Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Uzma: Polisi Tak Mau Berurusan Dengan Ulama 'Takut Kualat'

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 18 Januari 2018
Uzma: Polisi Tak Mau Berurusan Dengan Ulama 'Takut Kualat'

Ustaz Zulkifli Muhammad Ali. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ustaz Zulkifli Muhammad Ali alias Uzma usai diperiksa penyidik Direktorat Tidak Pidana Siber Bareskrim Polri terkait dugaan kasus ujaran kebencian atau SARA, pada Kamis (18/1) sore.

Usai pemeriksaan Uzma mengatakan, bahwa aparat kepolisian mengaku takut untuk berlaku sewenang-wenang kepada para alim ulama.

Menurut Uzma, saat ini ada kesalahpahaman antara pemerintah dengan ulama. Maka dari itu, ia menyarankan ada yang menjembatani antara pemerintah dan Ulama.

"Mereka (polisi) di atas bilang kami ini kalau berurusan dengan ulama takut kualat itu memang ada ketaqwaan dan ketakutan pada Allah," kata Uzma di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/1).

Selain itu, Uzma berharap ke depannya hubungan pemerintah dan para ulama harus ada yang menjembatani agar terhidar dari kesalah pahaman seperti saat ini.

"Maaf-maaf saja saya melihat ada kesalahpahaman di umat kita dengan pemerintah yang harus dijembatani kembali. Harusnya pemerintah duduk dengan ulama," katanya.

Lebih lanjut, pria asal Sumatra Barat ini dipesan oleh pihak aparat kepolisian untuk bersama menjaga kondusivitas di masyarakat dengan memberikan ceramah dengan kesejukan.

"Beliau bilang saya belum menjawab itu sekarang. Ustaz dipersilakan berdakwah mohon bisa bantu menyejukkan," ungkapnya.

Ulama yang memiliki sapaan akrab ustaz akhir zaman itu juga mengajak umat Islam untuk mempererat rasa persatuan dan persaudaraan.

"Kita harus menjaga kembali kesatuan persatuan secara bersama-sama dari seluruh mazhab kita adalah bersaudara," tutupnya. (Asp)

#Ujaran Kebencian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Kasus Dugaan Ujaran Kebencian, Ikatan Keluarga Minang Laporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri
Sekjen DPP IKM B Moulevey Rajo Mudo melaporkan Permadi Arya ke Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Kasus Dugaan Ujaran Kebencian, Ikatan Keluarga Minang Laporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri
Indonesia
Aparat Diminta Pahami Antara Kritik, Ujaran Kebencian dan Hoaks
Perbedaan antara opini tajam, ujaran kebencian, dan hoaks sering kabur, tetapi secara hukum dan etika publik, pembatasan merupakan hal yang penting.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 04 Januari 2026
Aparat Diminta Pahami Antara Kritik, Ujaran Kebencian dan Hoaks
Indonesia
Terancam 6 Tahun Bui, Ini Jejak Pelarian Resbob Sebelum Diringkus di Semarang
YouTuber Muhammad Adimas Firdaus PS atau Resbob resmi menyandang status tersangka dan kini sudah ditahan di Polda Jawa Barat (Jabar)
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Desember 2025
Terancam 6 Tahun Bui, Ini Jejak Pelarian Resbob Sebelum Diringkus di Semarang
Indonesia
Resbob Ditangkap Polda Jabar, Sempat Kabur dan Pindah-pindah Tempat
Resbob akhirnya ditangkap Polda Jabar, Senin (15/12). Sebelum ditangkap, ia sempat kabur dan pindah-pindah tempat.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Resbob Ditangkap Polda Jabar, Sempat Kabur dan Pindah-pindah Tempat
Indonesia
Resbob Hina Suku Sunda, Komisi I DPR Minta Pelaku Ujaran Kebencian Ditindak Tegas
Komisi I DPR RI menanggapi kasus YouTuber Resbobs, yang menghina suku Sunda. Ia meminta pelaku ujaran kebencian ditindak tegas.
Soffi Amira - Senin, 15 Desember 2025
Resbob Hina Suku Sunda, Komisi I DPR Minta Pelaku Ujaran Kebencian Ditindak Tegas
Dunia
Ayah dan Anak Diduga Jadi Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Sydney
Penembakan terjadi saat upacara penyalaan lilin Hanukkah yang dihadiri banyak anggota komunitas Yahudi setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
Ayah dan Anak Diduga Jadi Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Sydney
Indonesia
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
Kasus ini mencuat setelah dalam salah satu siaran di YouTube, Resbob melontarkan ucapan bernada penghinaan terhadap pendukung Persib dan masyarakat Sunda. Tayangan tersebut kemudian viral dan memicu kemarahan publik.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 12 Desember 2025
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
Indonesia
Supporter PSIS Semarang Dilaporkan Calon Wali Kota Semarang
Satu tokoh pendukung kesebelasan PSIS Semarang ini dilaporkan atas dugaan penyampaian ujaran kebencian.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 31 Oktober 2024
Supporter PSIS Semarang Dilaporkan Calon Wali Kota Semarang
Indonesia
Bawaslu Ungkap Banyak Ujaran Kebencian Pilkada 2024 Ditemukan di Facebook
Bawaslu ungkap banyak ujaran kebencian Pilkada 2024 ditemukan di Facebook.
Soffi Amira - Jumat, 13 September 2024
Bawaslu Ungkap Banyak Ujaran Kebencian Pilkada 2024 Ditemukan di Facebook
Bagikan