Visi Bangun SDM Jokowi Didukung Jaman

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Jumat, 19 Juli 2019
Visi Bangun SDM Jokowi Didukung Jaman

Jokowi saat berpidato. (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Relawan Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) mendukung Visi Indonesia yang disampaikan Joko Widodo dalam pidatonya beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, Jokowi dalam pidatonya menyebut akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia dan penekanan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya ideologi bangsa.

Baca Juga: Kritik Amien Rais pada Pidato Jokowi

"Kami sepakat dengan pidato Jokowi dalam Visi Indonesia karena beberapa poinnya sama seperti Hasil Rapimnas DPP Jaman terutama terkait fokus pembangunan sumber daya manusia dan penekanan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya ideologi bangsa," kata Ketua DPP Jaman, Iwan Dwi Laksono di Jakarta, Kamis (18/7).

Presiden Jokowi menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen, Jakarta (Foto: Biro Pers Setpres)
Presiden Jokowi menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen, Jakarta (Foto: Biro Pers Setpres)

Oleh karena itu, dia mengusulkan tagline Mental Pancasila untuk periode 2019-2024 sebagai kelanjutan tagline Revolusi Mental periode 2014-2019.

Menurut dia, Indonesia diprediksi akan menghadapi ancaman krisis ekonomi global tahun 2020, namun ancaman lain yang tidak kalah berbahaya dan sudah di depan mata adalah berkembangnya radikalisme dan esklusivisme.

"Tantangan perang di dunia yang terjadi di masa kini dan di masa depan bukan hanya menggunakan senjata nuklir maupun militer. Perang saat ini lebih ke arah perang ideologi, perang dagang, perang budaya, perang siber atau proxy war dan perang non-militer dengan spektrum yang luas serta aktor yang tidak tampak, Pancasila adalah tameng bangsa Indonesia," ujarnya dikutip dari Antara.

Iwan mengaku sangat prihatin ketika radikalisme terhadap ideologi tertentu yang awalnya masih pada level pribadi, namun kini sudah merambah masuk ke level publik.

Dia menjelaskan ketika ideologi yang bertentangan dengan falsafah pendirian NKRI yang semula hanya dibicarakan dalam wacana-wacana namun kini sudah mulai bergerak memaksakan diri untuk menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

Baca Juga: Petinggi PAN Tangkap Sinyal di Balik Pidato Jokowi

"Bahkan pergerakan mereka justru mulai masuk ke dalam pemahaman aparatur pemerintah, ini sangat membahayakan," katanya.

Pemerintah, menurut dia, harus mengikis habis radikalisme yang semakin masif berkembang di Kementerian/Lembaga, termasuk BUMN dan militer sehingga harus dipastikan bersih dan berpegang teguh setia pada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.

Dia merekomendasikan adanya program Pendidikan Bela Negara terhadap ASN di berbagai tingkatan.

Iwan juga menyarankan agar pemerintah memiliki sistem pengawasan yang efektif untuk memantau aktivitas ASN di luar dinas, termasuk analisis dan penilaian atas keterpengaruhan oleh faham-faham anti-Pancasila.

"Serta tindakan antisipatif, perbaikan dan korektif yang dapat dilakukan, misalnya CPNS atau PNS yang ingin promosi jabatan harus melampirkan alamat akun media sosial mereka untuk mengetahui konsep berpikir mereka," katanya.

Iwan mengusulkan apabila Jokowi memberi nama kabinet periode 2019-2024 memakai nama Kabinet Pancasila yang diisi oleh para ahli dan fokus terhadap pembangunan SDM sesuai dengan semangat dan cita-cita Pancasila. (*)

Baca Juga: Pengamat Kritik Pidato Jokowi Kurang Visioner dan Cenderung Otoriter

#Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Jokowi menanggapi penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah ijazah UGM. Ia menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Beredar informasi yang menyebut, pembuat ijazah Jokowi muncul ke publik dan membuat pengakuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Indonesia
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Polda Metro Jaya mengungkapkan syarat utama yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak, sehingga restorative justice Rismon Sianipar bisa terpenuhi
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Indonesia
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah isu memberikan Rp 50 miliar untuk restorative justice. Ia mengatakan, hal tersebut tak masuk akal.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Buang Anggaran, Jokowi Tidak Setuju Program Koperasi Merah Putih
Jokowi melarang Purbaya membangun program Koperasi Merah Putih karena lebih baik anggarannya diberikan kepada rakyat.
Frengky Aruan - Rabu, 08 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Buang Anggaran, Jokowi Tidak Setuju Program Koperasi Merah Putih
Indonesia
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Dalam situasi normal, perjalanan udara Beirut menuju Jakarta memakan waktu minimal 17 jam
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Bagikan