Wapres Tegaskan Penanganan Banjir Harus Terintegrasi Hulu dan Hilir, Tak Bisa Sendiri-Sendiri

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 23 Februari 2021
Wapres Tegaskan Penanganan Banjir Harus Terintegrasi Hulu dan Hilir, Tak Bisa Sendiri-Sendiri

Wakil Presiden Ma'ruf Amin di rumah dinas wapres Jakarta, Selasa (16/2/2021). (Asdep KIP Setwapres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan penanganan bencana banjir sejumlah daerah di Indonesia harus dilakukan secara terintegrasi antara hulu dan hilirnya. Ma’ruf menilai bencana banjir di sejumlah wilayah Indonesia akan terus berulang terjadi jika penyebab utamanya tidak segera dibereskan.

Terlebih lagi, pembangunan infrastruktur untuk mengatasi banjir tidak murah, khususnya dengan kondisi perekonomian Indonesia yang terdampak pandemik COVID-19.

Baca Juga

Keluar Izin Vaksin Lansia, Wapres Tunggu Rekomendasi Dokter Kepresidenan

"Jadi dengan dana yang terbatas, pendekatan yang digunakan harus terintegrasi antara hulu dan hilir; tidak bisa itu jalan sendiri-sendiri," ujar Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/2).

Ma’ruf merasa prihatin dengan bencana alam banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Ma'ruf juga telah meminta berbagai kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) terkait untuk segera membuat perencanaan matang guna memperbaiki berbagai ekosistem yang rusak.

"Perbaikan ekosistem di hulu itu mendesak untuk dilakukan, agar bencana banjir bisa berkurang intensitasnya," ujar Masduki.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Wapres juga telah mendapatkan laporan tentang penyebab bencana banjir dan tanah longsor, yakni akibat tindakan alih fungsi lahan yang terjadi di wilayah hulu.

"Artinya, kalau hanya membangun infrastruktur penampung air saat hujan saja, (maka) itu tidak cukup; (apalagi) jika hutan beralih fungsi menjadi sawah atau perkebunan, dan area pertambangan ilegal masih tetap terjadi," tutur Masduki menjelaskan..

Sebelumnya, dalam kunjungannya kepada korban banjir di Subang, Jawa Barat, Sabtu (13/2), Wapres berharap semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah, untuk bersama-sama mengakhiri bencana banjir yang sering terjadi di daerah tersebut.

Baca Juga

Wapres Perintahkan Kapolri Kawal Vaksinasi COVID-19 Sampai Tuntas

Banjir yang terjadi di Subang, sebagaimana dikutip Antara, terjadi karena curah hujan tinggi dan diperburuk dengan kondisi lingkungan dan alam yang rusak di daerah tersebut.

"Mudah-mudahan banjir tahunan di Subang tidak terus berulang-ulang; kalau berulang itu artinya kita tidak cerdas," kata Wapres. (*)

#Ma'ruf Amin #KH Ma'ruf Amin #Banjir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Penyediaan hunian menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Dunia
700 Ribu Orang Terjebak Banjir, Bangkok Lumpuh Total Kota Diliburkan!
Bencana banjir parah terjang 23 provinsi di Thailand, tewaskan 19 orang dan berdampak pada 700 ribu warga Bangkok. Pemerintah tetapkan libur khusus!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
700 Ribu Orang Terjebak Banjir, Bangkok Lumpuh Total Kota Diliburkan!
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Bagikan