Wagub DKI Ungkap 'Komorbid' Saefullah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan kepada awak media terkait kebakaran Kantor Kejaksaan Agung RI, di Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2020) (ANTARA/Fianda SR) KOMENTAR
Merahputih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan sebelum meninggal Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah memiliki penyakit bawaan (komorbid) yaitu asam lambung dan penyakit jantung.
"Memang beliau ada sakit asam lambung. Sebelumnya, juga (mengeluh) gak enak badan dan demam. Kemudian belakangan, beberapa hari ini (diketahui) ada (penyakit) jantung, serangan jantung," kata Ariza di Jakarta, Rabu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sebenarnya sudah mencarikan solusi terbaik untuk kesembuhan Saefullah.
Baca Juga
Sekda DKI Saefullah Meninggal Dunia, Anies Ajak Warga Salat Ghaib
Akan tetapi Saefullah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan intensif dari tim medis pada pukul 12.55 WIB di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.
"Beberapa hari yang lalu dan memang kondisinya terus menurun dari hari ke hari. Kita memberikan perhatian yang luar biasa agar bisa dibantu, ditolong, semua jajaran Pemprov fokuskan mencari solusi yang terbaik," jelas Ariza.
Penghormatan terakhir pun telah diberikan oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta dengan melepas kepergian jenazah pria berusia 64 tahun itu di Balai Kota Jakarta siang tadi pukul 15.20 WIB.
Sebelumnya diberitakan, Sekda Saefullah tutup usia di tengah perawatan intensif akibat terinfeksi COVID-19.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengonfirmasi Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia akibat kerusakan jaringan paru-paru, efek dari paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).
Baca Juga
Widyastuti menjelaskan Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible disertai gangguan pernafasan berat atau acute respiratory distress syndrome (ARDS) bagi pasien terkonfirmasi COVID-19.
"Siang ini, Bapak Sekda kita, Bapak Saefullah, telah berpulang. Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi COVID-19, sehingga menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki," kata Widyastuti dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. (*)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis
Prakiraan Cuaca Jakarta 14 Januari: Waspada Hujan Ringan dari Pagi Hingga Siang Hari