tiongkok kerap meminjamkan panda-pandanya ke negara sahabat sebagai bagian dari diplomasi luar negerinya.

Giant panda dari Tiongkok yang menjadi penghuni baru Taman Safari Indonesia 1 Bogor. (Merahputih.com / Rizki Fitrianto)
Giant panda dari Tiongkok yang menjadi penghuni baru Taman Safari Indonesia 1 Bogor. (Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

Indonesia pada 2017 menerima pasangan panda dari Tiongkok, yang diberi nama Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina). Keduanya saat ini dapat ditemui di Kebun Binatang Taman Safari, Cisarua, Jawa Barat.

Panda raksasa merupakan salah satu spesies yang terancam punah di dunia. Kelahiran panda jadi momen yang kerap dirayakan oleh warga dunia.

Pasalnya, panda betina hanya dapat melahirkan satu tahun sekali untuk periode waktu tertentu. Bayi panda juga memiliki peluang hidup yang rendah karena mereka sering terlahir prematur. Berat panda yang baru lahir biasanya kurang dari 200 gram.

Baca Juga:

Satu Tewas dan Beberapa Luka dalam Rentetan Penembakan Wina

Fu Bao saat lahir berbobot 197 gram dan panjangnya mencapai 16,5 centimeter. Namun, bayi panda itu tumbuh cepat dan saat ini beratnya 5,8 kilogram dan panjang 58,3 centimeter, kata Everland.

"Dia tumbuh cepat, mulai tumbuh gigi, dan bisa duduk sendiri saat berumur 100 hari," kata pihak kebun binatang lewat pernyataan tertulis, dikutip Antara.

Setidaknya, 50.000 orang berpartisipasi dalam survei untuk menentukan nama bayi panda itu.

Pihak kebun binatang mengatakan publik dapat melihat langsung Fu Bao dalam beberapa minggu ke depan ketika ia dapat berjalan dan makan batang bambu. Fu Bao kemungkinan akan dikembalikan ke China dalam tiga sampai empat tahun ke depan. (*)

Baca Juga:

Universitas Kabul Diserang, Puluhan Tewas

#Korea Selatan #Panda
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
Nama Shin Tae-yong di Taman Sepak Bola Shin Tae-yong, Yeongdeok, Korea Selatan, terancam diubah setelah muncul permintaan peninjauan menyusul sanksi KFA.
Frengky Aruan - Kamis, 24 September 2026
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
ShowBiz
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Sang calo membeli 8.967 tiket pertunjukan dan acara olahraga populer pada September 2018 hingga April tahun ini.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Dunia
Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Remaja itu membawa perangkat radio yang diduga digunakan untuk mendengarkan komunikasi penerbangan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Lifestyle
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Halal Pavilion kembali hadir dalam JIPREMIUM 2026 dengan menghadirkan produk-produk asal Korea Selatan, termasuk makeup yang telah tesertifikasi halal.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Bagikan