MerahPutih.com - Aturan baru PT Pertamina uang melarang gas Elpiji 3 kg dijual di pengecer membuat UMKM Solo menjerit. Mereka justru kesulitan mendapatkan barang subsidi itu untuk berjualan.
Seorang penjual nasi goreng di Selter Manahan, Sumarto (33) mengaku mulai 1 Februari kesulitan mendapatkan gas elpiji di tingkat pengecer. Padahal, sebelum aturan itu berlaku mudah mendapatkan gas elpiji 3kg.
“Saya cari kemana-mana gas elpiji 3kg sulit, kondisi ini mengancam usahanya jualan nasi goreng,” kata Sumarto, Senin (3/2).
Dikatakannya, sebagai pelaku UMKM sangat menyayangkan kebijakan pemerintah tersebut. Ia pun berharap gas elpiji bisa dijual lagi ditingkat pengecer.
Baca juga:
Antrean Warga Pamulang Tangsel Membeli Gas Lpg 3 Kg Bersubsidi di Agen
“Kalau seperti ini siapa yang bertanggung jawab jika usaha saya gulung tikar hanya masalah gas elpiji 3kg sulit didapatkan. Waktu saya banyak terbuang buat cari gas elpiji 3kg di pangkalan,” keluhnya.
Warga Solo Suginem (45) mengatakan sebagai ibu rumah tangga sangat kesulitan mendapatkan gas elpiji 3kg. Padahal, gas elpiji 3kg sangat dibutuhkan warga.
“Sekarang susah cari gas elpiji 3kg harus ke pangkalan. Itu pun harus antri dengan para penjual makanan dan lainnya. Kami berharap kebijakan ini ditinjau kembali karena menyengsarakan rakyat kecil,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)