Waktu Sarapan Terbaik Jika Kolesterol Tinggi, Dapat Jaga Kesehatan Jantung

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 13 November 2024
Waktu Sarapan Terbaik Jika Kolesterol Tinggi, Dapat Jaga Kesehatan Jantung

Ilustrasi sarapan tinggi protein. (Foto: Unsplash/Logan Jeffrey)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sarapan penting bagi setiap orang. Khusus bagi yang memiliki kolesterol tinggi, ada waktu sarapan terbaik agar memelihara kesehatan secara keseluruhan.

"Sarapan yang seimbang menjaga kesehatan jantung Anda," kata Veronica Rouse, RD, CDE , seorang ahli diet yang mengkhususkan diri dalam nutrisi kardiovaskular, dikutip dari Eatingwell, Rabu (13/11).

Rouse juga memberikan saran mengenai waktu sarapan terbaik bagi mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

"Saya sarankan untuk sarapan dalam waktu dua jam setelah bangun tidur untuk membantu mengelola kolesterol," paparnya.

Baca juga:

Sarapan Sehat untuk Bantu Kontrol Kadar Gula Darah

Sementara itu, Lisa Andrews, M.Ed., RD, LD, seorang ahli diet dan pendiri Sound Bites Nutrition, menegaskan bahwa melewatkan sarapan dapat membuat kadar kolesterol LDL jadi lebih tinggi.

Meskipun mungkin ada beberapa ruang gerak untuk jendela dua jam, itu adalah aturan praktis yang baik untuk diikuti. Sarapan juga sebaiknya dilakukan sepagi mungkin agar tidak terlewatkan.

Melewatkan sarapan tidak baik untuk kesehatan karena itu akan membuat perut tambah lapar. Alhasil, di waktu makan siang asupan yang masuk ke dalam tubuh akan berlebihan.

"Banyak klien saya yang melewatkan sarapan sering kali mendapati diri mereka makan berlebihan di kemudian hari," kata Rouse.

Baca juga:

Mengenal Binyolos, Kudapan Ubi Sarapan Khas Orang Sulut

"Memulai hari dengan makanan bergizi menahan rasa lapar, mengurangi kemungkinan mengemil pilihan yang kurang sehat di kemudian hari."

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan memasukkan sarapan sehat ke dalam rutinitas pagi. Sarapan sehat tidak hanya membantu memulai hari dengan nutrisi, tetapi mengonsumsi sarapan bergizi secara teratur juga dapat mengurangi risiko diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, penyakit jantung, hingga stroke. (ikh)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan