Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air

Thresia Mareta Menjelaskan Koleksi Anniversary Kedelapan LAKON Indonesia.(foto: dok LAKON)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEBUAH outer terlihat stand out di gerai LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading, Sabtu (6/6). Alih-alih dibuat dari sebuah kain lembaran, outer tersebut disusun dari potongan-potongan kain batik dan lurik berbagai ukuran. Hal itu membuat tampilan outer tersebut berwarna-warni. Tak hanya penuh warna, setiap lembar outer tersebut menyimpan kisah perjalanan sewindu LAKON.

“Ini dibuat dari kain-kain sisa dari produksi LAKON selama delapan tahun ini. Kain-kain ini kami simpan di workshop. Ini mewakili kisah perjalanan LAKON bersama perajin lokal,” kata Theresia Mareta, founder LAKON Indonesia, saat berbincang bersama Merahputih.com.

Theresia bercerita tak semua kasin sisa dimanfaatkan untuk koleksi perayaan sewindu LAKON ini. Hanya potongan kain yang memang benar-benar kecil dan tidak bisa dimanfaatkan lagi yang terbuang. “Ini bisa dilihat ya, ada yang potongannya besar ada pula yang kecil. Ya, ini memang mengikuti kondisi kain yang tersedia saja,” imbuhnya.

Baca juga:

Lakon Store Hadirkan Momen Ikonik Dalam Bentuk Fashion Menawan


Napak Tilas dalam Potongan Kain




Potongan-potongan kain beragam ukuran itu kemudian disusun sedemikian rupa untuk menghasilkan sebuah produk baru. Theresia bercerita potongan kain sisa itu awalnya tersimpan di workshop LAKON, tanpa ada ide untuk diubah menjadi produk apa. Namun, gagasan untuk sebuah koleksi perayaan sewindu muncul tahun lalu. Sejak saat itu, LAKON mulai merancang dan mendesain koleksi ini.

Dalam pembuatannya, menurut Theresia, juga amat dipikirkan agar tak perlu memotong atau membuat bahan terbuang. Selain itu, potongan setiap produk juga dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dipadupadankan dengan koleksi lain dari LAKON.

“Bagi orang lain, ini mungkin seperti kain sisa saja. Namun, bagi kami, ini banyak ceritanya, berbagai pengalamannya, dan banyak hasil yang kami dapat. Inilah yang kami jadikan koleksi baru. Harapannya, ini jadi sesuatu yang berharga untuk disimpan atau dikoleksi,” jelasnya.

LAKON
Koleksi perayaan sewindu LAKON. (foto: Merahputih.com/Dwi Astarini)

Baca juga:

'URUB' dan 'Les Fragments': Kolaborasi Lakon Indonesia dan Desainer Prancis di JF3 Fashion Show



Minimal Waste dan Efisiensi


Konsep recycle dalam koleksi ini sejalan dengan semangat untuk meminimalkan waste (sampah) dari setiap produksi. Menurut Theresia, waste selalu jadi fokus LAKON dalam setiap tahap produksi.

“Kami tak menyebut diri sebagai sustainable brand, tapi LAKON selalu berusaha meminimalkan waste. Dalam bikin koleksi, saya selalu menekankan produk bisa tahan lama, bisa dipakai berulang, bisa dipadupadankan dari satu koleksi ke koleksi lain,” jelasnya.

Selain itu, mengurangi potongan juga salah satu strategi dalam mengurangi waste. Dalam membuat sebuah koleksi, menurutnya, LAKON selalu memikirkan baik-baik cutting-nya seperti apa, termasuk ketahanan dan kualitas bahannya. Potongan yang tepat, katanya, akan mengurangi jumlah kain yang terbuang. Demikian pula penggunaan benang yang berkurang. “Selanjutnya, junlah jahitan juga jadi bisa minimal sehingga jadi hemat listrik untuk mesin jahitnya,” jelasnya.

Baca juga:

LAKON Indonesia Berikan Kenyamanan dan Etika di Koleksi 'Pasar Malam'


Kerja Sama Profesional Bersama Perajin Lokal


Sejak awal didirikan, LAKON hadir dengan cita-cita melestarikan budaya supaya perajin Indonesia naik kelas. Oleh karena itulah, LAKON banyak menggandeng para perajin lokal dalam kolekasi mereka. Hingga saat ini, LAKON telah bekerja sama dengan perajin dari berbagai daerah di Indonesia dengan wilayah Jawa jadi yang paling banyak.

Saya menyebutnya sebuah kerja sama. Perajin Indonesia masih butuh profesionalisme dan menjaga kepercayaan. Artinya, para perajin ini harus bisa dipercaya dalam menjalankan sebuah kerja sama bisnis. Oleh karena itu, LAKON selalu membuat kontrak saat bekerja sama dengan perajin. Tujuannya, agar para perajin ini bisa berbisnis secara profesional dan memahami bagaimana memenuhi kewajiban dalam kontrak.

Theresia Mareta, founder LAKON Indonesia



Dalam perjalanannya, ia menemukan berbagai cerita dari setiap perajin. Ada perajin yang awalnya ragu, kini malah berkembang. Ada pula cerita perempuan perajin yang seorang ibu rumah tangga justru sukses dalam kerja sama bersama LAKON.

“Banyak perajin kita nih yang takut menghadapi tantangan yang tak biasa, bahkan saat kesempatan datang. Ini yang harus kita carikan jalan keluar. Dalam delapan tahun LAKON berjalan, hal ini sudah mulai kita ubah. Kita dorong agar para perajin berani meraih kesempatan, percaya diri dalam bekerja sama,” jelasnya.

Hingga kini, produk LAKON sudah menembus pasar luar negeri. Meski, belum dalam bentuk pasar ritel partai besar, kerja sama ke arah itu sedang dijajaki untuk Eropa, Jepang, dan Korea.

“Saya ingin orang lebih mengenal dan mengerti apa yang dilakukan LAKON. Jadi LAKON ini bukan brand batik, kami angkat karya tangan perajin Indonesia dalam usaha melestarikan budaya kita,” tutupnya.(dwi)

Baca juga:

Lakon Indonesia Rilis Label Tailor Made 01 di Teras Lakon Gading Serpong

#Fashion #Theresia Mareta #LAKON Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Bagikan