Usaha Republik Semasa Revolusi Mempersiapkan Kontingen Olimpiade XIV London 1948

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Selasa, 26 April 2022
Usaha Republik Semasa Revolusi Mempersiapkan Kontingen Olimpiade XIV London 1948

Suasana keramaian pembukaan Olimpiade XIV di London pada 1948. (Foto: Wikimedia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJUMLAH tokoh olahraga kebanyakan pengurus Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) berkumpul. Mereka membahas isu penyelenggaraan Olimpiade XIV di London. Para tokoh menginginkan pembentukan sebuah badan keolahragaan baru di luar PORI, khusus mengurus ajang-ajang olahraga internasional.

Dalam pertemuan tersebut muncul keinginan agar Indonesia nan baru merdeka bisa mengirim kontingen. Pengiriman para atlet pada Olimpiade tersebut bukan semata urusan olahraga, melainkan diplomasi mengingat Indonesia belum diakui kedaulatannya secara penuh.

"Tidak lain untuk membuktikan kepada dunia luar Indonesia merdeka juga memiliki atlet-atlet profesional dan merdeka," tulis Kompas 18 Agustus 1983.

Usai pertemuan, para tokoh berlanjut mencari dukungan agar hasil pembicaraan tersebut tak jadi angin lalu. Dukungan para tokoh nasional berhasil diraih. Pada November 1946, Komite Olimpiade Republik Indonesia resmi berdiri.

Baca juga:

NOC Indonesia Perjuangkan Pencak Silat Dipertandingkan di Kejuaraan Internasional

kori
Ketua KORI Sri Sultan Hamengku Buwana IX. (Foto: Geheugen)

Tugasnya, mempersiapkan para atlet sebagai kontingen Indonesia pada gelaran Olimpiade XIV di London 1948 dan menjalin hubungan dengan pihak internasional khususnya Komite Olimpiade Internasional.

KORI secara resmi berpusat di Yogyakarta dengan ketua Sri Sultan Hamengku Buwana IX, wakil ketua drg HM Koesmargono dan Soemali Prawirodirdjo, sekretaris Mr Soebagjo, dan bendahara Djoewadi.

Dalam menjalankan fungsi organisasinya, KORI memiliki aturan dasar terdiri atas sepuluh pasal. Salah satu pasal menyangkut hubungannya dengan masyarakat luas mengamanatkan KORI memberi informasi secara luas berkait Olimpiade atau ajang olahraga internasional lainnya kepada seluruh rakyat.

Demi menyiarkan informasi tersebut, KORI berkorespondensi dengan konsul-konsul di beberapa daerah, meliputi Bogor, Priangan, Cirebon, Pekalongan, Banyumas, Jakarta, Madiun, Pati, Madura, serta Sumatera.

Ketua KORI Sri Sultan Hamengku Buwana IX menjadi corong terdepan menyosialisasi keinginan Indonesia nan baru seumur jagung ikut dalam ajang Olimpiade XIV. Suara HB IX acap mengudara di radio-radio. Kata-katanya pun sering beredar di surat kabar.

kori
Pengiriman bola di Batavia sekira 1930. (Foto: Geheugen)

"Komite Olimpiade menyiapkan rombongan pemuda-pemuda kita ke perlombaan Olimpiade XIV di London tahun 1948 serta memperlihatkan pada dunia internasional tentang Indonesia sebagai bangsa baru saja merdeka dan sanggup mempertahankan negaranya dengan segala upaya," kata Sri Sultan Hamengku Buwana IX pada Warta Antara, 4 Februari 1947.

Di internal, KORI menggandeng PORI mengadakan rapat di Yogyakarta pada 26 Januari 1947 dengan tujuan menentukan cabang olahraga nan akan diikutsertakan pada Olimpiade XIV.

Hasil rapat, dikutip Warta Antara 17 Maret 1947, memutuskan mengikutsertakan delapan cabang olahraga, di antaranya atletik, mengangkat helte (angkat besi), menembak, anggar, sepakbola, bola basket, renang, dan turnen atau senam. Selain itu, keputusan rapat juga meminta agar kegiatan olahraga di dalam negeri harus ditingkatkan atau diperbanyak mulai Februari 1947 agar semarak menyambut Olimpiade XIV terus bergaung.

KORI bergerak cepat. Komite badan usaha selanjutnya menjalin kontak dengan Komite Olimpiade Internasional. Sementara komite lain sibuk menjalin kerjasama dengan pelbagai pihak meningkatkan ajang olahraga di dalam negeri.

Baca juga:

NOC Indonesia Perjuangkan Cabor Andalan untuk SEA Games Kamboja 2023

kori
Seorang remaja putri di salah satu sekolah sedang bermain kasti. (Foto: Geheugen)

Perlombaan olahraga lantas banyak digelar dari mulai antarsekolah, antardaerah, antarkomunitas, antarklub, hingga pertandingan persahabatan dengan negara lain. Pada 4 Januari 1946, kesebelasan sepakbola Indonesia menghadapi Inggris (Sekutu) di lapangan Decca Park (kini berada di sekitar Masjid Istiqlal).

Pertandingan serupa juga diadakan di lapangan dekat Djati Baroe, Tanah Abang, antara kesebelasan Balai Kota Jakarta melawan serdadu India kebanyakan pula berisi orang Inggris.

Setelah dua pertandingan tersebut, terjalin sebuah pertandingan uji coba antara Tim Sepak Bola China (Chinneese Olympiade Football Team) melawan Jong Ambon, lalu Voetbal Batavia en Omstreken (VBO). Kedatangan tim asal Tiongkok tersebut merupakan pertandingan pemanasan jelang persiapan mereka di Oliampiade XIV.

Meski pelbagai rencana persiapan dalam dan luar negeri telah dilakukan, tak semuanya berjalan lancar karena kondisi Indonesia masih berkali-kali dalam keadaan perang; Agresi Militer I dan II.

Di masa perang tersebut banyak atlet sejatinya telah dipersiapkan menuju Olimpiade XIV harus angkat senjata turun palagan menghadapi musuh. Fokus KORI pada Olimpiade baru bisa kembali berjalan setelah Perjanjian Renville pada 13 Januari 1948.

kori
Siswi salah satu sekolah di Jakarta sedang memukul bola. (Foto: Geheugen)

Pertentangan secara yuridis antara Indonesia-Belanda setelah perjanjian tersebut, masih membekas sehingga sulit bagi KORI mengirim kontingen untuk Olimpiade XIV. Apalagi penyelenggara Olimpiade, Inggris, merupakan sekutu Belanda bahkan berkali-kali berhadap-hadapan di pertempuran dengan kaum revolusioner Indonesia.

Alhasil, Indonesia gagal mengirim kontingen Olimpiade tersebut karena kedaulatannya belum diakui, dan waktu persiapan setelah selesai perang mempertahankan kemerdekaan juga sangat singkat.

Pihak Inggris hanya memberi visa istimewa pada para peninjau asal Indonesia untuk meninjau penyelenggaraan Olimpiade XIV di Inggris. Namun, karena terkendala teknis tim peninjau pun urung berangkat. (*)

Baca juga:

NOC Indonesia Dorong Atlet Indonesia Kejar Poin Tembus Olimpiade

#Olimpiade #Sejarah #April Tematik +62 Bicara Kangen
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
1 Agustus Memperingati Hari Apa? Ledakan Bom Plaza Atrium hingga Kelahiran Kyai Haji Ahmad Dahlan
1 Agustus memperingati hari apa? Simak daftar peringatan penting pada 1 Agustus di Indonesia dan dunia, mulai dari Hari ASI Sedunia hingga Bulan Kemerdekaan.
ImanK - Selasa, 28 Juli 2026
1 Agustus Memperingati Hari Apa? Ledakan Bom Plaza Atrium hingga Kelahiran  Kyai Haji Ahmad Dahlan
Olahraga
NOC Indonesia Pilih Fokus Siapkan Atlet untuk Olimpiade Los Angeles 2028
Pertimbangan tersebut menjadi salah satu dasar penundaan kongres yang memuat agenda pemilihan kepengurusan hingga Maret 2029.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
NOC Indonesia Pilih Fokus Siapkan Atlet untuk Olimpiade Los Angeles 2028
Lifestyle
7 Juli Memperingati Hari Apa? Presiden Haiti, Jovenel Moïse Tewas Dibunuh di Kediamannya
7 Juli memperingati hari apa? Simak daftar hari besar nasional dan internasional, Hari Pustakawan Indonesia, World Chocolate Day, Festival Tanabata, serta peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 7 Juli
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
7 Juli Memperingati Hari Apa? Presiden Haiti, Jovenel Moïse Tewas Dibunuh di Kediamannya
Lifestyle
6 Juli Memperingati Hari Apa? Penasaran dengan Daftar Hari Besar dan Momen Bersejarah?
6 Juli memperingati hari apa? ini daftar hari penting pada 6 Juli, mulai Hari Zoonosis Sedunia, HUT Telkom Indonesia, peristiwa bersejarah, hingga tokoh yang lahir dan meninggal pada tanggal ini
ImanK - Minggu, 05 Juli 2026
6 Juli Memperingati Hari Apa? Penasaran dengan Daftar Hari Besar dan Momen Bersejarah?
Olahraga
Tanjung Verde Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Debutan tak Terkalahkan Lolos ke 32 Besar
Tanjung Verde mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah mencapainya.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Debutan tak Terkalahkan Lolos ke 32 Besar
Fun
Keluarga Bos Bir Dunia Berebut Warisan Lanjut di Historis House of Guinness Musim ke-2
Netflix resmi mengumumkan kelanjutan serial drama historis House of Guinness ke musim kedua.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Keluarga Bos Bir Dunia Berebut Warisan Lanjut di Historis House of Guinness Musim ke-2
Olahraga
Piala Dunia 2026 Dibuka di Stadion Azteca, Saksi Kejayaan Pele dan Kontroversi 'Hand of God' Diego Maradona
Stadion Azteca akan membuka Piala Dunia 2026. Stadion tersebut menyimpan banyak momen bersejarah selama gelaran Piala Dunia.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Dibuka di Stadion Azteca, Saksi Kejayaan Pele dan Kontroversi 'Hand of God' Diego Maradona
Lifestyle
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Tanggal 21 Mei memperingati Hari Reformasi Nasional, Hari Teh Internasional, hingga sejarah berdirinya FIFA. Simak daftar peristiwa pentingnya lengkap di sini
ImanK - Rabu, 20 Mei 2026
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Olahraga
NOC Indonesia Dorong Dialog dengan Kemenkeu demi Masa Depan Prestasi Atlet Nasional
Ketua NOC Indonesia mendorong dialog dengan Kementerian Keuangan terkait dukungan anggaran olahraga nasional demi persiapan multievent 2026 dan Olimpiade 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
NOC Indonesia Dorong Dialog dengan Kemenkeu demi Masa Depan Prestasi Atlet Nasional
Lifestyle
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
12 Mei memperingati berbagai hari penting nasional dan internasional, mulai dari Tragedi Trisakti, Hari Perawat Internasional, hingga Hari Waisak. Simak sejarahnya
ImanK - Senin, 11 Mei 2026
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
Bagikan