MerahPutih.com - Warga Klaten, Jawa Tengah, digemparkan insiden tragis seekor sapi kurban yang mengamuk hingga tercebur ke sumur sedalam 10 meter di Dukuh Tinggen, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Selasa (26/5) malam.
Sapi berusia tiga tahun itu rencananya akan dikirim ke Solo Baru, Sukoharjo, dengan harga Rp 24 juta, namun nyawanya tak tertolong setelah proses evakuasi panjang.
Baca juga:
68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Pemprov Jamin Semua Sehat dan Halal
Pemilik sapi, Tunggono (63), mengaku tak kuasa menahan hewan kurban yang tiba-tiba berontak saat hendak dinaikkan ke truk.
“Tenaganya kuat, tidak mampu ditahan. Sapi lari ke selatan dan masuk pekarangan, lalu tercebur ke sumur,” katanya, saat ditemui media, Rabu (27/6).
2 Jam Terjebak di Dalam Sumur
Petugas Damkar Klaten bersama BPBD segera turun tangan. Kabid Pemadaman Satpol-PP dan Damkar Klaten, Sumino, menjelaskan proses evakuasi sangat sulit karena diameter sumur hanya 1,5 meter dengan kedalaman 10 meter.
Baca juga:
Gerindra ‘Kesal’ Bantuan Sapi Prabowo Dipolitisir untuk Munculkan Citra Negatif
Evakuasi berlangsung dramatis hingga pukul 21.35 WIB. Meski sudah diisi air untuk memudahkan pengangkatan, kondisi sempit dan licin membuat penyelamatan gagal. Sapi akhirnya meninggal dunia setelah hampir dua jam terjebak di dalam sumur.
Berbagai upaya sudah dicoba. Tali sempat putus, akhirnya ditarik dengan bantuan dua mobil. Sapi bisa diangkat, tapi sudah tidak bernyawa,
Kabid Pemadaman Satpol-PP dan Damkar Klaten Sumino
Viral di Medsos
Sapi yang dibeli untuk kurban dengan harga Rp 24 juta itu akhirnya mati, membuat pemilik merugi besar. Kejadian ini pun viral di media sosial, memicu beragam komentar warganet yang menyoroti betapa sulitnya mengendalikan hewan kurban berukuran besar. (Ismail/Jawa Tengah)

