Usai Dimarahi Orang Tuanya, Pelajar Ini Gantung Diri

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 26 Oktober 2017
Usai Dimarahi Orang Tuanya, Pelajar Ini Gantung Diri

Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang pelajar SMP asal Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri setelah diduga dimarahi orang tuanya karena nilai ujian sekolahnya jelek.

"Pelaku bunuh diri itu bernama Dwi Ramadhan Vranida (14 tahun), ditemukan pagi sekitar pukul 05.00 Wita, tewas tergantung di sebuah pohon mangga dekat kandang ayam," kata Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Teddy Rystiawan kepada wartawan di Penajam, Rabu (25/10).

Korban pertama kali ditemukan oleh Sukat, seorang warga Desa Bangun Mulya. Saat itu, korban terikat tali nilon di sebuah pohon mangga dekat kandang ayam di Jalan Cendana, Desa Bangun Mulyo, Kecamatan Waru.

Sebelum ditemukan tewas tergantung, lanjut Teddy, pelajar kelas dua SMP Negeri 13 Waru itu sempat dimarahi orang tuanya gara-gara nilai ujian sekolahnya jelek.

"Kami menduga tindakan nekad gantung diri yang dilakukan remaja itu dipicu perselisihan internal keluarga dan sempat dikabarkan pergi dari rumah setelah dimarahi," katanya.

Pelaku bunuh diri tersebut dilaporkan menghilang oleh pihak keluarga ke Polsek Waru pada Selasa (24/01) tengah malam.

Kapolres memastikan tewasnya pelajar SMP itu murni akibat bunuh diri, karena dari hasil visum tidak ditemukan adanya luka bekas tindak kekerasan di tubuhnya. "Kami sudah olah TKP dan melakukan visum jasad korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," tandasnya.

Namun, untuk motif yang mendasari aksi gantung diri tersebut, polisi masih mendalami dan dugaan sementara karena tertekan akibat dimarahi orang tuanya.

Jenazah Dwi Ramadhan Vranida dibawa dengan ambulans dan dimakamkan di TPU Kecamatan Waru di belakang kantor camat pada Rabu siang.

Dari catatan kepolisian setempat, sepanjang 2017 sudah terjadi dua kasus bunuh diri dengan cara gantung diri, sedangkan pada 2016 terjadi tiga kasus bunuh diri dengan cara yang sama. (*)

Sumber: ANTARA

#Bunuh Diri #Gantung Diri
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bagikan