'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu

Pink Tomiyang lepas single baru. (Foto: dok/pink tomiyang)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PENYANYI pendatang baru Pink Tomiyang memulai perjalanan musiknya dengan merilis single perdana berjudul Kasih (IBU) Tak Sampai di berbagai platform musik digital. Dengan mengusung perpaduan electro pop dan ballad, lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu. Karya tersebut sekaligus menjadi medium baginya untuk merawat luka dan mengungkapkan kerinduan yang masih terasa hingga kini.

“Karya ini saya dedikasikan untuk mengobati rasa luka dan rindu yang tidak kunjung sembuh setelah ditinggal ibu. Jadi karya ini buat obat diri saya sendiri,” katanya.

Sebagai karya pertama yang diperkenalkan kepada publik, Kasih (IBU) Tak Sampai membuat Tomiyang merasakan campuran gugup dan antusias. Terlebih lagu tersebut membawa cerita yang sangat personal dan sepenuhnya bersumber dari pengalaman hidupnya sendiri.

Inspirasi lagu ini berangkat dari sebuah momen sederhana yang justru menyimpan beban emosional mendalam, yakni perjalanan pulang seorang diri setelah berziarah ke makam sang ibu. “Setiap kali pulang ke rumah setelah ditinggal ibu, ada perasaan yang sulit dijelaskan kecuali oleh orang-orang yang sudah kehilangan orang terkasih. Di mobil, menyetir sendiri sepulang dari kuburan mama gambaran lagu ini seperti itu,” imbuhnya.

Baca juga:

Lirik Lagu Baru Ziva Magnolya 'Pelindungmu', Siap Menguras Air Mata Pendengarnya



Tema hubungan ibu dan anak dipilih karena Tomiyang merasa pengalaman kehilangan merupakan sesuatu yang hanya benar-benar dapat dipahami mereka yang pernah mengalaminya. Di dalamnya terdapat rasa rindu, kehilangan, sekaligus bayangan tentang berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi seandainya sang ibu masih ada.

Frasa 'kasih yang tak sampai' kemudian menjadi gambaran atas harapan tersebut. Tomiyang membayangkan bagaimana rasanya jika sang ibu masih dapat menyaksikan berbagai mimpi dan pencapaian yang sedang ia perjuangkan.

Melalui lagu ini, Tomiyang juga ingin menyampaikan pesan sederhana mengenai pentingnya menghargai waktu bersama orang-orang terkasih selama kesempatan itu masih tersedia. Liriknya dibangun dari berbagai kenangan kecil yang dahulu terasa biasa, seperti senyum sang ibu, aroma masakan, hingga pakaian baru yang pernah diberikan. Setelah sang ibu pergi, hal-hal sederhana tersebut justru berubah menjadi kenangan yang begitu berarti.

Salah satu bagian lirik berbunyi, 'Kau jadi rumah yang tak bisa kumasuki lagi', yang menggambarkan jarak antara Tomiyang dan ibunya setelah kepergian sang ibu. Ia masih dapat mengirimkan doa, tetapi tidak lagi dapat merasakan kehadiran sang ibu melalui sebuah pelukan.

Sementara itu, larik 'Aku simpan kau di ruang yang tak bernama' menggambarkan kesulitan Tomiyang dalam memberi nama pada emosi yang muncul setelah kehilangan. Perasaan tersebut dapat berupa kemarahan, kebencian, kekecewaan, maupun rasa sakit, tetapi pada akhirnya ia memilih merangkumnya sebagai 'kasih tak sampai'.

Penggunaan metafora yang kuat dalam lirik menjadi cerminan karakter Tomiyang yang tidak terbiasa mengungkapkan perasaan secara langsung. Ia lebih nyaman menyampaikan emosi melalui makna dan simbol, termasuk lewat perhatian-perhatian kecil yang sering kali baru terasa nilainya setelah kehilangan.

Proses penulisan Kasih (IBU) Tak Sampai sendiri berlangsung lebih dari 10 bulan. Tantangan terbesarnya yakni menerjemahkan rasa kehilangan yang begitu personal ke dalam sebuah karya yang utuh. Dari sisi musik, aransemen disusun dengan menitikberatkan pada harmoni agar emosi yang dibawa lagu dapat berjalan selaras dengan karakter vokalnya. “Setiap sesi rekaman vokal, saya selalu menangis dan suara saya bergetar, tenggorokan sakit menahan air mata yang terus ingin keluar,” katanya.

Meski berlangsung emosional, proses rekaman tersebut justru menjadi salah satu pengalaman paling berkesan bagi Tomiyang. Dari sana, ia merasa berhasil menemukan keseimbangan antara nada, musik, dan emosi yang paling mampu mewakili perasaannya.

Sebagai langkah pertama di industri musik Indonesia, Tomiyang ingin membawa nilai keseimbangan dan kesederhanaan melalui karya-karya yang akan datang. Baginya, sesuatu yang terlihat sederhana sering kali baru terasa begitu berharga ketika sudah tidak lagi dimiliki.

Pilihan pop ballad menjadi pijakan awal yang sesuai dengan karakter musikalnya. Melalui genre tersebut, Tomiyang ingin mempertahankan kejujuran dan kesetiaan sebagai dua nilai yang akan terus ia bawa dalam perjalanan bermusiknya.(Far)

Baca juga:

Makna 'Gimme Dat Love', Lagu Baru i-dle tentang Cinta yang Penuh Hasrat

#Musik #Lagu Baru #Lagu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan