Ujian Nasional Belum Pasti Lulus, yang Penting Aing Coret-Coret Seragam Dulu

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 23 Juli 2021
Ujian Nasional Belum Pasti Lulus, yang Penting Aing Coret-Coret Seragam Dulu

Keseruan merayakan kelulusan. (Foto: Instagram/ayuwisya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SISWA negeri aing ketika hari terakhir UN 'amunisinya' bukan cuma pensil 2B, penghapus, dan papan jalan. Pilok juga ikutan dibawa di dalam tas. Niat memang sudah bulat, setelah bel waktu ujian berakhir, bukan pulang ke rumah, tapi coret-coret seragam dan ikut konvoi kelulusan.

Padahal, pengumuman kelulusan masih sekitar dua minggu lagi. Tapi sisi positifnya, siswa negeri aing boleh dibilang punya rasa percaya diri tinggi karena sudah yakin pasti lulus. Yang penting di hari terakhir UN seragam sekolah mesti bergurat grafiti ala-ala, menandakan 'aing sudah lulus nih'.

Baca juga:

Aku Belajar Gaya Hidup Minimalis di Masa Pandemi

Namun, pengalaman merayakan kelulusan dengan coret-coret seragam sekolah dan konvoi sepeda motor tidak dirasakan oleh siswa negeri aing yang belajar di masa pandemi. Bahkan, seperti yang tertulis di website resmi Kemendikbud, UN dan ujian kesetaraan 2021 ditiadakan.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk meniadakan ujian nasional (UN) dan ujian kesetaraan di tahun 2021. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). SE tersebut ditandatangani Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada 1 Februari 2021 dan ditujukan kepada gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia," demikian informasi dari laman resmi Kemendikbud.

Keseruan coret-coret yan berkesan waktu kelulusan SMA. (Foto: Instagram/@rizkywahyudy_)

Siswa yang belajar di masa pandemi, atau disebut 'lulus jalur COVID-19' belum pernah merasakan sensasi konvoi. Setelah ujian nasional hari terakhir selesai, mesti tetap di rumah saja. Maksimal merayakan kelulusan kecil-kecilan bareng circle saja di kafe, itu pun harus dengan protokol kesehatan ketat, pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan.

Coret-coret seragam sekolah sudah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh pelajar sebelum pandemi melanda. Bukan cuma pilok yang dipakai, kalau ada spidol dan pulpen juga jadi. Selain grafiti, ala-ala, coretan di seragam juga berupa tanda tangan teman-teman, sehingga biarpun sudah lulus, teman satu tongkrongan tetap ada di hati. Bagi cewek-cewek, di sesi coret-coret ini rambut mereka juga berkesempatan dapat coloring gratis. Rambut pasti jadi warna-warni.

Setelah coret-coret, agenda langsung berlanjut ke acara konvoi. Yang punya pasangan sudah pasti boncengan bareng. Yang masih jomlo, bisa bareng teman senasib sambil cengtri biar semua siswa bisa ikut. Pemimpin konvoinya? Siapa lagi kalau bukan si pentolan.

Baca juga:

Zaman Sudah Canggih, Ngilmu Nulis di Buku Tetap Lebih Asyik

Setibanya di tujuan yang biasanya taman, kolektifan langsung dilaksanakan. Niatnya bukan memalak untuk kesenangan satu pihak, tapi buat beli makanan dan minuman untuk dinikmati bersama. Tujuannya agar kebersamaan semakin terjaga.

Setelah itu, ada sesi yang biasanya terjadi dengan sendirinya, yakni sharing session. Di sesi ini para siswa saling berbagi keinginan di masa depan, dari yang ingin lanjut kuliah sampai yang ingin langsung kerja.

Meskipun acara konvoi kelulusan menjadi agenda rutin para siswa yang ngilmu di negeri aing, pihak sekolah sebenarnya selalu melarangnya. Sebab, hal ini dapat mengganggu ketertiban di masyarakat seperti membuat jalanan macet. Belum lagi, tak jarang juga terjadi tawuran ketika bertemu siswa dari sekolah lain.

Pihak sekolah biasanya akan membuat tim terdiri beberapa guru untuk melakukan razia ke jalanan. Selain itu, petugas kepolisian juga turut membantu membubarkan konvoi kelulusan demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Di lain sisi, siswa yang tidak ikut konvoi melakukan kegiatan positif. Seragam yang masih mulus dan layak pakai biasanya akan disumbangkan ke adik kelas, atau untuk pelajar tak mampu yang membutuhkan. (jhn)

Baca juga:

Badut Kelas, Bikin Seisi Kelas Tertawa Sampai Lemas

#Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) #Fashion #Juli Ngilmu Di Negeri Aing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Bagikan