Kesehatan

Wajib Tahu, Pertolongan Pertama Selamatkan Serangan Jantung

Andrew FrancoisAndrew Francois - Kamis, 16 Juni 2022
Wajib Tahu, Pertolongan Pertama Selamatkan Serangan Jantung

Serangan jantung sangat berbahaya. (Foto: Mayo Clinic)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENYAKIT jantung bisa berada dekat dengan kita tanpa disadari, entah datang ke teman, keluarga terdekat, tetangga, bahkan diri sendiri. Maka sangat penting untuk mengetahui teknik pertolongan pertama serangan jantung untuk menolong hidup seseorang yang berada di dekatmu.

Serangan jantung merupakan kondisi darurat medis yang terjadi saat darah yang membawa oksigen berhenti mengalir ke jantung akibat penyumbatan. Kondisi tersebut dapat merusak otot jantung karena tak mendapat suplai oksigen hingga membahayakan nyawa.

Baca juga:

Waspada Serangan Jantung Mendadak Ketika Olahraga Berlebihan

dr. Meva Nareza dari Alodokter mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap orang yang terkena serangan jantung. Berikut adalah sejumlah pertolongan pertama yang bisa dilakukan ketika orang di dekatmu mengalaminya:

1. Tenangkan pasien dan segera hubungi ambulans

Segera hubungi ambulans. (Foto: Unsplash/camilo jimenez)

Bila pasien masih sadarkan diri, sangat penting untuk memastikan pasien tetap tenang dan tidak panik, coba untuk meletakkannya dalam posisi duduk atau bersandar pada dinding. Duduk di lantai lebih disarankan untuk menghindari cedera andai tiba-tiba pasien pingsan.

2. Berikan obat

Berikan obat pada pasien. (Foto: Unsplash/Melany @ tuinfosalud.com)

Bila pasien memiliki obat nitrogliserin yang diresepkan dokter segera berikan dengan meletakkan tablet di bawah lidah. Bila tersedia, berikan aspirin 325 mg dan minta pasien untuk mengunyahnya, namun pastikan pasien tidak memiliki riwayat pendarahan dan alergi pada aspirin.

Baca juga:

Apple Watch Selamatkan Seseorang dari Serangan Jantung

3. Lakukan resusitasi jantung

Lakukan resusitasi jantung pasien. (Foto: Unsplash/Martin Splitt)

Bila saat menunggu pasien tidak sadarkan diri maka segera lakukan resusitasi jantung. Metode yang biasa dikenal dengan CPR ini membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup sama sekali dengan melakukan beberapa teknik pemijatan atau penekanan pada dada.

4. Baringkan bila pasien tidak sadarkan diri

Baringkan pasien di tempat datar. (Foto: Unsplash/Michel E)

Sembari menunggu ambulans datang, baringkan pasien di tempat yang datar. Lakukan kompresi pada dada korban dengan mengeratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan pada dada 5-6 cm ke bawah. Terus lakukan tindakan kompresi dada sebanyak 100-120 kali tiap menit hingga pertolongan datang.

5. Hindari menyetir

Hindari menyetir bila diri sendiri yang terkena serangan jantung. (Foto: Unsplash/Samuele Errico Piccarini)

Bila kamu sendiri yang mengalami serangan jantung maka segera hentikan aktivitas apa pun dan minta orang terdekat untuk segera menghubungi ambulans. Tidak disarankan mengemudi sendiri kecuali sangat terpaksa karena malah dapat meningkatkan risiko kecelakaan. (waf)

Baca juga:

Risiko Serangan Jantung Lebih Tinggi Selama Liburan

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan