Unjuk Rasa Perbatasan Gaza-Israel: Warga Palestina Tewas Jadi 17

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 04 April 2018
Unjuk Rasa Perbatasan Gaza-Israel: Warga Palestina Tewas Jadi 17

Aktivis Palestina terlihat terefleksi dalam cermin saat mereka berkumpul di perbatasan Israel-Gaza, di selatan Jalur Gaza, Senin (2/4). (ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang pria Palestina terbunuh oleh tembakan Israel di Gaza pada Selasa (4/4), sehingga jumlah korban tewas dalam kejadian di perbatasan itu bertambah menjadi 17 orang. Demikian pernyataan dari petugas kesehatan Palestina

Sementara itu, menteri pertahanan Israel memperingatkan bahwa unjuk rasa lebih lanjut akan ditanggapi tindakan serupa.

Puluhan ribu warga Palestina pada Jumat memulai rangkaian unjuk rasa enam pekan di tenda perkemahan, yang didirikan di sepanjang pagar perbatasan Jalur Gaza, yang ditutup Israel.

Mereka menuntut hak pengungsi untuk kembali ke desa dan kota tempat keluarga mereka tinggal sebelum 1948, yang sekarang menjadi Israel.

Enam belas warga Palestina tewas ditembak pasukan Israel, kata sejumlah petugas kesehatan Palestina. Warga ke-17 Palestina yang terbunuh bernama Ahmed Omar Arafa. Ahmed sedang berdiri dalam jarak 50 meter dari pagar perbatasan ketika ia ditembak, kata ayahnya, Omar Arafa kepada Reuters.

"Dia sedang berdiri di samping saya, dia tidak dalam posisi yang membahayakan tapi mereka tetap saja membunuhnya," kata Omar, dilansir Antara.

Belum ada informasi awal dari juru bicara militer Israel menyangkut jatuhnya korban tewas yang baru.

Para pelayat membawa jenazah seorang Palestina Faris al-Reqib, 29, yang tewas saat bentrok di perbatasan Israel-Gaza, dalam pemakamannya di Khan Younis, di selatan Jalur Gaza, Senin (2/4). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem/cfo/18
Para pelayat membawa jenazah seorang Palestina Faris al-Reqib, 29, yang tewas saat bentrok di perbatasan Israel-Gaza, dalam pemakamannya di Khan Younis, di selatan Jalur Gaza, Senin (2/4). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem)

Korban tewas itu berguguran dalam salah satu unjuk rasa terbesar Palestina selama bertahun-tahun di perbatasan sepanjang 65 kilometer. Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman membela tindakan Israel.

"Saya memperingatkan (para pengunjuk rasa Gaza) agar tidak melanjutkan provokasi. Kami telah membuat aturan yang jelas dan kami tidak berniat untuk menggantinya. Semua orang yang berada di dekat pagar berarti mereka membahayakan nyawa mereka," katanya ketika mendatangi perbatasan.

"Ini adalah provokasi yang diatur dengan baik oleh sayap bersenjata Hamas dalam upaya untuk merusak kedaulatan kami, untuk mengacaukan kehidupan sehari-hari dan mengganggu Israel pada malam Seder (tradisi jamuan Paskah). Kami melakukan apa yang harus kami lakukan," katanya tegas.

Gaza, kantong kecil di daerah pesisir, berada di bawah pemerintahan Hamas --gerakan Islamis Palestina yang bersumpah untuk menghancurkan Israel, dalam waktu lama sejak tentara-tentara dan penduduk Israel mundur pada 2005 setelah pendudukan selama 38 tahun.

Militer Israel mengatakan pasukannya melancarkan tembakan hanya terhadap orang-orang yang berupaya merusak pagar atau menggelindingkan ban-ban terbakar serta melemparkan batu-batu.

Lieberman menganggap sebagian besar warga Palestina yang tewas pada pekan lalu adalah "teroris yang kita tahu persis, yang aktif di sayap bersenjata Hamas dan Jihad Islam. Mereka bukan warga tidak berdosa, yang menjadi bagian dari unjuk rasa warga". (*)

#Israel #Palestina #Jalur Gaza
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah memanfaatkan posisi Indonesia di Board of Peace untuk menekan Israel menghentikan operasi militer di Gaza.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Indonesia
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Pemerintah Indonesia mengecam serangan terbaru Israel ke Gaza dan menilai tindakan tersebut menghambat implementasi kesepakatan perdamaian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Indonesia
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Menko Hukum HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan Abdul Karim Raeq Miqdad bukan ulama Palestina atau aktivis Gaza. Ia akan menemui MUI untuk klarifikasi kasus deportasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Indonesia
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
MUI mengkhawatirkan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus berujung penyerahan ke Israel. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
Indonesia
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
MUI mengkritik penangkapan dan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
Indonesia
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
MUI akan melayangkan surat kepada Kapolri dan Presiden terkait penangkapan warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad di Jakarta. MUI mengingatkan pemerintah agar hati-hati menangani kasus sensitif ini sesuai hukum nasional dan internasional.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
Dunia
Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan
Tentara Israel menghancurkan dan membakar rumah-rumah di Lebanon selatan, melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak 2024 dan perjanjian kerangka kerja 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan
Dunia
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
RUU tersebut menandai eskalasi berbahaya dalam serangkaian undang-undang, keputusan, dan kebijakan Israel yang menargetkan kehadiran Palestina dan identitas Arab dan Islam.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Israel Bakal Bikin UU Melarang Azan, Negara OKI Mengutuk
Indonesia
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan menyuarakan penolakan terhadap keputusan Israel tersebut di berbagai forum internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Indonesia
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menelepon Presiden Prabowo Subianto, memuji Indonesia sebagai negara paling konsisten membela Palestina.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Presiden Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Puji Kesetiaan Indonesia Bela Palestina
Bagikan