Wacana Konversi LPG ke CNG, DPR Ingatkan Infrastruktur dan Keamanan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Wacana Konversi LPG ke CNG, DPR Ingatkan Infrastruktur dan Keamanan

Petugas Pertamina mengisi tabung Gas Elpiji 3kg. (Dok.Pertamina)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - RENCANA pemerintah untuk melakukan konversi dari penggunaan elpiji subsidi ke compressed natural gas (CNG) mendapat catatan kritis dari parlemen. Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin menegaskan keberhasilan program ini tidak boleh hanya diukur dari potensi penghematan anggaran, tapi harus bertumpu pada kesiapan infrastruktur yang matang dan jaminan keselamatan masyarakat.

Syafruddin memperingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru merealisasikan kebijakan ini tanpa memastikan rantai pasok dari hulu ke hilir siap secara merata. Meskipun konversi ini diproyeksikan mampu memberikan efisiensi fiskal dan penghematan devisa hingga Rp 137 triliun, kendala infrastruktur distribusi masih menjadi tantangan besar.

“Kami meminta pemerintah memastikan infrastruktur benar-benar siap sebelum konversi dilakukan. CNG memiliki rantai pasok yang jauh lebih kompleks ketimbang elpiji karena berbasis tabung bertekanan tinggi. Tanpa kesiapan infrastruktur, distribusi CNG berpotensi tidak merata dan justru menyulitkan masyarakat, terutama di pelosok,” ujar Syafruddin di Jakarta, Jumat (8/5).

Syafruddin memberikan penekanan khusus pada aspek keselamatan. Secara teknis, CNG disimpan dalam tekanan tinggi mencapai 200-250 bar, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan karakteristik tekanan pada elpiji. Perbedaan signifikan ini memerlukan standar keamanan tabung dan instalasi rumah tangga yang lebih ketat serta edukasi masif kepada masyarakat.

Baca juga:

Pemerintah Siapkan Strategi Kurangi Ketergantungan Impor Elpiji



“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Penggunaan CNG untuk rumah tangga memerlukan standar keamanan yang jauh lebih tinggi. Jangan sampai kebijakan ini justru menimbulkan risiko baru bagi konsumen,” tegasnya.

Selain itu, tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan juga dinilai akan membebani proses distribusi. Syafruddin mengingatkan temuan cadangan gas baru, seperti di Kalimantan Timur, harus bisa diakses secara adil oleh seluruh rakyat, bukan hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. “Indonesia memiliki tantangan geografis yang besar. Tidak semua wilayah memiliki akses mudah terhadap jaringan gas. Pemerintah perlu melakukan kajian komprehensif agar kebijakan ini tidak menciptakan ketimpangan akses energi,” tambahnya.

Selama ini, CNG telah digunakan secara terbatas pada sektor komersial seperti hotel dan industri. Namun, penerapannya untuk skala rumah tangga nasional memerlukan kesiapan teknologi dan perlindungan konsumen yang ekstra.

“Jangan hanya mengejar penghematan anggaran, tapi sistem dan keamanan diabaikan. Semua aspek harus dihitung secara matang agar transisi energi ini berjalan mulus dan aman bagi rakyat,” pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Tabung CNG di Atas Truk Meledak: 2 Orang Tewas, 8 Luka-luka














#GasElpiji #Gas #Gas Bumi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
PGN Akan Amankan Pasokan Gas Domestik Dari Blok Masela
Dengan volume cadangan gas Blok Masela, yang sangat besar, kerja sama ini diproyeksikan akan menjaga stabilitas pasokan energi bersih di Indonesia dalam jangka panjang
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
PGN Akan Amankan Pasokan Gas Domestik Dari Blok Masela
Indonesia
Wacana Konversi LPG ke CNG, DPR Ingatkan Infrastruktur dan Keamanan
Secara teknis, CNG disimpan dalam tekanan tinggi mencapai 200-250 bar, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan karakteristik tekanan pada elpiji.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Wacana Konversi LPG ke CNG, DPR Ingatkan Infrastruktur dan Keamanan
Indonesia
Bareskrim Polri Buru DPO Pemodal Elpiji Subsidi Ilegal, Rugikan Negara Rp 6 Miliar
Pihak kepolisian membuka ruang partisipasi masyarakat untuk membantu penangkapan pelaku lain yang masih buron.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Bareskrim Polri Buru DPO Pemodal Elpiji Subsidi Ilegal, Rugikan Negara Rp 6 Miliar
Indonesia
DPR Sebut Temuan Cadangan Gas Baru Blok Ganal Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Siap-Siap Mandiri Energi
Meskipun potensi gas bumi sangat besar, masalah distribusi masih membayangi pemanfaatan energi ini secara luas
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
DPR Sebut Temuan Cadangan Gas Baru Blok Ganal Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Siap-Siap Mandiri Energi
Indonesia
Pemerintah Siapkan Strategi Kurangi Ketergantungan Impor Elpiji
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan tingginya konsumsi elpiji nasional menjadi tantangan besar.
Dwi Astarini - Senin, 27 April 2026
Pemerintah Siapkan Strategi Kurangi Ketergantungan Impor Elpiji
Indonesia
Penaikan Harga Elpiji Picu Beban Ganda UMKM, Komisi VII Minta Pemerintah Turun Tangan
Pemerintah perlu menghadirkan solusi konkret melalui skema bantuan langsung, kemudahan akses kredit, hingga relaksasi cicilan perbankan bagi pelaku UMKM.
Dwi Astarini - Kamis, 23 April 2026
Penaikan Harga Elpiji Picu Beban Ganda UMKM, Komisi VII Minta Pemerintah Turun Tangan
Indonesia
Harga LPG 12 Kg Meroket, Pemprov DKI Jakarta Jamin Stok Aman Terkendali
Pemerintah mengantisipasi potensi migrasi pengguna gas nonsubsidi ke LPG subsidi 3 kg dengan memperketat pengawasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 April 2026
Harga LPG 12 Kg Meroket, Pemprov DKI Jakarta Jamin Stok Aman Terkendali
Indonesia
Pengoplos Elpiji dan BBM Rugikan Negara Rp 243 M, Polri : Mereka Pengkhianat Bangsa
Berdasarkan data 2025–2026, terdapat 65 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terlibat penyalahgunaan BBM subsidi.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
Pengoplos Elpiji dan BBM Rugikan Negara Rp 243 M, Polri : Mereka Pengkhianat Bangsa
Berita Foto
ESDM Stok Pastikan LPG 3 Kg Bersubsidi Aman, Sedangkan Harga LPG 12 Kg Naik ke Rp228 Ribu
Aktivitas bongkar muat gas elpiji 3 kg bersubsidi di kawasan Palmerah, Jakarta, pada Senin (20/4/2026).
Didik Setiawan - Senin, 20 April 2026
ESDM Stok Pastikan LPG 3 Kg Bersubsidi Aman, Sedangkan Harga LPG 12 Kg Naik ke Rp228 Ribu
Indonesia
Gas Bumi Jumbo Ditemukan di Blok Ganal Kaltim, Potensinya Sampai 5 Triliun Kaki Kubik
Temuan ini memiliki potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas bumi serta 300 juta barel kondensat.
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Gas Bumi Jumbo Ditemukan di Blok Ganal Kaltim, Potensinya Sampai 5 Triliun Kaki Kubik
Bagikan