Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace

Supple kolaborasi dengan BOOspace. (Foto: dok/taman hiburan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Band alternatif Supple membuka babak baru perjalanan musiknya melalui single terbaru bertajuk In A Mess.

Lagu ini menjadi gerbang menuju album terbaru yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2026, sekaligus menandai awal kolaborasi lintas disiplin bersama seniman BOOspace melalui pameran bertajuk I AM BOOCLOTH EXHIBITION.

Mengusung tema tentang kehidupan yang terasa semakin sempit, penuh tekanan, dan terus dipaksa bertahan, In A Mess merefleksikan realitas yang dialami banyak orang saat ini. Lagu tersebut berbicara mengenai harapan akan kebebasan yang tampak begitu dekat, tetapi tak kunjung bisa diraih.

Berangkat dari Realitas Sosial dan Konflik Kemanusiaan

Secara lirik maupun musikal, Supple menghadirkan pendekatan yang tidak biasa. Inspirasi In A Mess lahir dari berbagai realitas sosial yang terjadi di sekitar, termasuk potret konflik kemanusiaan yang terus memenuhi pemberitaan dunia.

Perasaan terjebak, terdesak, dan kehilangan ruang kemudian diterjemahkan ke dalam komposisi musik yang eksperimental.

Alih-alih mengikuti struktur lagu yang konvensional, In A Mess dibangun melalui dinamika yang sengaja dibuat tidak stabil. Permainan bunyi yang naik-turun, tekstur suara yang kasar, hingga komposisi yang terasa "berantakan" menjadi bahasa utama dalam lagu ini.

Bagi Supple, kekalahan bukanlah akhir, melainkan bentuk lain dari perjuangan untuk tetap bertahan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Baca juga:

Orkes Nunung CS Rilis Single 'Ketemu', Ketika Lupa Menaruh Barang Dibuat Jadi Lagu Unik

Musik Berlanjut Menjadi Pameran Seni

Semangat yang dihadirkan dalam In A Mess kemudian berkembang menjadi proyek visual bersama BOOspace melalui I AM BOOCLOTH EXHIBITION.

Pameran tersebut lahir dari dunia yang sama dengan lagu In A Mess—dunia yang dipenuhi rasa sesak, kebingungan, kemarahan, sekaligus keinginan untuk terus hidup.

Sebelumnya, semesta In A Mess telah dieksplorasi melalui artwork, merchandise, live painting, hingga aksi vandalisme bersama BOOspace. Kini, gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam medium busana.

Busana dari Tekstil Bekas Jadi Simbol Ketidaksempurnaan

Menggunakan material berupa tekstil bekas, pakaian rusak, hingga potongan kain yang terlupakan, seluruh karya dalam pameran mengusung pendekatan DIY (do it yourself) dan deconstruction.

Setiap busana sengaja diciptakan tanpa mengejar kesempurnaan. Jahitan yang dibiarkan terbuka, siluet yang tidak lazim, hingga perpaduan flannel dengan elemen formalwear menjadi representasi visual kehidupan yang sering kali terasa retak, namun tetap berjalan.

Proyek ini digarap oleh Zzidan sebagai Art Director, Yaka Patra sebagai Creative Director, bersama Argesha Production, kemudian Bening Permataku sebagai Hair Stylist Dan Canti sebagai Makeup Artist

Melalui I AM BOOCLOTH EXHIBITION, mereka ingin menghadirkan refleksi mengenai berbagai tekanan dalam kehidupan, mulai dari kondisi sosial dan negara, lingkaran pertemanan, hingga pergulatan batin setiap individu.

Lewat kain, warna, coretan, serta jahitan yang dipaksa tetap menyatu, pameran ini menjadi pengingat bahwa rasa berantakan bukanlah akhir dari segalanya. Justru di sanalah manusia sering kali memperlihatkan bentuk dirinya yang paling jujur ketika berusaha bertahan.

Baca juga:

Aku Jeje Rilis 'Ceritanya Jatuh Cinta', Lagu Tentang Berani Mencintai Lagi Setelah Patah Hati

Kolaborasi yang Tumbuh dari Lingkungan Kreatif

Kolaborasi antara Supple dan BOOspace bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan. Hubungan keduanya telah terbangun melalui lingkungan kreatif yang sama serta kebiasaan saling mendukung dalam berbagai proyek.

Yaka Patra mengungkapkan bahwa gagasan kolaborasi sebenarnya sudah muncul sejak sekitar dua tahun lalu. Saat pertama kali mendengar materi In A Mess, ia merasa lagu tersebut memiliki kedekatan yang kuat dengan karakter visual dan perjalanan personal BOOspace.

Kolaborasi ini kebentuk mungkin karena kita udah jalan bareng dan ada di lingkungan yang sama, saling support. Pertama dari Yaka yang ngajak sekitar dua tahun lalu. Waktu dia bikin single In A Mess, di otaknya lagu itu ngerasa nge-blend sama pribadi gue sendiri, mungkin dari apa yang dia lihat di sekitar gue waktu itu, dan ternyata itu juga yang gue rasain setelah tahu tentang lagu ini,

BOOspace.

Lebih dari sekadar kolaborasi musik dan seni, proyek ini diharapkan menjadi ruang bagi siapa saja yang tengah merasa terjebak dalam berbagai tekanan kehidupan.

"Kalau buat tujuan sih enggak yang gimana-gimana. Cuma yang gue rasain, ini bisa jadi reminder buat siapa pun yang lagi kekurung di suatu hal yang harus dijalanin. Sesekali lo bisa kok lupain itu sejenak dan balik lagi ke hal yang bikin lo jadi diri sendiri. Buat gue, musik dan seni itu memang udah enggak bisa dipisahin. Dan ketika dua hal itu disatuin secara mentah-mentah, rasanya joy-nya jadi jauh lebih kerasa."

Melalui In A Mess dan I AM BOOCLOTH EXHIBITION, Supple bersama BOOspace menghadirkan pengalaman yang tidak hanya bisa didengar, tetapi juga dilihat dan dirasakan.

Kolaborasi ini menjadi ruang yang merayakan ketidaksempurnaan, mengubah kekacauan menjadi ekspresi, sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap rasa sesak, selalu ada ruang untuk terus bertahan dan menemukan harapan. (Far)

#Musik #Fashion #Musik Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
ShowBiz
Gandeng Arlida Putri, Ndarboy Genk Hadirkan Lagu 'Bakul Sayur': Cerita Perjuangan Mencari Nafkah
Ndarboy Genk merilis single 'Bakul Sayur' yang terinspirasi pengalaman berjualan hingga perjuangannya bersama sang kekasih yang kini menjadi istri.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Gandeng Arlida Putri, Ndarboy Genk Hadirkan Lagu 'Bakul Sayur': Cerita Perjuangan Mencari Nafkah
Bagikan