Kesehatan

Volume Semen Tak Selalu Harus Berlimpah ketika Ejakulasi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 26 Januari 2022
Volume Semen Tak Selalu Harus Berlimpah ketika Ejakulasi

Jumlah volume semen pria relatif. (Foto: Unsplash/Daniel Sinoca)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERAPA jumlah volume semen ketika ejakulasi tidak menentukan kejantanan pria. Semen yang tidak keluar berlimpah ketika ejakulasi bukanlah sebuah masalah. Volume semen ketika ejakulasi amat relatif. Tiap pria mengeluarkan volume semen yang berbeda.

"Volume ejakulasi yang khas dapat bervariasi antara 1,5 mililiter hingga 5 mililiter," kata Dr. Michael Reitano, dokter residen di layanan kesehatan pria Roman, mengutip laman askmen.

Baca Juga:

Ingin Kualitas Sperma Baik? Ini Caranya

Meskipun tidak semua pria bisa menghasilkan jumlah semen yang sama, usia bisa menjadi salah satu faktornya. Semakin tua usia pria maka volume semen ketika ejakulasi akan berkurang.

"Volume berkaitan dengan usia, mencapai maksimum pada pertengahan tiga puluhan dan menurun setelah usia 50 tahun," lanjut Reitano.

Semakin tua volume semen pria berkurang. (Foto: Unsplash/Anita Jankovic)

Selain itu, volume semen juga tidak berhubungan dengan kesuburan pria atau kondisi kesehatan secara keseluruhan. Perlu dicatat pula, banyaknya volume semen tidak selalu membantu perempuan untuk hamil. Semua kembali lagi pada kualitas sperma.

Lebih menariknya lagi, perbandingan volume semen pria sehat dan yang menjalani vasektomi tidak berbeda. "Pria yang telah menjalani vasektomi memiliki volume ejakulasi yang sama sebelum dan sesudah 'kliping'," kata ahli urologi bersertifikat Dr. Paul Turek.

Namun, ketika seorang pria lama tidak ejakulasi volume semen akan meningkat. Maka dari itu, bagi pria yang ingin meningkatkan volume semen, mengurangi ejakulasi merupakan salah satu caranya. Sebab ketika tidak ejakulasi, tubuh akan memproduksi semen baru.

Baca Juga:

Konsumsi 3 Makanan Super ini untuk Membuat Sperma Lebih Berkualitas

Tetap terhidrasi juga membuat volume semen dalam tubuh bertambah. Semen merupakan sebuah cairan. Oleh karena itu, air putih yang kita konsumsi akan memengaruhi jumlah semen pada tubuh.

Tetap terhidrasi meningkatkan volume semen. (Foto: Unsplash/Charles Deluvio)

"Saat dehidrasi terjadi, tubuh mulai mengikat semua air yang tersisa, mengirimkannya ke tempat yang paling dibutuhkan untuk bertahan hidup. Selain membersihkan tubuh, racun dan menghasilkan ejakulasi yang lebih sehat, hidrasi yang tepat juga akan meningkatkan berapa banyak semen yang dihasilkan," urai Caleb Backe, ahli kesehatan dan kebugaran di Maple Holistics.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh juga membuat volume semen meningkat. Arginin, lisin, dan karnitin, menjaga kadar testosteron tetap normal yang berdampak pada volume semen. Kandungan ini dapat ditemukan pada oatmeal, daging merah, unggas, dan tuna. (ikh)

Baca Juga:

Semen Tidak Berpengaruh pada Sperma

#Kesehatan #Ejakulasi #Sperma
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan