MerahPutih.com - Merek mobil asal China dinilai mulai menggeser dominasi produsen Jepang di sejumlah segmen pasar otomotif Indonesia, khususnya kendaraan listrik (EV) dan kelas menengah.
Namun,. mobil Jepang masih kuat di segmen tertentu, tetapi tekanan dari merek China semakin terasa.
China belum akan menggeser popularitas mobil Jepang di segmen SUV entry level, MPV entry level dan Low Cost Green Car (LCGC) Internal Combustion Engine (ICE) konvensional dalam 3 sampai 5 tahun ke depan.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu menilai, pergeseran sudah terjadi di beberapa segmen strategis. Merek China sudah menggeser posisi di segmen EV, SUV, dan hatchback level menengah.
Baca juga:
Mau Mudik Pakai Mobil Listrik? Perhatikan 5 Hal Penting Ini Agar Tak Mogok di Jalan
Yannes juga meyakini pabrikan-pabrikan tersebut akan semakin memperkuat citra merek di pasar Indonesia.
Salah satu faktor pendorong utama adalah meningkatnya biaya bahan bakar minyak (BBM), yang membuat kendaraan listrik semakin menarik secara ekonomi.
Tren ini, kata ia, diperkirakan akan semakin kuat di kota-kota besar, seiring bertambahnya pilihan model EV dari produsen China dengan harga yang relatif terjangkau.
“Harga BBM yang mahal membuat biaya operasional EV entry level terlihat semakin jauh lebih hemat. Tren ini akan semakin menguat di kota besar dan mendorong adopsi EV China di berbagai kota lebih cepat,” katanya.
Yannes mengakui persepsi konsumen terhadap kualitas jangka panjang mobil China masih beragam. Hingga saat ini pandangan masyarakat masih mengkhawatirkan nilai jual kembali yang rendah, daya tahan mesin, serta ketersediaan suku cadang dalam jangka panjang.
"Kondisi tersebut perlahan membaik seiring peningkatan layanan purnajual dan perakitan lokal," katanya.