Teknologi

Unik! Baterai Tesla Bisa Diisi Hanya dengan Menggowes Sepeda

Leonard Leonard - Sabtu, 06 Juni 2020
Unik! Baterai Tesla Bisa Diisi Hanya dengan Menggowes Sepeda

Menghasilkan jarak tempuh 1,9 kilometer (Foto: teslarati)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI masa depan, kamu mungkin dapat menyalakan mobil listrik milikmu hanya dengan menggunakan sepeda biasa. Pada episode baru-baru ini dari sebuah acara TV Finlandia, penemu Janne Käpylehto, mendemonstrasikan sebuah sistem yang mampu mengubah energi.

Dia menggunakan sembilan unit sepeda untuk menghidupkan stasiun pengisian daya, yang pada gilirannya akan menghidupkan mobil merek Tesla Model X.

Baca juga:

Kenali Konsep Mobil Terbang Terbaru dari Embraer

sepeda
Sepeda statis yang mampu memberikan listrik dari gowesannya. (Foto: Unsplash/Humphrey Muleba)

Untuk menguji sistemnya, Käpylehto mengajak sembilan pembalap sepeda profesional dan pesepeda jalanan untuk mengayuh sepeda stasioner selama 20 menit. Melalui sesi aktivitas fisik mereka saja, pengendara sepeda mampu menghasilkan lebih dari satu kilowatt daya.

Dengan daya sebesar itu akhirnya mampu menambah jaraktempuh lebih kurang 1,9 kilometer ke Tesla Model X. Apakah itu banyak? Tentu saja tidak. Namun itu adalah sesuatu yang sangat positif dan mengasyikkan.

Ada berbagai cara untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Pada pembangkit listrik termal, misalnya, air dipanaskan untuk menghasilkan uap, yang menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Pada manusia, banyak energi yang hilang dalam proses tubuh yang membuat kita tetap hidup, seperti bernafas. Itulah salah satu alasan bahwa kita bukan produsen energi yang efisien. Tidak seperti pembangkit listrik contohnya, yang dirancang untuk memaksimalkan efisiensi energi.

Ini bukan pertama kalinya kekuatan pedal digunakan untuk menghasilkan listrik. Pada 2015, pengendara sepeda atlet Olimpiade Jerman Robert Förstemann menggunakan paha berukuran besar bagian depannya untuk memanggang sepotong roti putih.

Pengisian daya mobil listrik tradisional belum akan tergantikan dengan menggunakan alternatif yang diberdayakan oleh manusia dalam waktu dekat. Namun kenyataannya, ini tetap saja menyenangkan mengetahui bahwa kamu dapat mengisi kendaraan elektrik dan memanggang roti kamu sendiri. (lgi)

Baca juga:

90 Menit Saja dari Paris ke Amsterdam dengan Hyperloop

#Mobil Listrik #Pembangkit Listrik #Sepeda
Bagikan
Ditulis Oleh

Leonard

Berita Terkait

Lifestyle
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Ajang ini menjadi kesempatan untuk mengenal sekaligus mencoba langsung kendaraan listrik dengan teknologi terbaru.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Indonesia
Menperin Bujuk Menteri Purbaya Soal Insentif dan Stimulus Kendaran Listrik
Kementerian Perindustrian tidak memiliki kewenangan dalam menentukan bentuk maupun skema insentif kendaraan listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Menperin Bujuk Menteri Purbaya Soal Insentif dan Stimulus Kendaran Listrik
Indonesia
Menkeu Purbaya Bocorkan Skema Insentif Kendaraan Listrik, Meluncur Awal Juni Untuk Dorong Ekonomi Nasional
Purbaya menyatakan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik akan memperkuat daya tahan ekonomi nasional secara jangka panjang
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Menkeu Purbaya Bocorkan Skema Insentif Kendaraan Listrik, Meluncur Awal Juni Untuk Dorong Ekonomi Nasional
Indonesia
Kendaraan Listrik Mulai Kena Pajak, Wamenperin: Kita Harus Pertimbangkan Fiskal
Kebijakan pajak kendaraan listrik ke depan tidak lagi seragam dan bisa berbeda antarwilayah karena angkanya ditentukan Pemerintah Daerah.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Kendaraan Listrik Mulai Kena Pajak, Wamenperin: Kita Harus Pertimbangkan Fiskal
Indonesia
Mobil Merek China Mulai Menggeser mobil Jepang, Segmen EV Mendominasi
Harga BBM yang mahal membuat biaya operasional EV entry level terlihat semakin jauh lebih hemat. Tren ini akan semakin menguat di kota besar
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Mobil Merek China Mulai Menggeser mobil Jepang, Segmen EV Mendominasi
Berita Foto
Kondisi Pembatas Jalur Sepeda Warisan Anies di Jalan Palmerah Timur Rusak dan Tak Terawat
Sejumlah kendaraaan melintas dekat separator pembatas jalur sepeda di Jalan Palmerah Timur, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
Didik Setiawan - Senin, 20 April 2026
Kondisi Pembatas Jalur Sepeda Warisan Anies di Jalan Palmerah Timur Rusak dan Tak Terawat
Indonesia
Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 GW, Siap Kurangi Impor BBM
Prabowo genjot program listrik 100 gigawatt dan tutup 13 PLTD. Targetnya, Indonesia bisa hemat energi dan stop impor BBM dalam 2-3 tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 GW, Siap Kurangi Impor BBM
Indonesia
Prabowo Ingin Indonesia Punya 'National Champion' Otomotif seperti Jepang dan Korea
Presiden Prabowo ingin Indonesia memiliki merek otomotif global seperti Jepang dan Korea. Ia optimistis VKTR bisa menjadi 'national champion'.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Ingin Indonesia Punya 'National Champion' Otomotif seperti Jepang dan Korea
Indonesia
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Besar-besaran Sedan Listrik pada 2028
Presiden Prabowo menargetkan Indonesia memproduksi sedan listrik secara massal pada 2028. Pemerintah juga akan bentuk perusahaan khusus dan kurangi impor BBM.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Besar-besaran Sedan Listrik pada 2028
Indonesia
Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik Berkapasitas 10.000 Unit di Magelang
Energi dinilai sebagai salah satu bidang yang sangat menentukan bagi keberlangsungan sebuah negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik Berkapasitas 10.000 Unit di Magelang
Bagikan