Twitter Abaikan Tweet Kontroversial Elon Musk Terkait Corona

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 20 Maret 2020
Twitter Abaikan Tweet Kontroversial Elon Musk Terkait Corona

Twitter Abaikan cuitan kontroversial Elon Musk (Foto: thetimes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TWITTER tak akan menghapus tweet dari Elon Musuk, usai meluncurkan cuitan tentang anak-anak 'pada dasarnya kebal' terhadap COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona, meski ada bukti awal jika anak-anak bisa terinfeksi dan bisa menjadi sakit parah.

Elon Musk meluncurkan tweet pada pukul 17.55 Waktu Setempat, Kamis (19/3), sebagai tanggapan atas pertanyaan dari pengguna dengan nama “Hopeful Pope of Muskanity”.

Baca Juga:

Virus Corona Bisa Menular Lewat Barang Impor Tiongkok? Ini Penjelasan Dokter

"Anak-anak pada dasarnya kebal, tetapi orang tua kondisinya lebih rentan. Pertemuan keluarga dengan kontak dekat antara anak-anak & kakek-nenek mungki paling berisiko," tulis Musk.

Elon Musk sebelumnya telah meluncurkan cuitan dan komentar tentang virus corona yang menuai pro kontra (Foto: moneycontrol)

Terkait hal itu, Twitter sendiri mengumumkan awal pekan ini bahwa mereka bergabung dengan Facebook dan lainnya untuk melawan informasi yang salah tentang pandemi virus Corona.

Sementara para ahli sepakat bahwa orang tua dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya berisiko tinggi, klausa pertama dari tweet Musk, tampaknya bertentangan dengan pedoman baru dari TWitter tentang bagaimana ia berencana untuk memoderasi konten virus Corona.

Dalam sebuah blog yang diterbitkan minggu ini, twitter mengatakan "Kami memperluas definisi tentang bahaya untuk menangani konten yang bertentangan langsung dengan panduan dari sumber otoritatif informasi kesehatan masyarakat global dan lokal." Salah satu contoh yang diberikat oleh twitter ialah:

"Penolakan fakta ilmiah tentang penularan selama masa inkubasi atau panduan penularan dari otoritas kesehatan global dan lokal, seperti COVID-19 tidak menginfeksi anak-anak karena kami belum melihat adanya kasus anak-anak sakit."

Sementara orang yang lebih muda, rata-rata tampaknya kurang terpengaruh oleh COVID-19. Namun ada bukti awal bahwa itu masih bisa menyebabkan masalah kesehatan utama pada beberapa anak, khususnya bayi.

Namun itu tak cukup untuk menempatkan tweet Musk dalam wilayah informasi yang salah, menurut Twitter. "Ketika meninjau konteks keseluruhan dan kesimpulan Tweet, itu tidak melanggar aturan kami," pihak perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada The Verge.

Selain itu pihak twitter juga menambahkan "Kami akan terus berkonsultasi dengan mitra tepercaya seperti otoritas kesehatan untuk mengidentifikasi konten yang paling berbahaya."

Baca Juga:

Benarkah Obat Flu Avigan Efektif Obati Virus Corona?

Dilansir dari laman The Verge, Elon Musk telah berulang kali meremehkan pandemi virus Corona sepanjang bulan Maret. Usai mengatakan kepanikan terhadap virus itu 'bodoh', dia juga membandingkan kematian kecelakaan mobil yang tak menular dan menyebar secara viral dengan kematian akibat COVID-19 pada email ke karyawan SpaceX.

Dia juga melanjutkan aksinya pada hari Kamis, bahkan setelah menawarkan untuk membuat ventilator yang sangat dibutuhkan.

Virus Corona menjadi pandemi dan membuat kepanikan diseluruh dunia, termasuk di Amerika (Foto: pixabay/_Freakwave_)

Utas yang mengarah ke tweet tersebut dimulai dengan Musk berbagi cerita di New York Times tentang bagaimana Tiongkok melaporkan tidak ada kasus baru penyebaran virus Corona di dalam negeri pada Kamis 19 Maret 2020.

Saat ditanya apakah dia percaya angka itu berasal dari kepemimpinan otoriter Tiongkok, Musk mengatakan ya. Dia kemudian menindaklanjuti dengan tweet lain di mana dia mengatakan dia yakin tidak akan ada 'kasus' baru COVID-19 pada akhir April. "

Hanya beberapa jam setelah tweet Musk, gubernur California Gavin Newsom memerintahkan 40 juta penduduk negara bagian untuk tinggal di rumah mereka sampai pemberitahuan lebih lanjut (kecuali untuk kegiatan penting seperti membeli makanan) untuk membantu menghentikan penyebaran virus Corona.

Gubernur mengatakan pada Kamis (19/3) bahwa dia percaya lebih dari 25 juta penduduk California dapat terinfeksi dalam delapan minggu ke depan.

Sementara itu Twitter menghapus tweet dari John McAfee, David Clarke, dan lainnya sebagai bagian dari pendekatan tanpa toleransi terhadap manipulasi platform dan segala upaya lain untuk menyalahgunakan layanan twitter di saat yang kritis ini. (Ryn)

Baca Juga:

Akibat Pandemi Virus Corona, Honda Tutup Pabrik di Amerika

#Twitter #Virus #Penyebaran Virus #Virus Corona #Elon Musk
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Beredar informasi yang menyebut Hantavirus adalah virus bohongan yang diambil dari bahasa Israel. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Indonesia
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Timwas DPR meminta jemaah untuk menjaga kebersihan, menggunakan masker di tempat umum, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 17 Mei 2026
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Indonesia
Ancaman Virus Hanta Mengintai Wilayah Urban, DPR RI Desak Penguatan Edukasi
Meskipun Indonesia sedang gencar membangun infrastruktur seperti jalan tol dan gedung pencakar langit, risiko ancaman virus yang dibawa oleh tikus (rodensia) ini justru semakin tinggi
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Ancaman Virus Hanta Mengintai Wilayah Urban, DPR RI Desak Penguatan Edukasi
Lifestyle
Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada
Kementerian Kesehatan memperketat kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus. Masyarakat pun diimbau untuk mendeteksi dini.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada
Indonesia
Bandara Soetta Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Penumpang dari 4 Negara Diawasi
Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini menyiapkan langkah untuk mengantisipasi hantavirus. Ada empat negara yang dilakukan pengawasan.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
Bandara Soetta Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Penumpang dari 4 Negara Diawasi
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Indonesia
Hantavirus Menyebar, Penumpang dari AS Bakal Diawasi Kekarantinaan Kesehatan Soetta
Di Bandara Soetta memiliki jalur khusus evaluasi untuk penyakit menular. Nantinya jika terdapat penyakit menular yang teridentifikasi pihaknya akan melakukan penanganan lebih lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
Hantavirus Menyebar, Penumpang dari AS Bakal Diawasi Kekarantinaan Kesehatan Soetta
Indonesia
Departemen Kesehatan AS Tegaskan Hantavirus Sulit Menulur Antar Manusia
Virus itu dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal dan sindrom paru-paru hantavirus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
Departemen Kesehatan AS Tegaskan Hantavirus Sulit Menulur Antar Manusia
Indonesia
Hantavirus Mulai Hantui Indonesia, Kemenkes Diminta Siagakan Fasilitas Kesehatan Nasional
Kementerian Kesehatan perlu memastikan tenaga kesehatan di daerah terdampak memiliki kapasitas mumpuni untuk mengenali gejala secara cepat dan melakukan diagnosis dini
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Mulai Hantui Indonesia, Kemenkes Diminta Siagakan Fasilitas Kesehatan Nasional
Indonesia
Hantavirus Sudah Masuk Indonesia, Pemerintah Diminta Siaga Satu
WHO saat ini tengah melakukan pelacakan lintas negara karena strain Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang dapat menular antarmanusia
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Sudah Masuk Indonesia, Pemerintah Diminta Siaga Satu
Bagikan