Alokasi Dana Perlindungan Sosial Mencapai 479,1 Triliun dalam RAPBN 2023
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (ANTARA/Agatha Olivia Victoria)
MerahPutih.com - Alokasi untuk perlindungan sosial (perlinsos) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 mencapai Rp 479,1 triliun atau turun 4,7 persen dari tahun 2022.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyatakan, alokasi perlinsos 2023 turun 4,7 persen dibandingkan outlook tahun ini yang sebesar Rp 502,6 triliun karena tahun depan sudah tidak ada lagi alokasi untuk PC PEN.
Baca Juga:
Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Indonesia Sangat Baik
“Untuk perlinsos sedikit lebih bawah dari tahun ini karena tahun lalu kita punya PC PEN sedangkan tahun depan semuanya full perlinsos,” katanya dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2023 di Jakarta, Selasa.
Sri Mulyani mengatakan mulai tahun depan perlinsos akan kembali ke reguler setelah selama tiga tahun yaitu sejak 2019 sampai 2022 dalam alokasi perlinsos terdapat dua pos yaitu untuk PC PEN dan reguler.
Meski demikian, alokasi anggaran perlinsos 2023 sebesar Rp 479,1 triliun yang seluruhnya untuk reguler ini termasuk tinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai contoh, alokasi anggaran perlinsos reguler pada 2019 sebesar Rp308,4 triliun, Rp221,9 triliun pada 2020, Rp 240,2 triliun pada 2021 dan Rp 319,7 triliun pada 2022.
“Kita akan transformasi dari situasi tiga tahun di mana ada PC PEN sekarang menjadi totally kembali ke belanja K/L reguler,” ujarnya.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Hillary Clinton Terinspirasi Sri Mulyani dan Jokowi
Sri Mulyani menjelaskan capaian dan target output dari alokasi anggaran perlinsos 2023 meliputi pemberian program keluarga harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan Kartu Sembako kepada 18,8 juta KPM.
Kemudian bantuan iuran PBI-JKN kepada 96,8 juga jiwa, Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 20,11 juta siswa serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada 976,8 ribu mahasiswa.
Selanjutnya, subsidi LPG sebanyak delapan juta metrik tin, subsidi listrik kepada 40,7 juta pelanggan dan Kartu Prakerja kepada 500 ribu peserta.
Sementara arah kebijakan perlinsos 2023 meliputi perbaikan data dan targeting melalui registrasi sosial ekonomi, penguatan graduasi dari kemiskinan, penguatan perlinsos sepanjang hayat dan mendorong perlindungan sosial adaptif. (*)
Baca Juga:
Menkeu Sri Mulyani Sebut Presiden Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Bagikan
Mula Akmal
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
Pemerintah Siapkan Pendanaan Gentenisasi, Tidak Andalkan APBN dan APBD
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Fleksibilitas Portofolio Dana Pensiun Tetap Terjaga
Defisit APBN 2025 Tembus 2,92 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Pasar Modal Tetap Aman
IHSG Anjlok, Menkeu Purbaya Nilai Dirut BEI Mundur karena Lalai Tindaklanjuti MSCI
Purbaya Terima 63 Laporan Hambatan Usaha, Janji Lakukan Perbaikan
Menkeu Purbaya Ancam Pecat Semua Pejabat Bea dan Cukai kecuali Dirjen, biar Kerjanya Lebih Serius
Cegah Krisis Seperti 1998, Menkeu Purbaya Lebarkan Defisit Sampai 3 Persen
Rehabilitasi dan Rekonstruksinya Dampak Bencana di Sumatera Butuh Dana Rp 24,55 Triliun di 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Hapus Dana Desa, Diganti dengan Subsidi Listrik dan Sembako