MerahPutih.com - Pemerintah telah mengumumkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2023 sebesar Rp 3.041,7 triliun. Besaran tersebut meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp 2.230,0 triliun serta transfer ke daerah sebesar Rp 811,7 triliun.
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengapresiasi pemerintah atas penyampaian RAPBN yang sudah disampaikan Presiden Joko Widodo kemarin.
Baca Juga:
lokasi Dana Perlindungan Sosial Mencapai 479,1 Triliun dalam RAPBN 2023
Menurut Muzani, besarnya RAPBN yang ditetapkan menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi COVID-19. Ia berharap anggaran yang sangat besar itu mampu memberikan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia secara cepat dan merata.
"Serta mampu menjalankan roda perekonomian nasional dan daerah demi terciptanya pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas SDM kita," ujar Muzani dalam keterangannya, Kamis (18/8).
Sekjen Partai Gerindra ini berharap agar pemerintah tidak menaikan harga BBM di tengah optimisme rakyat yang sedang meningkat pasca keterpurukan ekonomi akibat pandemi.
"Meskipun kami menyadari bahwa anggaran subsidi BBM saat ini telah mencapai Rp 502 triliun. Angka tersebut jumlahnya sangat fantastis," ujarnya.
Menurut Muzani, kenaikan harga BBM akan berimplikasi terhadap kenaikan inflasi yang dapat menyebabkan harga-harga bahan pokok meningkat.
Baca Juga:
"Maka, jalan satu-satunya adalah tidak menaikan harga BBM. Pemerintah harus mempertimbangkan segala opsi dalam menghadapi situasi saat ini," jelas dia.
Untuk menekan besaran anggaran subsidi BBM tersebut, Muzani mengatakan pemerintah harus cermat dalam mendapatkan sumber-sumber pendapatan negara. Misalnya melalui pajak, retribusi, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Dengan demikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat dan berkelanjutan .
"Pemerintah diharapkan mampu meningkatan pendapatan negara melalui pajak, retribusi, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) secara signifikan untuk tahun yang akan datang," ujarnya
Apalagi, lanjut Muzani, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang berhasil menanggulangi wabah COVID-19 dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang juga baik. Karena itu, keberhasilan, harus bisa dipertahankan atau bahkan dilanjutkan.
"Maka pemerintah harus mampu menutup kemungkinan terjadinya kebocoran anggaran terhadap APBN pada setiap belanja negara dan transfer ke daerah," pungkasnya. (Pon)
Baca Juga: