Warga Binaan di Yogyakarta Mulai Divaksin COVID-19
Kegiatan vaksinasi di DIY (Humas Pemkab Sleman)
Merahputih.com - 30 persen dari 1.745 warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) sudah menerima vaksinasi COVID-19. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan vaksinasi COVID-19 kepada seluruh warga binaan rampung pada Oktober 2021.
"Mereka melakukan vaksinasi di unit pelayanan terpadu (UPT) seperti di rumah tahanan (rutan) beberapa waktu lalu tapi kami tetap berkoordinasi dengan pemda," kata Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Budi Argap Situngkir di Yogyakarta, Kamis (30/7).
Baca Juga:
Varian Delta Terdeteksi di Yogyakarta, Menkes Gaspol Vaksinasi
Budi berharap kegiatan vaksinasi bisa dikebut dan rampung dalam tiga bulan kedepan. Sehingga potensi penularan COVID-19 di lingkungan lapas bisa segera diminimalisasi. Catatan Kemenkumham, total ada 1.745 warga binaan tersebar di empat lembaga pemasyarakatan (lapas), empat rumah tahanan (rutan), dan satu lembaga pembinaan khusus anak di DIY.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY Gusti Ayu Putu Suwardani menyebutkan sebanyak lebih dari 590 warga binaan sudah mendapat suntikan vaksinasi COVID-19.
Dari sembilan lapas/rutan di DIY, tinggal tiga lapas yang belum melaksanakan vaksinasi yakni Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Lapas Kelas IIB Sleman, serta Lapas Kelas II A Wirogunan, Yogyakarta.
Vaksinasi belum bisa digelar di tiga lapas tersebut mengingat sebagian warga binananya terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan tengah menjalani isolasi. Dengan demikian diperkirakan baru bisa menjalani vaksinasi tiga bulan ke depan.
"Walaupun di Lapas Narkotika sudah selesai melakukan isolasi mandiri. Mereka harus menunggu sampai tiga bulan ke depan untuk vaksinasi," kata dia.
Baca Juga:
Dengan percepatan vaksinasi, Ayu berharap seluruh warga binaan segera memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terpapar.
"Lapas itu kan masuk wilayah yang rentan sekali terpapar penyebaran COVID-19. Satu saja yang terpapar, penyebarannya luar biasa cepatnya. Sehingga dengan vaksin ini kami berharap mampu mengantisipasi penyebaran virus di lapas," ujar dia. (Teresa Ika/Yogyakarta)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Narapidana Diduga Dipaksa Makan Daging Anjing, Kalapas di Sulut Dicopot
Sidang Etik Kalapas Enemawira Paksa Napi Makan Anjing Digelar di Jakarta, Statusnya Sudah Nonaktif