Kesehatan

Umur Panjang Bisa Diakalin

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 10 Mei 2019
Umur Panjang Bisa Diakalin

Panjangkan umurmu dengan cara ini (Foto: Pixabay/igorovsyannykov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK orang yang berpikir bahwa umur yang panjang merupakan faktor genetik. Meskipun itu ada benarnya. Namun ternyata gen tidak begitu berperan dalam panjangnya umur.

Ternyata, faktor eksternal lebih mempengaruhi panjang pendeknya umurmu. Seperti faktor lingkungan, gaya hidup, dan pola makan. Untuk memperpanjang umurmu, yuk ikuti saran dari Alina Petre, ahli diet dan pemegang gelar Master of Science ini!


1. Konsumsi kacang lebih banyak

sehat
Kacang mengandung serat dan vitamin. (Foto: Pixabay/stevepb)

Kacang adalah makanan yang kaya protein, serat, antioksidan. Selain itu, kacang kaya vitamin dan mineral seperti tembaga, magnesium, potasium, folat, niasin, serta vitamin B6 dan E.

Dilansir dari healthline.com, menurut berbagai hasil penelitian dikatakan bahwa kacang memiliki efek positif pada penyakit jantung, tekanan darah tinggi, peradangan, diabetes, kadar lemak tinggi, serta beberapa bentuk kanker. Menurut penelitian yang dilakukan ncbi.nlm.nih.gov, orang yang mengkonsumsi setidaknya 3 porsian kacang perminggu memiliki 39% risiko kematian lebih rendah.

2. Perbanyak konsumsi kunyit

sehat
Kunyit dapat mencegah penuaan. (Foto: Pixabay/atulkprajapati2000)

Sebagai salah satu pencegah penuaan, cobalah mengkonsumsi kunyit lebih banyak. Rempah-rempah yang banyak ditemukan di makanan tradisional Indonesia ini mengandung senyawa bioaktif kuat yang dinamakan curcumin. Zat ini merupakan antioksidan dan anti-peradangan tubuh. Dengan demikian bisa memaksimalkan kinerja otak, hati, dan paru-paru serta melindungi penyakit kanker serta berbagai masalah penuaan.


3. Jangan merokok

sehat
Merokok dapat memangkas 10 tahun waktu hidupmu (Foto: Pixabay/realworkhard)


Merokok sangat memiliki relasi kuat terhadap berbagai macam penyakit dan kematian dini. Hasil penelitian yang dilakukan oleh ncbi.nlm.nih.gov mengatakan bahwa perokok akan kehilangan 10 tahun waktu hidup mereka. Lalu lebih berpotensi meninggal sebelum waktunya, tiga kali cepat daripada orang yang tidak merokok.

Meskipun begitu, tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Karena meskipun kamu berhenti pada umur 35 tahun, penelitian mengatakan bahwa mereka tetap bisa mempertahankan masa hidupnya sampai kepada 8,5 tahun.


4. Hindari stres dan cemas

sehat
Kecemasan membunuhmu. (Foto: Pixabay/elisariva)


Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang menderita stres dan kecemasan dilaporkan dua kali berpotensi meninggal karena serangan jantung, stroke, serta kanker paru-paru.

Jika kamu sering merasa stres, maka keoptimisan merupakan kunci dari solusi. Perbanyaklah tertawa dan biarkan energi positif mewarnai hidupmu agar hidup kamu lebih panjang. (shn)

#Kesehatan #Panjang Umur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan