MerahPutih.com – Warga di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mulai mengungsi ke dataran tinggi setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6) pukul 06.37 WIB.
“Banyak warga dari Kelurahan Tidore, Kelurahan Tapuang, dan pesisir pantai panik akibat gempa. Sekarang mereka mengungsi ke jalan Manganitu yang tinggi dari pesisir laut untuk menghindari potensi tsunami,” kata Jufry Dalita, warga Sangihe yang juga PNS Pemkab, kepada media, Senin (8/6).
Baca juga:
Daftar 22 Wilayah Pesisir 5 Provinsi Berpotensi Tsunami, Imbas Gempa M 7,7 Sangihe
BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 5,80° LU ; 125,14° BT, tepatnya di laut 244 km barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 km.
Memang gempa itu sangat terasa sekali di wilayah kepulauan kami, membuat warga berhamburan keluar rumah,
Jufry Dalita, warga Sangihe
Analisis BMKG: Subduksi Lempeng
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7, menjelaskangempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto
Baca juga:
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Getaran Kuat Picu Peringatan Tsunami
Getaran gempa dirasakan kuat di Morotai, Halmahera Utara dengan intensitas IV MMI, serta di Gorontalo Utara dengan intensitas III–IV MMI. Wilayah lain seperti Ternate, Halmahera, Manado, Palu, Bitung, dan Parigi Moutong merasakan intensitas III MMI.
Hingga Senin pukul 07.11 WIB, dilansir Antara, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 6,7 dan M 5,9.
Baca juga:
Gempa M 7,7 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Hasil pemodelan BMKG juga menunjukkan gempa berpotensi tsunami. Meski belum ada laporan kerusakan signifikan, warga di pesisir Sangihe memilih mengungsi untuk mengantisipasi potensi tsunami.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berstatus siaga segera menjauhi pantai menuju tempat lebih tinggi, sementara warga di wilayah waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai. (*)